Pembangunan Nasional Wajib Diimbangi dengan Kajian RTRW

Apa hubungannya RTRW dengan pembangunan nasional? Eits, RTRW di sini bukan Rukun Tetangga dan Rukun Warga, melainkan singkatan dari Rencana Tata Ruang Wilayah. RTRW ini tentunya memiliki peran penting dalam hal pembangunan di satu wilayah. Lalu, apa masalahnya? Temukan dalam artikel ini!

Tata Ruang Sebabkan Konflik Pembangunan

Permasalahan mengenai tata ruang nampaknya memang merupakan hal penting yang harus diselesaikan. Tujuannya sendiri tentu agar tidak menghambat pembangunan di setiap daerah. Dikutip dari properti.bisnis.com, ternyata sebagian besar konflik pembangunan di Indonesia disebabkan oleh permasalahan tata ruang.

Angka konflik di perkotaan pun cukup tinggi karena mancapai 80% yang terjadi pada sektor infrastruktur, kehutanan, dan kawasan pesisir pantai. Angka ini pun belum ditambah juga dengan perencanaan kota yang selalu berubah akibat politik di setiap daerah.

RTRW Perlu Dikaji Lebih Singkat

Seperti yang kita tahu, kini pembangunan semakin gencar. Salah satu yang sering kita dengar adalah program sejuta rumah. Nah, awalnya RTRW ini ditinjau setiap lima tahun sekali, namun hal ini nampaknya sudah sangat tidak relevan.

Semakin gencarnya pembangunan tentu perlu diimbangi juga dengan penyesuaian RTRW. Jika tadinya ditinjau selama lima tahun, pesatnya pembangunan membuat RTRW perlu ditinjau ulang setiap tiga tahun. Ini akan berdampak positif dan dapat menyesuaikan juga dengan keuangan daerah.

Berdasarkan data yang didapat dari properti.bisnis.com, ternyata ada sekitar 3.000 peraturan daerah terkait perihal tata ruang yang isinya masih tumpang tindih dengan kebijakan dari pemerintah pusat. Dampak negatifnya, proyek infrastruktur di Indonesia akan terhambat pengerjaannya.

RTRW Harus Seimbang dengan Pengembang

Peran dari RTRW yang menjadi dasar perencanaan kota ini harus seimbang dengan proyek pembangunan yang dilakukan oleh para pengembang. Seperti yang kita tahu, populasi di Indonesia terus bertambah dan permintaan hunian juga turut bertambah. Sayangnya, permintaan yang meningkat ini tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan.

Pada akhirnya, lahan yang masih tersedia, seperti sawah, perkebunan, dan hutan menjadi incaran untuk pembangunan hunian. Hal ini tentunya menjadi tugas pemerintah Indonesia untuk bisa menentukan perluasan lahan hunian yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Ada beberapa keuntungannya, yaitu pengembang dapat dengan leluasa dan tertarget dalam membangun hunian di daerah yang sudah memiliki perencanaan. Selanjutnya, hunian yang dibangun ini tentunya memang benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kini sudah tahu ‘kan ternyata RTRW itu sangat penting dalam pembangunan di sebuah wilayah? Nantikan informasi menarik lainnya terkait dunia properti hanya di Blog UrbanIndo, ya!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis