UrbanIndo Luncurkan Aplikasi Pencarian Properti Pintar Untuk Android dan iOS

UrbanIndo dengan bangga menghadirkan aplikasi Android dan iOS bagi pengguna UrbanIndo baik itu agen properti maupun para pencari properti. UrbanIndo sangat mengerti bahwa aktivitas pemasaran dan pencarian properti merupakan aktivitas yang harus dilakukan dengan berpindah-pindah tempat. Hal ini membuat para pengguna UrbanIndo, agen maupun pencari properti, tidak dapat sewaktu-waktu berada di depan komputer. Kini para pengguna dapat dengan mudah memasarkan dan mencari properti dalam genggaman tangan.

Ketika pengguna membuka aplikasi UrbanIndo, pengguna akan langsung ditawarkan listing-listing yang terdekat dengan lokasi pengguna saat itu. Aplikasi juga menawarkan fitur untukmemfilter hasil pencarian. Lewat mode pencarian Peta, pengguna bisa melihat semua properti untuk dijual atau disewakan di daerah yang diminati. Selain itu dengan menggunakan aplikasi ini pengguna dapat menyimpan properti dan agen pilihan untuk dibuka setiap saat.

Untuk para agen properti aplikasi ini menyediakan fitur manajemen listing terutama kemudahan untuk memposting listing di mana saja. Agen dapat dengan sangat mudah memasukkan data properti baru serta memposting foto-foto langsung dari kamera perangkat. Agen kini tidak harus kembali berada di depan komputer untuk memasarkan propertinya.

“Selain untuk memfasilitasi aktivitas pengguna UrbanIndo yang sangat mobile, aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan engagement antara agen dengan pencari properti”, kata Petra Novandi Barus, Chief Technology Officer UrbanIndo, “pengguna dapat langsung menghubungi agen melalui fitur pesan pribadi yang tersedia di aplikasi. Agen dapat memaintain komunikasi dengan klien-kliennya dan melakukan follow-up kapan saja dan di mana saja. Ini sangat penting bagi semua agen.”

Fitur lain yang ditawarkan di aplikasi ini adalah direktori agen dan perusahaan real-estate. Pencari properti dapat mencari dari puluhan ribu agen dan ribuan perusahaan yang terdaftar di UrbanIndo berdasarkan nama ataupun hanya dengan mengetikkan lokasi properti yang ingin dicari.

Aplikasi UrbanIndo dapat didownload secara gratis di URL https://play.google.com/store/apps/details?id=com.clover.urbanindo untuk perangkat Android dan https://itunes.apple.com/in/app/id787339517 untuk perangkat iOS.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

UrbanIndo Closes Oversubscribed Preferred Series A Equity Financing to Accelerate Its Rapid Growth, Bolster Its Management Team and Pursue Strategic Partnerships

Bandung (June 05, 2013) – UrbanIndo, an online real estate marketplace in Indonesia, announced today that it has raised Series A funding. The financing was led by GREE Ventures, Inc. and includes participation from new investors IMJ FENOX PTE. LTD and a prominent Asian entrepreneur. Early investors include East Ventures and several Angels from Silicon Valley, USA.

Launched in November 2011, UrbanIndo is the most innovative real estate search in Indonesia. UrbanIndo simplifies the search process by allowing its users to query directly on a map, complete with innovative functionalities such as neighborhood reports, similar properties and price distribution analysis of a neighborhood within a specific listing.

“Since its founding, UrbanIndo has experienced rapid growth. The online real estate marketplace in Indonesia is shifting as users rely more and more on market data and tools to make the right decision in buying, renting or selling properties. UrbanIndo is the only online real estate marketplace in Indonesia to combine thousands of property listings with up-to-date market data and local information at the users’ fingertips. This means that virtually all the guesswork is eliminated when making the next real estate endeavor.” says Arip Tirta, Co-founder and CEO of UrbanIndo.

Bandung based UrbanIndo currently has 11 employees and plans to use the proceeds from the Preferred Series A to further accelerate its rapid growth, bolster its management team and pursue strategic partnerships. UrbanIndo has demonstrated the ability to work effectively and efficiently in a complex industry by helping its users make the most informed real estate decisions as well as providing real-estate professionals with highly effective and targeted lead gens.

About UrbanIndo
UrbanIndo is a leading online real estate marketplace to help homeowners, buyers, sellers, renters, property agents and landlords find and share information about real estate in Indonesia. Launched in November 2011, the company empowers its users with the tools and resources to make smart property decisions. It’s the only online real estate marketplace in Indonesia to combine thousands of property listings with market data and local information.

About GREE Ventures, Inc.
GREE Ventures, Inc. makes Series A investments in start-up companies that have the potential to play an active regional role in East Asia and Southeast Asia. Staffed by experienced professionals with offices in Singapore and Tokyo, GREE Ventures, Inc. provides strategic partnership and mentoring to young start-up companies. GREE Ventures, Inc. is the venture capital arm of GREE, Inc. (TSE:3632), a global mobile social company.

About IMJ Fenox Pte. Ltd
IMJ Fenox Pte. Ltd (IMJ Fenox) has been jointly established by IMJ Corporation, a leading web and mobile solutions provider in Japan, and Fenox VC, global investor headquartered in Silicon Valley. The new establishment will invest in mobile, Internet, and software technologies globally with a focus on Southeast Asia, Japan and the United States. Fenox VC’s global network and IMJ’s domain expertise in digital services will help startups penetrate the global market.

***
For additional information or to request images, please contact;

Elvy Chandra
Maverick
elvy@urbanindo.com
+628 5720 2202 05
Jln Cihampelas no 54a, Bandung – Jawa Barat, Indonesia

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Tujuh Atap Bangunan Menakjubkan di Seluruh Dunia

Atap rumah merupakan salah satu bagian penting dari struktur bangunan yang berfungsi sebagai penutup atau pelindung dari panas matahari dan hujan yang menutupi seluruh bagian atas bangunan. Biasanya kita mengenal jenis bahan atap rumah sebatas terbuat dari genteng, sirap, rumbia, seng, PVC dan alumunium dengan bentuk standar seperti, pelana kuda, limasan atau bentuk miring. Untuk beberapa perancang rumah, menciptakan bentuk atap rumah yang lain dari biasanya merupakan salah satu inovasi karya yang “berani”.

Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa bentuk atap rumah unik di seluruh dunia.

1. Monumen Hiu di Oxford, Inggris

Monumen Hiu di Oxford, Inggris

Monumen Hiu di Oxford, Inggris

Seekor ikan hiu menancap tepat di atas rumah milik Bill Heine, di Headington, Oxford, Inggris. Sang pemilik sengaja membuat  patung fiberglass itu “tertancap” di atap rumahnya pada tahun 1986. Di awal kemunculannya rumah “nyeleneh” ini sempat menuai kecaman dari para tetangga, sebelum diresmikan sebagai museum di kemudian hari. Monumen hiu ini didirikan sebagai bentuk protes sang pemilik terhadap efek radiasi nuklir pada manusia.

2. Atap Rumput di Norwegia

Atap Rumput di Norwegia

Atap Rumput di Norwegia

Rumah tua yang telah ditinggalkan pemiliknya ini ditumbuhi beberapa tanaman yang sengaja dibiarkan tubuh liar selama bertahun – tahun. Alam telah mengambil alih rumah yang terletak di dekat padang rumput luas di dekat Gol, Norwegia. Terletak di jalur lintas Norwegia, rumah beratapkan rumput dan beberapa tanaman liar ini berhasil memikat para pengguna jalan untuk sekedar berhenti maupun mengambil foto.

 

3. Rumah Daun di Rio de Janeiro, Brazil

Rumah Daun di Rio de Janeiro, Brazil

Rumah Daun di Rio de Janeiro, Brazil

Menggabungkan sebuah inovasi dan keindahan arsitektur, rumah yang dijuluki “The Leaf House” ini memiliki “daun” yang melindungi semua struktur rumah. Dibangun dengan dengan mengedepankan ruang terbuka Sang arsitek Mareine dan Patalano, mendapatkan inspirasi dari struktur tradisional India. Menyesuaikan dengan lokasi yang berada di tepi pantai Rio de Janeiro, atap yang berbentuk kelopak daun ini berfungsi sebagai ventilasi alami. Di musim penghujan, atapnya berfungsi sebagai penampung air hujan yang digunakan kembali untuk kepentingan di dalam rumah. Bentuk atap juga memungkinkan angin laut masuk secara merata ke seluruh bagian rumah.

4. Apartemen Hundertwasser di Vienna, Austria

Dirancang oleh arsitek dan pelukis asli Austria, Friedenscreich Hundertwasser, dibangun antara tahun 1983 dan 1986. Memiliki 105 unit apartemen, bangunan ramah lingkungan ini menjadi situs warisan budaya yang sangat penting di Austria. Dengan atap berbentuk spiral dan ditumbuhi semak di setiap celahnya berhasil membuat bangunan ini menjadi apartemen ramah lingkungan di Eropa.

Apartemen Rumah Daun di Rio de Janeiro, Brazil

Apartemen Rumah Daun di Rio de Janeiro, Brazil

5. Rumah Tongkonan, Sulawei Selatan, Indonesia

Rumah Tongkonan, Sulawei Selatan

Rumah Tongkonan, Sulawei Selatan

Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Tana Toraja di Sulawesi Selatan. Rumah berbentuk panggung ini dibangun dari kayu dimana kolong di bawah rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau. Atapnya rumah tongkonan dilapisi ijuk hitam dan bentuknya melengkung persis seperti perahu telungkup dengan buritan. Semua rumah tongkonan berdiri berjejer akan mengarah ke utara. Arah tongkonan yang menghadap ke utara serta ujung atap yang runcing ke atas melambangkan leluhur mereka yang berasal dari utara.

6. Rumah Gelembung di Tourrettes-sur-Loup, Perancis

Rumah Gelembung  ini merupakan rancangan seorang arsitek Hungaria Antti Lovag untuk perancang busana, Pierre Cardin pada awal tahun 70-an. Oleh pemerintah Perancis, khususnya kementrian budaya, bubble house ini didaftarkan sebagai sebuah monumen bersejarah meski rumah itu belum selesai. Seperti namanya, bubble house, rumah gelembung itu berbentuk seperti gelembung-gelembung yang sekaligus merupakan tembok-temboknya, dimana bubble house ini sangat futuristik, organik, bahkan  jendela serta pintu dibuat  berbentuk cembung, dan oval.

Rumah Gelembung di Tourrettes-sur-Loup, Perancis

Rumah Gelembung di Tourrettes-sur-Loup, Perancis

7. Museum di Les Loucs sur Bulogne, Perancis

Museum di Les Loucs sur Bulogne, Perancis

Museum di Les Loucs sur Bulogne, Perancis

Ini sebenarnya bukan rumah tinggal, tapi sebuah museum sejarah yang terletak di Les Loucs sur Bulogne. Yang paling menarik  tentang rumah ini adalah bahwa Anda pada tidak bisa melihat atapnya dari kejauhan. Museum ini dibangun sedemikian rupa sehingga benar-benar menyatu dengan alam dan memberikan ilusi optik yang sempurna .Terdiri dari bangunan berukuran besar dengan atap seperti lapangan sepak bola, bisa dipastikan Anda tidak akan bisa melihat bangunan ini dari jarak jauh.

Kunjungi UrbanIndo.com untuk menemukan informasi-informasi menarik mengenai properti di seluruh dunia.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Agen Supriyadi Balindo Realty: Mendapatkan Pembeli dari Luar Kota dan Luar Negeri dari UrbanIndo.com

Menjadi agen properti tidak hanya membutuhkan jaringan komunikasi yang luas tetapi jangkauan yang luas juga. Beriklan merupakan salah satu upaya memasarkan properti dengan jangkauan yang lebih luas, “Beriklan secara online sangat membantu sekali, sekarang era internet, orang mencari rumah tinggal browsing.” Menurut pengakuan Agen Supriyadi dari Balindo Realty Lingkar Selatan.

Sebagai tempat sentral pariwisata dan pendidikan, kota Bandung banyak didatangi oleh penduduk dari luar kota seperti: Garut, Sumedang, Jakarta, Surabaya atau daerah-daerah lainnya.  “Prospek properti di Bandung sangat bagus, permintaan selalu ramai, terutama untuk tanah dan rumah, terutama untuk rumah tinggal dengan harga dibawah Rp. 1 Miliar.” Cerita agen yang telah bergabung selama satu tahun dengan UrbanIndo.com ini.

Agen Supriyadi - BALINDO REALTY Lingkar Selatan Bandung

Agen Supriyadi – BALINDO REALTY Lingkar Selatan Bandung

Daya dukung lahan yang masih relatif tinggi, sejak tahun 2011 geliat pembangunan perumahan residential di Kota Bandung  terus meningkat.” Sekarang ini banyak perumahan-perumahan baru, terutama untuk bagian Bandung Timur yang peminatnya sangat banyak.” tutur agen yang telah bergabung selama 3 (tiga) tahun dengan Balindo Realty Lingkar Selatan ini.

Rumah Kos di Jatinangor, Sumedang

Rumah Kos di Jatinangor, Sumedang

Rumah di Setra Dago, Antapani - Bandung

Rumah di Setra Dago, Antapani – Bandung

Tidak hanya mendapatkan pengunjung dari  Indonesia, situs website properti termodern UrbanIndo.com juga membuktikan bahwa dapat dijangkau luas di seluruh dunia, “Ada beberapa yang terjual melalui UrbanIndo.com, bahkan yang terakhir ada pembeli dari Australia, juga dari UrbanIndo. Yang sebelumnya juga ada dari Kalimantan dan Jakarta.”

Rumah di Antapani, Bandung

Rumah di Antapani, Bandung

Rumah di daerah Turangga - Bandung

Rumah di daerah Turangga – Bandung

“Saya sangat puas dengan UrbanIndo.com, postingnya mudah dilengkapi dengan peta yang jelas, setiap minggu Saya juga mendapatkan laporan melalui email dan yang penting respon customer service nya cepat.” Tutur agen yang akrab dipanggil Pak Pri ini.

Kunjungi UrbanIndo.com untuk mendapatkan informasi-informasi menarik mengenai properti di seluruh Indonesia.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Serba-Serbi Sertifikat Hak Guna Bangunan Bagian 2: Cara Merubah HGB Menjadi SHM

Kepemilikan lahan dengan status sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik. Perubahan status kepemilikan atas suatu lahan dari HGB ke SHM ini bertujuan untuk memperjelas status hukum kepemilikan atas suatu lahan, hal ini sangat bermanfaat bagi pemilik apabila dikemudian hari terjadi pindah tangan kepemilikan maupun terjadi sengketa. Status kepemilikan hak milik merupakan status kepemilikan paling kuat tanpa campur tangan atau kemungkinan dimiliki oleh pihak lain. Kepengurusan perubahan sertifikat HGB menjadi SHM dilakukan pada kantor pertanahan di wilayah tempat lokasi lahan tersebut berada.

Berikut ini adalah langkah-langkah kepengurusannya:

1. Membeli dan Mengisi Formulir Permohonan

Anda juga harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat. Surat ini sebaiknya sudah diproses sebelum Anda mengajukan pengubahan status sertifikat HGB menjadi SHM. Ketika surat ini sudah ada, segeralah di-copy beberapa lembar dan lampirkan aslinya bersama dengan dokumen-dokumen yang telah disiapkan.

2. Menyiapkan Dokumen

Untuk merubah status sertifikat kepemilikan HGB menjadi SHM Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen-dokumen untuk melengkapi persyaratan, diantaranya:

a. Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB)

Siapkan sertifikat asli HGB yang akan dirubah status, karena sertifikat asli merupakan dokumen paling penting dalam kepengurusan. Anda juga memerlukan beberapa copy sertifikat untuk cadangan

b. Copy Izin Mendirikan Bangunan

Dokumen IMB ini diperlukan sebagai bukti legalitas bahwa lahan dipergunakan untuk mendirikan suatu bangunan. Sebagai tambahan juga bisa menggunakan surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa lahan tersebut digunakan untuk mendirikan bangunan atau sebagai rumah.

c. Identitas diri

Siapkan dokumen identitas diri pemohon seperti KTP dan KK, atau akta pendirian apabila dilakukan oleh badan hukum. Apabila dikuasakan kepada orang lain disertakan surat kuasa dan fotocopy kartu identitas penerima kuasa.

d. SPPT PBB

Dokumen pajak diperlukan untuk melihat rekam jejak pembayaran pajak dan kondisi lahan, seperti luas tanah dan luas bangunan yang terkena pajak.

e. Surat Pernyataan Kepemilikan Lahan

Pemohon harus menyertakan surat pernyataan tidak memiliki tanah lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas keseluruhan tidak lebih dari 5.000 m2.

3. Membayar Biaya Perkara

BPHTB ( Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ) merupakan Biaya yang wajib anda bayarkan. Anda akan dikenai biaya peningkatan HGB menjadi SHM. Besar biaya tergantung biaya NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah. Adapun rumus menentukan biaya NJOP sebagai berikut: 2% x (NJOP Tanah – NJOPTKP Rp 60 juta).

Note : Untuk Tarif 2% dan NJOPTKP (NJOP Tidak Kena Pajak ) Diatur oleh Pemerintah daerah Masing Masing, Dalam Pengunaannya tarif tersebut bisa berbeda antara setiap daerah karena Pengolahan BPHTB diatur oleh setiap daerah masing – masing dalam bentuk Perda.

Biaya perkara yang dikeluarkan akan berbeda disetiap daerah, karena biaya perkara mengacu pada peraturan pemerintah daerah dan luas lahan.

Apabila Anda tidak ingin repot mengurus, Anda bisa menggunakan jasa Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dengan biaya tambahan.

Kunjungi UrbanIndo.com untuk mendapatkan informasi-informasi mengenai properti di seluruh Indonesia.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Agen Agung Bagiada: Respon Cepat, Baru Posting di UrbanIndo.com Langsung Ada Peminat

Bali, salah satu ikon pariwisata Indonesia ini dikenal sebagai pulau yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Tingginya kegiatan pariwisata di Bali juga mendorong tinggiya permintaan properti. Menurut Agen Agung Bagiada, Property Consultant dari Century 21 Heavenly Bali, banyak investor melirik Pulau Dewata ini untuk tujuan investasi. Tak heran jika hingga akhir tahun lalu saja, harga properti di Bali naik hingga 20 %. “Untuk perkembangan properti di Bali sangat tinggi, sekarang banyak yang melakukan investasi besar-besaran di Bali.” Bahkan tujuan investasinya kian mengarah ke arah pedesaan yang masih asri. Investasi di Bali masih di dominasi untuk tempat tinggal, seperti rumah atau apartemen serta kebutuhan pariwisata seperti villa serta ruang usaha. Untuk daerah sasaran investor berada di sekitar Kuta, Renon dan sekitar Denpasar.

Agen Agung Bagiada Property Consultant of Century 21 Heavenly Bali

Agen Agung Bagiada Property Consultant of Century 21 Heavenly Bali

Agen yang menggeluti dunia properti sejak tahun 1999 ini paham betul mengenai perkembangan bisnis properti di Pulau yang dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura  ini, “Saya ikut mengalami pasang surut bisnis properti di Bali, mulai dari krisis tahun 1999 hingga kasus Bom Bali yang menghebohkan dunia.”

Rumah di Alanna Prestige Kerobokan, Bali

Rumah di Alanna Prestige Kerobokan, Bali

Agen yang aktif sebagai property consultant ini tidak hanya mengelola properti-properti siap jual saja, beliau juga bekerjasama dengan beberapa developer untuk membangun perumahan-perumahan baru, “Saya juga dipercaya developer sebagai pengawas 100 %, jadi mulai dari tanah kosong hingga proses pengembangan Saya tangani. Yang terbaru proyek Alanna Prestige.” cerita Agen Agung ketika dihubungi UrbanIndo.com Hari sabtu, 11 Mei 2013 lalu.

Sebagai penunjang penjualan properti-properti yang dikelola, agen asli Bali ini juga menggunakan media online untuk beriklan, salah satunya UrbanIndo.com, “Saya beriklan di 5 website properti, dan dari UrbanIndo.com responnya paling tinggi, bahkan pernah saya baru memberikan data ke kantor, di UrbanIndo langsung ditayangkan, sampe Saya heran, perasaan baru pasang kok pagi-pagi sudah ada yang nelpon menanyakan.” Jelas agen yang  menjadi Top Listing di Century 21 Heavenly ini.

Tanah Kavling di Kulibul, Bali

Tanah Kavling di Kulibul, Bali

Rumah di Jalan Gurita, Denpasar, Bali

Rumah di Jalan Gurita, Denpasar, Bali

Rumah di Banjar Semer, Kuta, Bali

Rumah di Banjar Semer, Kuta, Bali

Agen yang bergabung dengan UrbanIndo.com sejak bulan Januari 2013 ini, telah berhasil menjual beberapa propertinya melalui UrbanIndo.com, “Yang sudah terjual sudah banyak ya, diantaranya yang di Banjar Semer, 14 tanah kavling di Kayu Tulangrumah yang di Jalan Gurita, trus tanah kavling di Kulibul, lainnya lupa hahaha” jelas Agen Agung sambil tertawa.

Tanah Kavling di Kayu Tulang

Tanah Kavling di Kayu Tulang

“Yang jelas, Saya berterima kasih sekali dengan UrbanIndo.com, sudah banyak dibantu, customer service nya juga baik, langsung menginfokan. Sukses selalu untuk UrbanIndo.com”

Kunjungi UrbanIndo.com untuk beriklan secara mudah dan GRATIS.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Serba-Serbi Sertifikat Hak Guna Bangunan Bagian 1: Keuntungan dan Kerugian HGB

Di tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai Jenis – Jenis Sertifikat Kepemilikan Lahan yang ada di Indonesia. Di tulisan kali ini kita akan membahas lebih mendetail tentang Sertifikat Hak Guna Bangunan  (SHGB) atau biasa dikenal dengan Hak Guna Bangunan (HGB) saja.

Pemegang sertifikat HGB hanya bisa memanfaatkan lahan tersebut baik untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain dalam kurun waktu tertentu. Untuk kepemilikan, lahannya masih dimiliki oleh negara. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) mempunyai batas waktu tertentu misalnya 30 tahun dan dapat diperpanjang untuk waktu 30 tahun. Setelah melewati batas waktunya, pemegang sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB-nya.

Berikut ini akan dijelasakan mengenai keuntungan dan kerugian membeli properti dengan status sertifikat HGB.

1. Keuntungan Membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan

 a. Tidak Membutuhkan Dana Besar

Dengan membeli properti berstatus HGB Anda tidak perlu menyiapkan dana besar daripada membeli properti dengan status SHM. Apalagi dengan harga tanah yang semakin tinggi dari tahun ke tahun, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk memiliki properti yang Anda inginkan.

 b. Peluang Usaha Lebih Terbuka

Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama. HGB biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial seperti mendirikan usaha kos, gedung perkantoran, kios, ruko, apartemen dan lain – lain. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, membeli properti dengan status HGB dapat digunakan untuk mengembangkan usaha seperti, menambah modal, sehingga peluang usaha lebih menguntungkan.

 c. Bisa dimilik oleh Non WNI

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai salah satu tujuan investasi yang menjanjikan, sehingga banyak Warna Negara Asing (WNA) yang bekerja atau tinggal di wilayah Indonesia. Keterbatasan status hukum yang dimiliki oleh WNA, membuat properti dengan status HGB menjadi solusi aman untuk memiliki properti. Biasanya para WNA tersebut membeli rumah, apartemen atau ruang komersil untuk mendukung pekerjaan mereka di Indonesia.

2. Kerugian membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan

a. Jangka Waktu Terbatas

Secara hukum HGB bukanlah hak milik atas sebuah lahan, pemilik hanya memiliki hak untuk memanfaatkan bangunan yang berdiri di suatu lahan milik negara. Secara sederhananya, apabila Anda membeli properti dengan status sertifikatnya HGB, maka yang Anda miliki hanya bangunannya saja, sedangkan tanahnya berstatus dikuasai oleh negara, sehingga diperlukan perpanjangan atas hak penggunaan lahan dan hanya bisa dilakukan sebanyak 2 (dua) kali perpanjangan. Dengan status yang bukan milik sendiri tersebut menjadikan status HGB lebih ribet, karena Anda harus mengurus perpanjangan setiap kurun waktu tertentu.

b. Tidak Bebas

Karena jangka waktu penggunaan yang terbatas tersebut, pemilik properti tidak bisa bebas dalam melakukan perubahan – perubahan terhadap bangunan yang berdiri. Hal ini biasanya terjadi untuk pembelian rumah yang dikelola oleh developer tertentu, pemilik harus mematuhi aturan pemugaran yang ditetapkan oleh developer.

Solusi untuk mengatasi permasalahan yang timbul ketika membeli properti HGB adalah memperhitungkan secara cermat sebelum memutuskan untuk membeli properti HGB, dalam hal keuntungan apa yang diperoleh selama memiliki properti tersebut dan perhitungkan jumlah dana yang dikorbankan dengan potensi keuntungan yang di dapat, sehingga resikonya bisa diminimalisir.

Nantikan tulisan selanjutnya mengenai cara mengubah sertifikat Hak Guna Bangunan menjadi sertifikat Hak Milik.

Kunjungi UrbanIndo.com untuk mendapatkan informasi-informasi mengenai properti di seluruh Indonesia

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Analisis Properti di Kota Depok, Jawa Barat April 2013

Kota Depok, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta – Bogor. Di  kota ini pula berdiri Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia. Kota Depok selain sebagai kota otonom yang berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta juga merupakan wilayah penyangga Ibu Kota Negara yang diarahkan untuk kota pemukiman, kota pendidikan, pusat pelayanan perdagangan dan jasa, kota pariwisata, dan sebagai kota resapan air. Bencana banjir di DKI Jakarta, diyakini akan mendorong warga Ibu Kota beramai-ramai menjual rumahnya dan memilih tinggal di kota pinggiran, seperti Depok. Hal ini menjadi berkah bagi perkembangan bisnis properti di wilayah tersebut.

Peta Kota Depok, Jawa Barat

Peta Kota Depok, Jawa Barat

Menurut perhitungan Area Analytics berdasarkan data dari UrbanIndo.com, sejak bulan Juli 2012 hingga April 2013 pemasaran properti untuk daerah Depok setiap bulan selalu meningkat, di akhir bulan April 2013 total properti yang dipasarkan mencapai 1602 properti. Total tersebut meliputi rumah sebanyak 1157 buah, tanah 361 unit, sisanya ruko dan ruang usaha/properti komersial.

Grafik Penjualan Properti di Kota Depok, Jawa Barat

Grafik Penjualan Properti di Kota Depok, Jawa Barat

Pembangunan dua jalan tol baru yang menghubungkan Jalan Tol Pangeran AntasariCitayamBojonggede sepanjang 22 kilometer dan Jalan Tol Cinere -Jagorawi sepanjang 14,5 kilometer, sangat berbengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Depok. Harga properti untuk daerah Depok juga mengalami beberapa perubahan, salah satunya untuk harga rata-rata rumah yang berada di angka  Rp 4,84 juta/m2 , naik 1,9% dari akhir tahun 2012. Untuk harga tanah masih stabil di angka Rp 1,13 juta/m2. Untuk harga jenis properti lain seperti ruko masih stabil mengikuti harga jual tanah.

Grafik Harga Properti di Depok, Jawa Barat

Grafik Harga Properti di Depok, Jawa Barat

Menurut data Area Analytics UrbanIndo.com masih didominasi pencari properti untuk tempat tinggal, sebanyak 69% pengunjung mencari properti dalam bentuk rumah di daerah Depok, dan 27% merupakan pencari properti jenis tanah, sisanya dalam bentuk ruko dan properti komersial. Sedangkan data statistik pengunjung UrbanIndo.com mencatat lokasi asal pencari properti untuk daerah Depok didominasi oleh penduduk Jakarta sebanyak 74,4%, dan ditempat kedua berasal dari Bogor sebanyak 6,74%, lainnya berasal dari daerah Bekasi, Depok, Semarang dan kota-kota lain di Indonesia.

 

Grafik Pencarian Properti di Depok, Jawa Barat

Grafik Pencarian Properti di Depok, Jawa Barat

Grafik Pengunjung

Grafik Pengunjung

Kunjungi  Area Analytics UrbanIndo.com untuk info selengkapnya.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Agen Wawan Setiawan: UrbanIndo.com Mudah, Cepat dan Fasilitas Lengkap

Jakarta Selatan merupakan wilayah yang paling banyak memiliki perumahan kelas menengah dan sentra ekonomi paling aktif di Jakarta. Seperti yang telah dibahas di Analisis Properti di Jakarta Selatan, Agen Wawan Setiawan juga membenarkan bahwa penjualan properti untuk Jakarta Selatan semakin meningkat. Kawasan selatan Jakarta menjadi salah satu tempat favorit pengembang membangun town house, karena daerah tersebut mempunyai nilai jual tinggi. Bahkan, sebagian kalangan menilai tinggal di selatan Jakarta memiliki prestige yang lebih dibandingkan wilayah lain. Tidak heran, town house banyak bermunculan di selatan Jakarta.. “Untuk saat ini yang paling banyak dicari adalah townhouse kelas menengah, dengan harga jual Rp. 500 juta – Rp. 1 Miliar.”

Profil Agent Wawan Setiawan

Profil Agent Wawan Setiawan

Rumah townhouse adalah suatu komplek rumah yang  menawarkan konsep satu pintu gerbang plus petugas jaga 24 jam, biasanya berisi 10-20 unit rumah dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti kolam renang, sport club atau pusat belanja. Alasan keamanan dan privasi, menjadikan menjadi faktor utama pencari properti lebih memilih rumah dalam cluster atau townhouse, fenomena ini dimanfaatkan dengan baik oleh beberapa developer. “Saya bekerja sama dengan beberapa developer untuk memasarkan rumah townhouse atau cluster terutama di daerah Jagakarsa.” terang agen yang bergabung 3 bulan lalu bersama UrbanIndo.com ini.

Rumah di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Rumah di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Cluster di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Cluster di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Sebagai member baru, agen yang aktif mengelola listing di UrbanIndo.com ini merasa puas dengan pelayanan UrbanIndo.com, “Saya merasa dimudahkan dengan beriklan di UrbanIndo.com, fasilitasnya lengkap dan postingnya sangat cepat, iklan bisa langsung tayang. Respon yang di dapat juga tinggi.” cerita agen yang memiliki 32 listing rumah townhouse di UrbanIndo.com ini.

Hunian Cluster di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Hunian Cluster di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Mengelola rumah-rumah townhouse untuk daerah Jagakarsa dan Kebagusan ini juga mengatakan bahwa untuk listing-listing rumah yang baru diiklankan di UrbanIndo.com telah mendapat respon positif dari klien, “Saya kan baru posting listing terbaru, responnya sudah banyak yang masuk. Ada beberapa klien yang berasal dari UrbanIndo.com, mudah-mudahan deal. Saya akan posting lebih banyak lagi untuk iklan terbaru di UrbanIndo.com”

Kunjungi UrbanIndo.com untuk kemudahan dalam mengiklankan properti Anda.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn

Jenis – jenis Sertifikat Kepemilikan Lahan

Kepastian hukum atas tanah atau rumah merupakan hal penting yang perlu di perhatikan sebelum melakukan pembelian. Kejelasan akan status hukum sebuah properti diperlukan apabila akan melakukan jual-beli, mendirikan bangunan ataupun sebagai jaminan kredit di bank. Sebelum melakukan pembelian properti, pastikan dahulu status hukumnya agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Cara mengetahui status hukum suatu tanah atau rumah bisa dilihat melalui kelengkapan-kelengkapan dokumennya, atau dengan meminta bantuan jasa notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Berikut ini adalah jenis-jenis status hukum atas kepemilikan lahan  yang ada di Indonesia:

1. Girik

Girik sebenarnya bukan salah satu jenis sertifikat properti. Girik adalah bukti surat pembayaran pajak atas suatu lahan, yang merupakan bukti bahwa seseorang telah mengusai sebidang lahan. Lahan dengan status girik adalah lahan bekas hak milik adat yang belum di daftarkan pada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jadi girik bukanlah merupakan bukti kepemilikan hak, tetapi hanya merupakan bukti penguasaan atas suatu lahan  dan pembayaran pajak atas tanah tersebut. Girik tidak kuat status hukumnya seperti sertifikat, tetapi girik bisa dijadikan dasar untuk membuat sertifikat tanah. Jadi apabila akan mengadakan transaksi jual beli lahan girik, harus dipastikan bahwa nama yang tertera di dalam dokumen girik tersebut harus sama dengan nama yang tertera dalam akta jual beli. dibuktikan dengan dokumen pendukung yang dapat diterima yang merupakan sejarah kepemilikan lahan sebelumnya. Sejarah kepemilikan lahan diperlukan apabila ingin meningkatkat status hukum suatu lahan menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) maupun Sertifikat Hak Milik (SHM). Istilah Girik biasa dikenal dengan tanah adat, petok, ricik, ketitir dan lain-lain.

2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

Sertifikat Hak Guna Bangunan adalah jenis sertifikat dimana pemegang sertifikat hanya bisa memanfaatkan lahan tersebut baik untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain dalam kurun waktu tertentu. Untuk kepemilikan, lahannya dimiliki oleh negara. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) mempunyai batas waktu tertentu misalnya 30 tahun dan dapat diperpanjang untuk waktu 20 tahun. Setelah melewati batas waktunya, pemegang sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB-nya.  Lahan dengan status SHGB boleh dimiliki oleh non Warga Negara Indonesia (non WNI).  Lahan dengan status SHGB biasanya adalah lahan-lahan yang dikelola oleh developer seperti perumahan atau apartemen, tetapi juga tidak memungkiri juga untuk gedung perkantoran.

3. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah jenis sertifikat yang pemiliknya memiliki hak penuh atas kepemilikan suatu lahan  pada kawasan dengan luas tertentu yang telah disebutkan dalam sertifikat tersebut. Status SHM adalah status yang paling kuat untuk kepemilikan lahan karena lahan sudah menjadi milik seseorang tanpa campur tangan ataupun kemungkinan pemilikan pihak lain. Status Hak Milik juga tidak terbatas waktunya seperti Sertifikat hak Guna Bangunan. Melalui sertifikat ini, pemilik bisa menggunakannya sebagai bukti kuat atas kepemilikan tanah, dengan kata lain, bila terjadi masalah, maka nama yang tercantum dalam SHM adalah pemilik sah berdasarkan hukum. Sertifikat Hak Milik (SHM)  juga bisa menjadi alat yang kuat untuk transaksi jual beli, atau juga jaminan kredit. Proses mendapatkan sertifikat tanah melalui notaris/PPAT agar diuruskan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dimana notaris lebih mengetahui seluk beluk dan syarat pembuatan seritifikat tanah. Syarat masing-masing berbeda bila tanah tersebut tanah hibah atau jual beli, tanah adat, tanah lelang, dan sebagainya. Untuk Sertifikat Hak Milik hanya diberlakukan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) saja.

Selain 3 (tiga jenis) sertifikat kepemilikan lahan diatas, ada beberapa status hak guna atas  tanah dan bangunan yang lain, seperti Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Pakai (SHP) yang akan dibahas di tulisan selanjutnya. Untuk Akta Jual Beli tidak dimasukkan didalam jenis sertifikat kepemilikan karena AJB hanya merupakan bukti hukum telah terjadi transaksi jual-beli antara dua belah pihak.

Kunjungi UrbanIndo.com untuk kemudahan menemukan properti impian Anda.

TwitterFacebookEmailGoogle+LinkedIn