Ciri-Ciri Bahan Bangunan Rumah yang Berkualitas Baik

Apakah Anda sudah memutuskan untuk membangun rumah? Jika ya, kami ucapkan “Selamat!” Namun, sebelum membangun rumah, Anda harus terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri bahan bangunan rumah yang berkualitas baik, agar terhindar dari penyesalan di kemudian hari. Tulisan ini akan bersambung dan pada tulisan yang pertama ini kami akan membagikan ciri-ciri semen dan pasir yang berkualitas baik.

Bahan Material Bangunan

Bahan Material Bangunan

1. Semen

Semen adalah jenis bahan bangunan untuk membuat pondasi. Ada beberapa cara untuk mengenali semen yang berkualitas, di antaranya adalah: (1) Tekan kemasan semen. Jika semen yang ditekan dari luar kemasan terasa keras, itu berarti semen sudah terlalu lama disimpan dan kualitasnya sudah tidak bagus lagi; (2) Periksa semen yang sudah dikeluarkan dari kemasannya. Semen yang berkualitas baik adalah semen yang seluruh butirannya bisa terurai dan nampak lembut seperti debu, serta tidak menggumpal. Namun, jika semen tersebut mulai menggumpal dan terlihat kasar maka ia sudah pasti tidak berkualitas baik. Apalagi jika sudah terasa keras dan kondisinya sudah membatu seperti kerikil. Selain itu, pastikan semen yang Anda bermerek terkenal karena semen yang seperti itu biasanya sering digunakan oleh para kontraktor bangunan.

2. Pasir

Ciri-ciri pasir yang bagus adalah bersih dari kandungan lumpur. Hal ini harus diperhatikan karena jika pasir masih mengandung lumpur akan berdampak pada pemborosan pemakaian bahan bangunan lainnya, yaitu semen pada saat sedang melakukan pengecoran beton.

Demikian ciri-ciri semen dan pasir yang berkualitas baik. Ciri-ciri bahan bangunan yang berkualitas baik lainnya akan kami sampaikan dalam tulisan berikutnya.

Selamat membangun rumah!

Nantikan tips terbaru mengenai dunia properti hanya di UrbanIndo.com :D

Pertimbangan Utama dalam Memulai Bisnis Rumah Kontrakan

Bisnis rumah kontrakan termasuk investasi properti. Jika Anda ingin memperoleh penghasilan dari investasi jenis ini, maka bisnis rumah kontrakan bisa Anda lakukan sebelum melakukan investasi properti yang lain yang relatif membutuhkan modal lebih besar, seperti menyewakan apartemen atau bahkan menjadi developer properti.

Memulai Bisnis Rumah Kontrakan

Memulai Bisnis Rumah Kontrakan

Untuk memulai bisnis ini, Anda harus memiliki rumah kontrakan terlebih dahulu. Caranya adalah dengan membangun rumah kontrakan atau membeli yang sudah jadi. Jika Anda memilih opsi yang pertama, maka Anda harus memiliki tanah terlebih dahulu. Disarankan untuk memiliki tanah di lokasi strategis agar begitu rumah kontrakan selesai dibangun, rumah kontrakan Anda tersebut mudah untuk dipasarkan. Adapun jika Anda memilih opsi yang kedua, maka Anda harus mencari rumah kontrakan di lokasi strategis. Harganya memang biasanya lebih mahal. Namun, keuntungannya adalah Anda akan mudah untuk memasarkannya.

Apa pun opsi pilihan Anda, lokasi strategis adalah hal yang harus menjadi pertimbangan utama dalam memulai bisnis rumah kontrakan. Karena dengan memiliki bisnis rumah kontrakan di lokasi strategis, Anda akan mudah untuk memasarkannya. Mudah dalam memasarkan berarti mudah mendapatkan masukan sehingga modal Anda pun akan kembali lebih cepat.

Selamat berbisnis rumah kontrakan!

Kunjungi Komunitas UrbanIndo untuk tanya jawab seputar dunia properti :D

Tips Memulai Usaha Properti Bagi Pemula

Sebagaimana jenis usaha lainnya, usaha properti juga memiliki tingkatan-tingkatannya. Ada pengusaha properti yang berpengalaman, ada yang masih pemula. Nah, bagi Anda yang sebelumnya tidak pernah melakoni usaha properti, maka Anda termasuk pemula yang jika Anda berminat menekuni usaha ini, Anda perlu menyimak beberapa tips berikut :

Memulai Usaha Properti

Memulai Usaha Properti

1. Jangan Beli Tanah Terlebih Dahulu

Bagi pemula, membeli tanah bukan sesuatu yang perlu dilakukan. Mengapa demikian? Alasannya, karena sebagai pemula, yang pertama kali harus Anda pelajari adalah bagaimana cara menjual properti terlebih dahulu. Sebab, jika Anda belum berpengalaman menjual properti, maka Anda tidak akan tahu properti seperti apa yang mudah untuk dijual. Jika Anda belum berpengalaman dan malah memaksakan diri untuk langsung membeli dan membangun rumah, maka Anda akan kesulitan dalam menjualnya bahkan bisa jadi akan mengalami kerugian akibat bangunan yang Anda pasarkan tersebut tidak memenuhi ciri-ciri properti yang disukai pasar.

2. Bantu Jual Properti Orang Lain

Jika sebagai pemula, Anda tidak dianjurkan untuk menjual properti milik sendiri, lantas apa yang harus dilakukan? Tentu saja membantu menjual properti milik pihak lain. Saat ini, banyak perusahaan pengembang membuka lowongan agen properti. Nah, di situ Anda bisa melamar kerja untuk posisi tersebut dan di situ pula tempat Anda mengembangkan keahlian menjual yang nantinya sangat bermanfaat jika Anda memutuskan untuk menjual properti milik sendiri.

Demikian dua tips yang bisa Anda lakukan untuk memulai usaha properti. Dengan menerapkan kedua tips di atas, Anda akan memperoleh pengetahuan dan keahlian yang nantinya sangat bermanfaat bagi Anda saat Anda memutuskan untuk menjual properti milik pribadi, bahkan membuka perusahaan properti sendiri.

Selamat mencoba!

Tips Memilih Kontraktor Rumah Agar Anda Tidak Kecewa

Jika Anda sudah memutuskan untuk membangun rumah dan Anda sudah memiliki desainnya maka langkah selanjutnya adalah mencari kontraktor rumah. Agar Anda tidak kecewa di kemudian hari, pilihlah kontraktor yang benar-benar berkualitas. Hindari memilih kontraktor berdasarkan pertimbangan murah—karena walaupun murah tapi hasil kerjanya buruk—maka akan menyebabkan permasalahan di kemudian hari seperti harga yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal dan kualitas rumah yang jauh dari harapan. Untuk menghindari hal tersebut, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan dalam memilih kontraktor rumah.

1. Manfaatkan Jaringan

Dalam memilih kontraktor rumah, Anda bisa memanfaatkan jaringan yang Anda punya, seperti sanak saudara, kerabat, tetangga, teman, dan rekan kerja. Di antara mereka kemungkinan besar ada beberapa yang sudah pernah membangun rumah dengan memanfaatkan jasa kontraktor rumah. Nah, kepada merekalah Anda bisa bertanya, “Adakah kontraktor rumah yang bisa Anda rekomendasikan kepada saya?”

Karena menggunakan jasa kontraktor rumah membutuhkan uang yang tidak sedikit, biasanya jaringan Anda akan berhati-hati dalam memberikan informasi dan rekomendasi. Jika ada kontraktor rumah recommended yang disebutkan oleh jaringan Anda, maka Anda bisa menggunakan jasa kontraktor rumah tersebut. Bila jaringan Anda saja puas terhadap hasil kerja si kontraktor rumah, maka kemungkinan besar Anda pun juga mengalami kepuasan yang sama.

2. Lakukan Pengecekan Langsung

Untuk mengetahui kontraktor rumah profesional, selain mengetahuinya melalui testimoni pelanggan, Anda juga bisa melakukannya dengan melakukan pengecekan secara langsung, yaitu dengan mengunjungi proyek-proyek pembangunan rumah yang sedang mereka tangani. Dengan melihat cara dan hasil kerja mereka secara langsung, Anda akan mendapatkan informasi yang meyakinkan.

Demikian dua tips memilih kontraktor rumah versi UrbanIndo. Semoga Anda bisa menemukan kontraktor rumah yang jujur, handal, dan profesional, karena hanya kontraktor rumah yang seperti itulah yang bisa benar-benar membantu mewujudkan pembangunan rumah impian Anda

Selamat membangun rumah! :D

Keuntungan dan Kerugian Tinggal di Rumah Susun

Rumah susun atau disingkat rusun sering dianggap sebagai apartemen versi sederhana, meski sebenarnya apartemen itu sendiri bisa dikategorikan sebagai rusun. Bagi pemerintah, rusun merupakan solusi atas permasalahan berupa terbatasnya lahan pemukiman di daerah perkotaan.

Tinggal di rusun memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Berikut adalah ulasan untung rugi yang dihimpun berdasarkan pengalaman mereka yang pernah merasakan tinggal di rusun.

Keuntungan dan Kerugian Tinggal di Rumah Susun

Keuntungan dan Kerugian Tinggal di Rumah Susun

Keuntungan Tinggal di Rusun

1. Lokasi Strategis

Sebagaimana yang telah disebutkan di awal, rusun dibangun untuk menjadi solusi atas permasalahan keterbatasan pemukiman di daerah perkotaan. Karena itu, rusun biasanya dibangun di lokasi yang strategis dan dekat dengan tempat-tempat yang sering dikunjungi publik, seperti area perkantoran, rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Dengan tinggal di rusun, Anda akan mudah mengakses berbagai tempat penting tersebut.

2. Lebih Hemat

Karena lokasinya yang dekat dengan berbagai tempat penting, Anda akan mudah pergi ke tempat-tempat tersebut. Hal itu selain menghemat waktu, juga menghemat uang dan tenaga Anda.

3. Harga Murah

Walaupun berlokasi di kawasan strategis, biaya sewa rusun terbilang murah. Hal itu karena fasilitasnya yang tidak selengkap dan sebaik apartemen.

Kerugian Tinggal di Rusun

1. Kurangnya Privasi

Rusun terdiri dari beberapa lantai, blok, dan unit. Satu gedung rusun bisa memiliki ratusan unit yang itu berarti satu gedung rusun bisa ditempati oleh ratusan keluarga—ribuan orang. Antar satu unit rumah dengan unit rumah lainnya hanya dibatasi oleh tembok yang itu menyebabkan penghuni suatu unit rumah bisa mendengarkan suara dari samping rumahnya. Jika Anda tinggal di rusun, Anda pun akan mudah untuk mendengarkan suara dari samping rumah Anda bahkan tetangga Anda pun mudah untuk mendengarkan suara yang berasal dari rumah Anda. Tak jarang, kondisi ini bisa menyebabkan konflik antara sesama penghuni rusun.

2. Sempit

Unit rusun biasanya tidak terlalu luas, rata-rata hanya 21 meter persegi per unitnya. Hal itu menyebabkan sebagian penghuni mengalami kesulitan dalam menata interior rusun, terutama mereka yang memiliki jumlah anggota keluarga yang cukup banyak.

Demikian keuntungan dan kerugian tinggal di rusun. Pertimbangkan dengan matang sebelum Anda pindah ke rusun agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

Kunjungi UrbanIndo.com untuk mendapatkan informasi menarik dari dunia properti.

Waspadai Penipuan Jual Rumah

Waspadalah Penipuan

Waspadalah Penipuan

Rumah termasuk ke dalam kebutuhan primer, karena itu selalu saja ada orang yang mencarinya dan berniat membelinya. Kenyataan ini dimanfaatkan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dengan mencoba melakukan penipuan berkedok penjual rumah. Modusnya adalah dengan menawarkan rumah murah atau rumah yang harganya di bawah harga pasar.

Sebagaimana yang diberitakan oleh Tribunnews.com pada 1 Mei 2014, salah satu korban dari modus penipuan ini bernama Edwin Setijatmo dengan nilai kerugian sebanyak Rp 25 juta. Uang tersebut adalah uang muka yang ditransfer ke rekening Jaka Hartanto (28), sebagai tanda jadi beli rumah. Setelah uang ditransfer, Jaka akhirnya menghilang.

Sadar bahwa ia ditipu membuat Edwin melaporkan kasusnya ke Polsek Tandes pada 23 Maret 2014 lalu dan akhirnya kepolisian berhasil menangkap sang pelaku pada April 2014.

Selain menawarkan rumah murah dari mulut ke mulut, modus lainnya adalah dengan mengiklankan rumah murah secara online. Kasus ini diceritakan dalam sebuah forum jual-beli online. Sebut saja namanya A, ia ingin membeli rumah. A melihat sebuah iklan yang menawarkan rumah di bawah harga pasar, lengkap dengan nomor kontak si pengiklan. A pun tertarik dan bercerita kepada temannya perihal keinginannya untuk membeli rumah tersebut.

Teman A yang curiga memutuskan melihat langsung rumah tersebut. Menurut satpam di sana, rumah tersebut tidak dijual karena masih ada orang yang mengontraknya. Akhirnya, teman A ini pun menelepon si A dan memberitahukan keadaan kondisi sebenarnya rumah tersebut.

Menurut penuturan si A, si pengiklan mengatakan bahwa pemilik rumah sedang membutuhkan uang cepat sehingga kalau A memang serius, maka A harus mentransfer uang tanda jadi sebesar Rp 10 juta. Untungnya, sebelum A mentransfer uang, teman A sudah menelepon A terlebih dahulu sehingga A selamat dari penipuan.

Demikianlah beberapa kasus penipuan jual rumah. Kasus-kasus tersebut penting diketahui agar kita bisa berhati-hati saat akan membeli rumah. Waspadalah, waspadalah!

5 Solusi Untuk Mengatasi Biaya Renovasi Rumah

Berencana untuk merenovasi rumah Anda dalam waktu dekat ini tapi terbentur biaya? Jangan khawatir. Pada dasarnya ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kami akan berikan 5 solusi untuk mengatasi biaya renovasi rumah.

1. Pengajuan kredit renovasi rumah

Bukan hanya mobil saja yang bisa dilakukan pengajuan kredit, untuk renovasi rumah pun demikian. Caranya dengan menjaminkan sertifikat rumah Anda ke bank untuk mendapatkan kredit renovasi. Holcim, salah satu perusahaan penghasil semen di Indonesia mempunyai program layanan pembiayaan renovasi tersebut melalui kerja sama mereka dengan BRI dan BNI. Anda dapat menghubungi gerai Holcim terdekat di kota Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program ini.

2. Manfaatkan fasilitas top up untuk biaya renovasi rumah Anda.

Rumah Anda diperoleh dengan fasilitas KPR? Kalau begitu, Anda bisa memperoleh biaya renovasi dengan memanfaatkan fasilitas top up dari KPR Anda. Syaratnya, mengajukan dana pinjaman dengan jaminan rumah yang saat ini masih dibiayai bank dalam bentuk KPR. DI samping itu, Anda harus jadi nasabah yang telah melewati separuh dari masa kredit dan mempunyai riwayat kredit yang baik. KPR awal Anda akan ditutup dan Anda akan mempunyai kredit baru. Selisih dana plafon pinjaman Anda setelah dikurangi sisa KPR sebelumnya dapat Anda manfaatkan untuk renovasi rumah. Beberapa bank mendukung fasilitas ini.

3. Gunakan fasilitas kredit renovasi rumah dari Jamsostek.

Bagi Anda karyawan yang sudah terdaftar sebagai anggota Jamsostek (saat ini dinamakan BPJS Ketenagakerjaan) dan sudah menjadi peserta minimal 5 tahun, Anda dapat memanfaatkan fasilitas kredit renovasi rumah dari Jamsostek. Dalam membiayai kredit renovasi rumah ini, pihak Jamsostek juga bekerja sama dengan bank tertentu. Jaminannya adalah dana Anda yang tersimpan dalam rekening Jamsostek. Prosesnya mudah, Anda tinggal datang ke kantor Jamsostek terdekat dan melengkapi persyaratan yang diminta.

4. Kerja sama dengan toko material dalam bentuk pembayaran berjangka.

Seandainya Anda memiliki toko material langganan, tidak ada salahnya menjalin kerja sama dalam bentuk pembayaran berjangka. Anda bisa membayar pembelian material bangunan secara berjangka melalui angsuran bulanan. Perlu Anda ketahui bahwa toko material mempunyai target dari pihak penyuplai (distributor) untuk segera menghabiskan stok di toko. Berdasarkan hal ini dan pemahaman bahwa biaya renovasi rumah relatif besar, toko material menghabiskan stok dengan memberi kemudahan bagi calon pembeli yang akan melakukan renovasi dengan cara mengangsur untuk pembelian material bangunan di toko mereka. Tempo pembayaran biasanya dalam jangka pendek 1-3 bulan dan syarat utamanya adalah Anda dikenal baik oleh toko material bangunan tersebut. Anda dapat saja mengajukan perpanjangan tempo pembayaran jika reputasi Anda bagus atau mencari toko bangunan lainnya.

aturduit-kpr-1240x1358

5.Lakukan oper alih KPR untuk mendapatkan dana renovasi.

Apabila rumah yang Anda miliki saat ini masih berstatus kredit (KPR), maka Anda dapat melakukan oper/alih kredit ke bank lain untuk mendapatkan dana renovasi. Selisih plafon kredit dengan sisa pinjaman dapat Anda gunakan untuk biaya renovasi. Cara ini dapat Anda lakukan jika Anda tidak dapat melakukan pengajuan fasilitas top up kepada bank pemberi KPR Anda.

Kunjungi Komunitas UrbanIndo untuk tanya jawab seputar dunia properti.

Mengapa Usaha Rumah Kost Menjanjikan?

Usaha rumah kost termasuk ke dalam investasi properti. Usaha ini dianggap sangat menjanjikan oleh beberapa kalangan, salah satu adalah Panangian Simanungkali, penulis buku “Menjadi Kaya Melalui Properti”. Menurut Panangian, ada beberapa hal yang menjelaskan mengapa usaha rumah kost begitu menjanjikan.

Pertama, permintaan terhadap adanya rumah kost tinggi, terutama di daerah perkotaan yang dekat dengan kawasan perkantoran, pendidikan, dan pusat perbelanjaan. Biasanya, orang lebih memilih untuk menyewa rumah kost yang dekat dengan lokasi tempat kerja atau kuliah apabila rumah mereka jauh dari lokasi tersebut.

Kedua, usaha rumah kost memiliki keuntungan modal (capital gain) yang dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Capital gain rumah kost rata-rata lebih tinggi bila dibandingkan dengan investasi tanah kosong atau rumah sewa.

Ketiga, usaha rumah kost berpeluang mendapatkan keuntungan bukan hanya dari menyewakan rumah kost saja, tetapi juga dari menyediakan layanan tambahan bagi penghuni rumah kost seperti jasa laundry dan sekuriti.

Demikianlah penjelasan mengapa usaha rumah kost begitu menjanjikan. Jika Anda ingin berinvestasi properti, maka usaha rumah kost bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa Anda lakukan. Adapun bila Anda sudah memiliki usaha rumah kost, tetapi merasa belum mendapatkan keuntungan maksimal dari usaha tersebut, maka Anda bisa beriklan di UrbanIndo, situs jual-beli properti. UrbanIndo akan membantu mengiklankan rumah kost secara efektif sehingga Anda tidak perlu lagi kesulitan dalam mencari penyewa rumah kost Anda.

Selamat mencoba!

Ini Dia Untungnya Mengambil KPR Syariah

Sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai perbedaan KPR konvensional dan KPR Syariah. Ternyata KPR Syariah memiliki beberapa keunggulan. Bagi Anda yang mau mengambil cicilan rumah dengan metode ini, kenali dahulu keunggulan KPR Syariah. Berikut ini beberapa keuntungan dari KPR Syariah:

1. Cicilan Tetap Memudahkan Anda Melakukan Perencanaan Keuangan

Keuntungan pertama yaitu KPR Syariah memiliki cicilan tetap. Maksudnya, akad murabahah atau jual beli membuat cicilan Anda tetap sampai lunas, tidak tergantung suku bunga (karena memang bukan pembiayaan/kredit). Jika anda ingin membuat cicilan bertingkat, misalnya tahun kedua menjadi lebih murah, dst. Maka anda bisa menyampaikan rencana keuangan anda kepada pihak bank dengan memperhitungkan harga jual beli rumah sesuai kesepakatan awal.

2. Prinsip Terbuka dan Transparan

Akad KPR Syariah memungkinkan anda mengetahui jumlah angsuran, margin keuntungan bank dan biaya lain yang ada secara transparan di nyatakan secara nominal (bukan prosentase). Tujuannya membuat kedua belah pihak merasa puas dan tidak saling curiga. Dalam hal ini, nasabah juga bisa mengontrol setiap pergerakan transaksi apabila ada yang keliru atau miss.

aturduit-kpr-1240x1358

3.  Uang Muka Murah

Bagi Anda yang hendak mengambil KPR Syariah, uang mukanya cenderung lebih murah. Umumnya, KPR Syariah menetapkan uang muka di angka 20 % dari harga jual rumah. Sementara itu, ketentuan uang muka KPR Konvensional dari Bank Indonesia adalah 30 %.

Berdasarkan data di Bank Indonesia (BI), pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia sangat cepat khususnya dalam 5 tahun terakhir yaitu mencapai 40%. Pertumbuhan ini bahkan lebih cepat dibandingkan Malaysia yang lebih awal mengenal Bank Syariah. Dukungan sistem, regulasi, instrumen dan sumber daya manusia (SDM) yang semakin bagus, diyakini akan semakin memperbesar kontribusi Bank Syariah menjadi 15%-20% untuk beberapa tahun ke depan. Saat ini kontribusi Bank Syariah baru mencapai 5 % terhadap perbankan di Indonesai secara nasional.

Melihat pertumbuhan Bank Syariah yang begitu pesat khususnya dalam 5 tahun terakhir ini, membuat Anda semakin yakin untuk memilih KPR Syariah sebagai pilihan untuk memiliki rumah idaman.

Yuk, gabung dengan Komunitas UrbanIndo untuk tanya jawab tentang properti. :D

Sewa Rumah Bulanan atau Tahunan: Lebih Untung Mana?

Rumah adalah salah satu kebutuhan primer setelah sandang dan pangan. Karena dibutuhkan oleh semua orang dan jumlahnya terbatas, rumah memiliki harga yang cukup tinggi sehingga tidak semua orang beruntung bisa memilikinya. Bagi yang belum mampu memiliki rumah, maka menyewanya adalah solusi terbaik. Dengan menyewa rumah, seseorang bisa tinggal di dalam rumah tanpa harus mengeluarkan kocek yang besar. Nah, pertanyaannya, lebih menguntungkan yang mana, menyewa rumah secara bulanan atau tahunan?

Ada keuntungan tersendiri pada masing-masing pilihan, tergantung dari sudut pandang apa Anda melihatnya. Pada sewa rumah bulanan, keuntungannya adalah uang yang harus dikeluarkan saat itu tidak sebesar uang yang harus dikeluarkan saat Anda memutuskan untuk menyewa rumah secara tahunan. Walaupun begitu, total uang yang dikeluarkan untuk menyewa rumah secara bulanan tentu lebih besar bila dibandingkan dengan menyewa rumah secara tahunan. Dengan demikian, dari segi biaya, biaya sewa rumah tahunan lebih rendah bila dibandingkan dengan biaya sewa rumah bulanan. Jadi, apabila tujuan Anda adalah dengan penghematan, maka sewa rumah tahunan adalah opsi yang harus menjadi pilihan.

Itu dari segi biaya. Bila dilihat dari segi mobilitas, maka Anda tidak bisa memutuskan untuk berpindah ke lokasi yang Anda inginkan secara leluasa. Pasalnya, Anda sudah menyewa rumah secara tahunan–sehingga apabila Anda memutuskan untuk pindah rumah padahal belum setahun Anda tinggal di sana–maka Anda akan mengalami kerugian karena uang yang telah Anda bayarkan tidak bisa Anda minta kembali sebagiannya.

Demikian ulasan tentang sewa rumah bulanan dan tahunan. Kesimpulannya, bila dilihat dari sudut pandang biaya, sewa rumah tahunan lebih menguntungkan daripada sewa rumah bulanan. Adapun bila dilihat dari sudut pandang mobilitas, sewa rumah bulanan lebih menguntungkan daripada sewa rumah tahunan.

Kunjungi UrbanIndo untuk mendapatkan nasihat, tips, dan ulasan menarik lainnya seputar dunia properti.