Rumah Gono-gini Disewakan Tanpa Persetujuan, Aturan Hukumnya?

Ketika sepasang suami istri memutuskan untuk bercerai, tentu ada harta bersama yang harus dibagi. Harta ini biasa disebut dengan harta gono-gini. Nah, bagaimana jika rumah yang masih merupakan harta gono-gini disewakan? Bagaimana aturan hukumnya?

Bagaimana Nasib Penyewa?

Kalau hal ini terjadi, maka bagaimana nasib sang penyewa? Kemudian apa yang bisa ia lakukan kepada pihak yang menyewakan? Sebenarnya hal ini diatur dalam KUHPer. Dijelaskan bahwa sang penyewa bisa saja menuntut Anda yang menyewakan rumah tersebut. Lebih jelasnya, tercantum dalam Pasal 1557 KUHPer yang isinya:

“Jika sebaliknya penyewa diganggu dalam kenikmatannya karena suatu tuntutan hukum mengenai hak milik atas barang yang bersangkutan, maka ia berhak menuntut pengurangan harga sewa menurut perimbangan, asal gangguan atau rintangan itu telah diberitahukan secara sah kepada pemilik.”

Tuntutan dari pihak penyewa ini bisa berupa apapun, salah satunya dengan mengurangi uang sewa. Jumlahnya sendiri tentunya bisa saja disesuaikan berdasarkan apa yang dirasakan oleh kerugian sang penyewa.

Jika akhirnya sang mantan pasangan yang tidak setuju ini malah menggugat pihak penyewa sampai ke pengadilan, maka penyewa ini dapat menuntut dan meminta bantuan kepada pihak yang menyewakan. Anda sebagai yang menyewakan pun tentunya wajib melindungi sang penyewa dari masalah perdata tersebut.

Nah, kalau Anda memiliki harta gono-gini, maka bijaklah dalam menggunakannya. Jangan sampai pada akhirnya Anda terjerat masalah hukum. Semoga bermanfaat!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis