Daniel: Apa Adanya dan Easy Going, Bikin Calon Buyer Banyak yang Nempel

Rencana Tuhan memang penuh teka-teki. Berawal dari ban sepeda motor yang bocor setahun yang lalu, Daniel kini malah menjadi salah satu agen andalan di Galaxy Media Property Bekasi. Walau masih kuliah, ia bisa membagi waktu dengan baik. Buktinya, Daniel berhasil menggaet banyak buyer hingga closing lho!

Umurnya memang masih 22 tahun, namun Daniel bertekad untuk bisa mandiri dengan terjun ke dunia properti sebagai marketing. Ia pun memilih bidang ini karena sebuah ketidaksengajaan saat ia masih duduk di semester empat perkuliahan.

“Waktu itu saya lagi naik motor dan bannya bocor tidak jauh dari kantor Galaxy. Setelah itu saya iseng mencari di internet dan tepat lima hari setelah, saya memutuskan untuk bergabung jadi marketing di sana,” ungkap pria berambut panjang ini pada UrbanIndo beberapa waktu lalu.
Buyer

Walau baru setahun lebih menggeluti dunia properti, ia sendiri telah berhasil mendapatkan closing sekitar 30 properti sendirian. Tidak ada tips dan trik khusus untuk bisa meraih hal tersebut, namun ia merasa dirinya cukup easy going dalam melayani tiap calon buyer yang menghubunginya.

Daniel bercerita, dalam mengiklankan tiap properti, dirinya tidak pernah memberikan iming-iming judul yang memikat. Judul dibuat sesimpel mungkin namun sesuai fakta. Walau begitu, ia kerap memberikan bonus-bonus tertentu untuk menarik perhatian para calon pembeli.

“Saya sih easy going aja, termasuk soal bayaran. Ada ‘kan agen yang saklek dengan komisi, kalau saya masih bisa didiskusikan. Satu hal lagi, banyak klien yang bilang kalau saya selalu memberikan fast response, jadi mereka suka,” tambahnya.

Membagi Waktu, Antara Kuliah dan Kerja

Keputusan Daniel untuk menjadi agen properti sempat menjadi kekhawatiran kedua orang tuanya. Mereka takut, jika nanti sudah berpenghasilan dan sukses, anak lelakinya tersebut malah melupakan kuliahnya di jurusan Tekonologi Informatika di salah satu universitas swasta di Bekasi.

Seiring berjalannya waktu, Daniel membuktikkan pada sang ayah dan ibu bahwa pekerjaannya tersebut tidak mengganggu kuliahnya. Ketika ada keperluan kuliah, ia pun memilih untuk tidak bekerja walau ada calon buyer yang minta bertemu.

“Saya prioritaskan kuliah. Klien saya beri pengertia bahwa saya masih kuliah, apalagi kini sudah masuk tahun akhir. Puji Tuhan, 70% dari mereka mengerti dan bisa diajak berkompromi walau ada beberapa juga yang ngotot. Tapi tetap, saya utamakan pendidikan saya,” utara Daniel.

Walau mendalami jurusan teknologi informatika di bangku kuliah, Daniel pun mampu menyerap ilmu-ilmu marketing dan properti yang menunjang pekerjaannya. Perusahaan properti tempatnya bernaung pun memberikan pelatihan dasar soal itu, selebihnya ia melakukan trial and error sendiri.

Ia mengaku, sudah berkali-kali kena marah buyer karena ilmunya saat itu masih nanggung. Tapi semua hal itu tidak membuatnya putus asa dan malah dijadikan bahan evaluasi untuk menjadikan dirinya agen yang lebih mengerti market.

Fitur Sundul UrbanIndo, Praktis dan Membantu
Buyer

UrbanIndo merupakan salah satu situs properti yang Daniel gunakan untuk beriklan properti. Walau bukan satu-satunya, ia mengaku sangat puas saat menggunakannya. Daniel mengaku, respons yang berujung closing terbanyak berasal dari UrbanIndo.

“UrbanIndo itu simpel dan menarik. Interface-nya juga menarik ya dengan warna oranye, hitam, dan abu-abu jadi keliatan modern!,” imbuh Daniel.

Tidak hanya itu, ia pun merasa fitur-fitur yang disediakan UrbanIndo sangat membantu. Contohnya ialah fitur sundul iklan otomatis yang notifikasinya selalu diberikan tiap bulan. Selain itu UrbanIndo pun memberikan laporan stastik iklannya yang sangat berguna.

Menarik dan inspiratif bukan cerita mengenai agen Daniel di atas tadi, Urbanites? Semoga dapat menjadi pelajaran positif untuk Anda semua.

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis