Sertifikat Tanah Hilang? Segera Lakukan Ini!

Kehilangan sertifikat tanah merupakan sebuah hal yang membingungkan. Seperti yang kita tahu, sertifikat merupakan bukti kepemilikan yang sah. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan? Kalau hal ini terjadi pada Anda, cukup lakukan hal berikut ini!

Ajukan Permohonan Sertifikat Baru

Ketika sertifikat yang dimiliki hilang, Anda bisa mengajukan sertifikat baru sebagai pengganti dari sertifikat yang hilang. Hal ini tercantum dalam Pasal 57 Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Perlu diketahui bahwa permohonan sertifikat baru ini hanya bisa diajukan oleh seseorang yang namanya tercantum sebagai pemegang hak. Selain itu, bisa juga pihak lain yang merupakan penerima hak berdasarkan akta PPAT.

Bagaimana jika pemegang hak sudah meninggal? Nah, permohonannya dapat diajukan oleh sang ahli waris dengan cara menunjukkan bukti ahli waris. Penjelasannya pun tercantum pada Pasal 57 Ayat 3 PP No.24 Tahun 1997. Berikut isinya:

“Dalam hal pemegang hak atau penerima hak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sudah meninggal dunia, permohonan sertifikat pengganti dapat diajukan oleh ahli warisnya dengan menyerahkan surat tanda bukti sebagai ahli waris.”

Bukan hanya itu, dalam Pasal 59 di PP yang sama, dijelaskan bahwa permohonan pergantian sertifikat yang hilang pun harus disertai pernyataan sumpah dari yang bersangkutan di hadapan Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk mengenai hilangnya sertifikat hak yang bersangkutan.

Syarat Permohonan

Setelah tahu apa saja yang harus dilakukan, tentunya Anda pun harus menyiapkan berbagai berkas untuk mengajukan sertifikat baru. Beberapa berkas tersebut terdiri dari:

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai;
  2. Surat Kuasa apabila dikuasakan;
  3. Fotokopi identitas pemohon (KTP dan KK) serta surat kuasa apabila dikuasakan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas;
  4. Fotokopi Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas;
  5. Fotokopi sertifikat (jika ada);
  6. Surat Pernyataan di bawah sumpah pemegang hak/pihak yang menghilangkan;
  7. Surat tanda kehilangan dari kepolisian setempat.

Perlu Anda ketahui juga bahwa di dalam formulir permohonan perlu terdapat data yang terdiri dari:

  1. Identitas diri
  2. Luas, letak, dan penggunaan tanah
  3. Pernyataan tanah tidak sengketa dan tanpa perubahan fisik
  4. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik

Tidak sulit bukan mengurus sertifikat tanah yang hilang? Kini Anda tidak perlu bingung lagi, cukup siapkan berkas di atas dan langsung datang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Semoga bermanfaat!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis