Kuta Selalu Menjadi Pilihan Wisata. Bagaimana Nilai Investasinya?

Belum lama ini, Raja Salman dari Arab Saudi mengunjungi Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, rombongan Raja Salman pun mengunjungi Pulau Bali, khususnya wilayah Jimbaran, Kuta, dan Seminyak. Nah, salah satu wilayahnya yaitu Kuta, menduduki peringkat ke-4 dengan wilayah paling berkembang pada awal tahun 2017. Yuk, kenali lebih lanjut!

Meski sempat berkembang, ternyata hingga bulan Februari 2017, wilayah Kuta mengalami penurunan 1,30% di semua sektor properti. Penurunan paling tinggi terjadi pada sektor tanah yang mencapai 2,78% dan disusul oleh rumah 1,84%.

Dari penurunan yang terjadi di beberapa sektor, nampaknya wilayah Kuta masih memiliki daya tarik yang kuat di sektor wisata. Hal ini pun menarik perhatian banyak orang untuk mulai berinvestasi di Kuta. Buktinya saja, sektor vila mengalami kenaikan rata-rata harga sebesar 2,69%.

Lalu, sektor properti apa yang tepat untuk dijadikan investasi? Nampaknya Anda harus mencoba untuk berinvestasi apartemen, vila, dan rumah. Memangnya ada apa dengan ketiga jenis properti itu? Nah, berdasarkan analisis wilayah di Kuta, banyak yang mencari ketiga jenis properti tersebut, namun jumlah persediaannya belum memenuhi.

Sebagai buktinya, permintaan pada sektor apatemen mencapai 13,65% dengan persediaan hanya 5,3%. Selanjutnya, persediaan rumah hanya 15,15% dengan permintaan cukup tinggi mencapai 22,62%. Kemudian untuk permintaan vila pun ada pada angka 20,79% dengan persediaan masih di angka 18,56%.

Berapa nilai yang harus disiapkan untuk berinvestasi di wilayah Kuta? Wilayah yang satu ini memang bisa dibilang berkembang dan menjadi salah satu pilihan investasi, sehingga yang disiapkan pun cukup tinggi.

Perlu diketahui bahwa sebanyak 23,39% properti di Kuta ada pada kisaran harga Rp1,86 – 3,4 miliar. Padahal, permintaan harganya berada di bawah itu. Sebanyak 35,35% pencari properti menginginkan harga Rp1,09 – 1,86 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa Anda harus siap bersaing untuk mendapatkan properti idaman dengan harga yang murah.

Memang di mana saja daerah yang menjadi favorit berinvestasi di wilayah Kuta? Hal yang satu ini pun menjadi sangat penting untuk diketahui agar tidak mengalami kerugian saat membeli properti. Wilayah yang paling banyak diminati tentunya memiliki beragam keunggulan, baik dari lokasi yang strategis maupun fasilitas yang ada di sekitar.

Khusus di wilayah Kuta, kawasan yang paling banyak diminati adalah Canggu. Nampaknya hal ini didukung oleh banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh Canggu. Di kawasan ini, kita masih bisa menikmati suasana pedesaan yang tenang dan masih kental dengan budaya Bali. Meskipun demikian, fasilitasnya pun lengkap karena terdapat hotel, restoran, dan klub malam.

Wilayah lain yang menjadi pilihan berinvestasi adalah Kuta Utara 25.72%, Kuta Selatan 23.25%, Mengwi 7.75%, Kuta 7.09%, Jimbaran 5.03%, Benoa 0.41%, dan Seminyak 0.08%. Berbagai wilayah tersebut tentunya bisa Anda jadikan sebagai panduan berinvestasi di wilayah Kuta.

Khusus untuk warga Bali, nampaknya perlu bersaing ketat jika ingin berinvestasi. Pasalnya, para pencari properti di wilayah Kuta ini didominasi dari luar Bali, khususnya dari Jakarta yang mencapai 49,01%. Selanjutnya, pencari properti disusul oleh Denpasar 15.37%, Semarang 5.4%, Surabaya 3.32%, Batam 2.39%, Bandung 1.66%, Yogyakarta 1.45%, Samarinda 1.35%, dan Dumai 1.04%.

Tertarik berinvestasi properti di Kuta, Bali? Jangan khawatir, meski mengalami sedikit penurunan, wilayah yang satu ini selalu berhasil menarik perhatian, apalagi belum lama ini sudah dikunjungi oleh rombongan Raja Salman.

Ingin melihat analisis lengkapnya? KLIK DI SINI!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis