Segera Catat! Ini Jalur Alternatif Hindari Macet Mudik Lebaran 2017

Mudik lebaran merupakan waktu yang dinanti-nanti masyarakat Indonesia. Lama merantau di kota besar, momen inilah yang membuat mereka kembali merasakan kehangatan rumah dan berkumpul bersama keluarga tersayang. Sudah seharusnya seperti itu bukan, Urbanites?

Sayangnya di tahun 2016 lalu, para pemudik yang akan pulang ke daerah Jawa Tengah dan Timur lewat Tol Pejagan-Pemalang harus merasakan pahitnya kejadian Brebes Exit (Brexit). Alih-alih bisa pulang kampung dengan lancar, mereka malah parkir massal selama lebih dari 35 jam.

Kejadian tersebut ternyata dijadikan refleksi oleh pemerintah. Infrastruktur untuk melancarkan mudik lebaran tahun ini pun semakin dimaksimalkan. Beberapa hal yang dilakukan di antaranya ialah melakukan perbaikan jalan, membuat rekayasa jalur, hingga membuat ruas tol baru.

UrbanIndo akan bagi-bagi info jalur yang bisa membawa Anda sampai ke rumah di kampung halaman dengan lebih mudah dan lebih lancar. Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda.

Trans Jawa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih memantapkan kondisi jalur tol Trans-Jawa dari Merak, Tangerang hingga Surabaya. Area Brexit sendiri masih diprediksi menjadi titik rawan macet. Sejumlah jalur fungsional di Jawa Tengah pun dibuat untuk menghindari kemacetan parah di sana.

Dilansir dari situs Kompas, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa jalan tol dari Brebes akan dibuka secara fungsional. Dari Brebes, jalur tersebut memanjang ke Tegal, Pemalang, Pekalongan, hingga ke Grinsing, Batang.

Dari Grinsing, para pemudik dialihkan ke Weleri sampai Kaliwungu lalu masuk kembali ke jalan tol fungsional Semarang-Batang seksi 5 Krapyak-Kaliwungu menuju Ngaliyan, Semarang. Sementara itu, jalur tol fungsional Semarang-Surabaya pun tengah dipersiapkan untuk mudik lebaran.

Bagi para pemudik yang akan melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur, dapat melanjutkan perjalanan lewat Jalan Nasional dan kembali masuk ke tol fungsional dari Salatiga. Jalur fungsional yang memanjang dari Salatiga ke Jember sendiri memiliki panjang 125 kilometer.

Trans Sumatera

Kementerian PUPR masih mengerjakan jalur tol Trans-Sumatera. Jalan tol tersebut memanjang dari Bakauheni, Lampung hingga Banda Aceh, Aceh. Walau baru bisa digunakan 2019 mendatang, ada beberapa jalur yang dapat digunakan fungsional pada mudik lebaran 2017.

Jalur tersebut ialah:

  • Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi paket 2 (Sidomulyo – Kotabaru) segmen SS Kotabaru – SS Lematang sepanjang 5 kilometer
  • Jalan Tol Palembang – Indralaya Seksi 1 (Palembang – Pamulutan) sepanjang 7,75 kilometer
  • Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Sesksi 2 – 6 (Bandara Kualanamu – Kota Sei Rampah) sepanjang 41,6 km
  • Jalan Tol Medan – Binjai Seksi 2 (Helvetia – Semayang) sepanjang 6,18 kilometer dan Seksi 3 (Semayang – Binjai) sepanjang 4,28 kilometer.

Kondisi Jalur Fungsional

Kondisi jalur tol fungsional Trans-Jawa dan Trans-Sumatera untuk mudik lebaran tersebut memang belum 100% rampung. Akan tetapi, Kementerian PUPR menjamin kelayakan penggunaannya dengan beberapa catatan sebagai berikut:

  • Jalur di tiap arah dapat dilalui kendaraan pada dua lajur, baik arus mudik maupun arus balik
  • Kecepatan mobil 40 km/jam
  • Jalanan terbuat dari perkerasan jalan timbunan dan beton tebal 10 cm
  • Struktur (jembatan dan boks) selesai atau jembatan sementara untuk 2 lajur jika belum selesai
  • Pintu keluar sementara pada rencana simpang susun (pertemuan Jalan Nasional/Provinsi/Kabupaten)

Selain kondisi tersebut, jalur-jalur fungsional tersebut telah dilengkapi dengan:

  • Rambu atau marka sementara dan perlengkapan keselamatan jalan
  • Penerangan di beberapa lokasi sesuai kebutuhan
  • Lahan kosong yang dapat digunakan sebagai rest area sementara di beberapa lokasi sesuai kebutuhan

Semoga penjelasan UrbanIndo di atas dapat Anda jadikan catatan untuk memilih jalur mudik yang nyaman ya, Urbanites. Nyaman di jalan, sampai kampung halaman pun jadi lebih gembira bukan? Siapa tahu bisa sampai lebih cepat dan bisa mulai melirik tanah atau rumah untuk investasi di kampung halaman.

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis