Rumah Gono-gini Disewakan Tanpa Persetujuan, Aturan Hukumnya?

Ketika sepasang suami istri memutuskan untuk bercerai, tentu ada harta bersama yang harus dibagi. Harta ini biasa disebut dengan harta gono-gini. Nah, bagaimana jika rumah yang masih merupakan harta gono-gini disewakan? Bagaimana aturan hukumnya?

Harta Gono-gini

Seperti yang kita ketahui bersama, jika hubungan pernikahan akhirnya putus karena adanya perceraian, maka harta bersama perlu dibagi berdasarkan hukum yang berlaku. Hukum ini terdiri dari hukum agama, hukum adat, dan hukum lainnya. Hal ini pun tercantum dalam Pasal 37 UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang isinya:

“Bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya masing-masing.”

Pembagian harta ini tentunya harus dibagi sama rata antara suami dengan istri. Pembagian ini pun wajib meliputi keuntungan dan kerugian dari semua hal yang dilakukan oleh pasangan suami dan istri ketika masih sama-sama terikat dalam sebuah perkawinan.

Bagaimana jika belum ada kesepakatan pembagian? Dengan kata lain, semua harta benda yang dimiliki masih milik bersama. Kalau masih merupakan harta bersama, maka semuanya harus mendapatkan persetujuan dari mantan pasangan.

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis