Menunggak Bayar Sewa Gedung, Apakah Bisa Disegel?

Apabila diperhatikan, kini semakin banyak orang yang membuat perusahaan di Indonesia. Tak jarang sebuah perusahaan pun menyewa gedung di lokasi yang strategis. Nah, bagaimana jika gedung yang disewa tersebut telat dibayar? Apakah boleh disegel atau ditutup secara sepihak? Yuk, kita bahas bersama!

Berpatokan pada Perjanjian Sewa

Sebenarnya, isi pasal yang ada di poin sebelumnya pun dikembalikan lagi atas dasar kesepakatan yang dibangun antara pemberi sewa dengan penyewa. Oleh sebab itu, peran perjanjian sewa-menyewa sangat penting karena akan dijadikan sebuah rujukan utama.

Pada umumnya, isi perjanjian sewa-menyewa mengatur beberapa hal yang terdiri dari tata cara pembayaran sewa, aturan jika pembayaran sewa terlambat, hingga pengakhiran perjanjian. Pada dasarnya, pemilik bangunan yang sekaligus pemberi sewa pun dapat mengakhiri perjanjian sewa apabila pihak penyewa telah melakukan kelalaian.

Dalam hal gedung yang disewa dan terlambat dibayarkan oleh sang penyewa, bisa saja disegel secara sepihak oleh pemiliknya. Ini bisa dilakukan jika sang penyewa sudah melakukan kesalahan tersebut berkali-kali atau sudah melanggar isi perjanjian sewa.

Perlu dilihat kembali apakah perjanjian sewa yang dibuat mencakup aturan mengenai keterlambatan pembayaran sewa bangunan atau gedung. Jika memang sudah melanggar jangka waktu, maka sang penyewa harus siap menerima sanksinya.

Kini sudah jelas bukan? Sebuah gedung yang disewa dan dibayar tidak tepat waktu bisa saja disegel. Semua hal ini tentunya berpatokan pada isi perjanjian sewa dan KUHPer yang berlaku. Semoga bermanfaat!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis