Beli Tanah Bersebelahan? Ini Cara Gabungkan Sertifikatnya!

Ketika memiliki sebidang tanah dan membeli sebidang tanah lainnya dalam jarak yang bersebelahan, apakah sertifikatnya bisa digabungkan? Lalu apa saja syarat yang harus dilengkapi? Tidak perlu bingung, UrbanIndo akan membahasnya untuk Anda.

Wajib Mendaftarkan Perubahan

Ketika luas tanah berubah, baik itu bertambah maupun berkurang, maka wajib dilakukan pemeliharaan data pendaftaran tanah. Proses ini wajib dilakukan oleh pemegang hak yang bersangkutan. Hal ini tercantum dalam Pasal 36 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (PP No. 24 Tahun 1997). Berikut isi pasalnya:

“(1) Pemeliharaan data pendaftaran tanah dilakukan apabila terjadi perubahan pada data fisik atau data yuridis obyek pendaftaran tanah yang telah terdaftar.

(2) Pemegang hak yang bersangkutan wajib mendaftarakan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kantor Pertanahan.”

Apa yang dimaksud dengan pemeliharaan data pendaftaran tanah? Dalam PP yang sama, tercantum bahwa ini merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan perubahan-perubahan yang terjadi kemudian.

Pengubahan data fisik tanah ini perlu dilakukan apabila ada pemisahan, pemecahan, atau penggabungan bidang-bidang tanah yang sebelumnya sudah terdaftar.

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis