Susi Ferawati: Berawal Ikut Training, Kini Punya Perusahaan Sendiri

Banyak orang yang memutuskan fokus di bidang properti dan meninggalkan pekerjaan lamanya. Hal ini pun yang juga dilakukan oleh Susi Ferawati. Tak tanggung-tanggung, kini ia sudah memiliki perusahaan sendiri. Yuk, kita baca kisah inspiratifnya!

Memutuskan Resign dan Fokus

Pada awal kariernya di bidang properti, Susi memutuskan untuk resign dari pekerjaan lamanya. Sebelumnya, ia mengaku bahwa dirinya merupakan pegawai di sebuah perusahaan telekomunikasi. Ia pun mengaku bahwa awalnya memang ikut training properti.

“Dulu saya pegawai di perusahaan telekomunikasi, awalnya mulai ikut-ikut training properti lalu mencoba jadi agen independen. Waktu itu door to door seperti para agen kebanyakan dan saya bekerja sama juga dengan agen-agen lain yang bergabung di perusahaan,” ujar Susi.

Susi juga mengatakan bahwa ketika awal melakoni dunia properti, dirinya tidak merasa kesulitan. “Saya memang lulusan arsitek jadi saya gak bingung lah mengenai properti, tapi waktu itu saya coba untuk mulai bisnis baru. Selain jadi karyawan, saya kembangkan bisnis sendiri dengan buka perusahaan aja,” tutur Susi.

Ketika ditanya, ternyata Susi terinspirasi menjadi seorang agen properti melalui trainer-nya. “Jadi di training itu trainer-nya berkecimpung di bidang properti, jadi ya saya coba terjun, lalu saya ikuti, dan dalami. Dari situlah saya merasa fun, lalu saya jalani sampai sekarang,” tambahnya.

 

Sudah Memiliki Perusahaan Pribadi

Dalam kesempatan wawancara yang sama, Susi pun menuturkan bahwa dirinya telah mendirikan sebuah perusahaan yang dirintis bersama beberapa orang temannya. Perusahaan ini diberi nama APIK Property dan dapat ditemukan di Jakarta Selatan.

Berdasarkan penuturan Susi dan situs pribadi APIK Property, perusahaan yang telah didirikan tahun 2012 ini memulai aktivitas di bidang konsultan desain, konstruksi, hingga konsultan properti sejak pertengahan tahun 2013.

Perusahaan yang memiliki motto “Mudah, Nyaman, dan Fleksibel” memang sangat terbuka pada semua agen. “Kami fleksibel kok, jadi misalnya ada agen lain mau iklanin punya saya juga gak masalah, ya kita share aja komisinya. Gak ada syarat apa-apa, yang penting buyer-nya jelas lalu ketemu dengan saya, ya sudah kita jual bareng-bareng,” jelas Susi.

Susi pun mengatakan bahwa APIK Property sendiri masih fokus sebagai agen properti independen, namun kelebihannya yaitu ada di bawah badan hukum. “Sebenarnya tetap fokus di independen, namun kami (APIK Property) berstatus hukum. Jadi kalau ada agen lain mau bekerja sama pun itu bisa saja,” imbuhnya.

Semakin Banyak yang Menitipkan Properi

Apabila dibandingkan dengan awal terjun di dunia properti, yaitu tahun 2013, Susi kini sudah tidak mencari properti dengan cara door to door. Bahkan menurut Susi, kini pengembang lah yang mengundang dirinya dan meminta tolong menjualkan properti.

“Kalau dulu memang door to door dan kebanyakan propertinya sudah dikuasai oleh agen lain, ya akhirnya saya bekerja sama atau minta izin untuk diiklankan lagi. Berhubung iklan saya Alhamdulillah sudah banyak, akhirnya sekarang pengembang yang mengundang saya jadi akhirnya gak door to door,” tutur Susi membandingkan dengan keadaannya sekarang.

Susi juga menceritakan kepiawaiannya dalam menjual properti. Ketika itu, sang tetangga menitipkan apartemen untuk disewakan. Uniknya, apartemen tersebut berhasil tersewa oleh Susi, namun ia hanya memprosesnya melalui handphone dan e-mail.

“Sempat ada apartemen disewakan yang punya tetangga itu titip sewa ke saya. Saya gak ketemu klien, lihat unitnya juga belum, cuma saya proses aja by handphone dan e-mail. Bukti transfer sudah diterima, ya sudah saya tinggal terima komisi saja,” ungkap Susi.

Seiring berkembangnya perusahaan yang ia rintis dan iklan yang semakin banyak, Susi pun memang memiliki tim khusus yang menangani iklan di lebih dari 20 media pemasaran, termasuk di UrbanIndo. “Saya ada Tim IT sendiri karena iklannya ‘kan sudah banyak. Kalau saya pribadi lebih ke lapangan untuk survei, ketemu klien, proses, hingga transaksi,” pungkasnya.

Meski tidak pernah mengiklankan sendiri propertinya, Susi selalu memantau. Ketika ditanya mengenai penggunaan UrbanIndo, ia menuturkan bahwa tidak ada kendala sama sekali. “Sejauh ini tidak ada komplain dari tim IT saya terkait UrbanIndo. Partner saya ini memang khusus untuk upload iklan, jadi misalnya saya dapat data nanti saya kasih data lengkap saja,” tutupnya.

Ingin menjadi agen sukses seperti Susi FerawatiYuk, coba untuk fokus dan jangan lupa iklankan properti Anda di UrbanIndo!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis