Mau Jual Tanah Warisan? Wajib Siapkan Semua Dokumen Ini!

Adanya tanah warisan bukanlah sesuatu yang asing lagi. Tanah yang didapat ini sangat mungkin untuk dijual lagi di kemudian hari. Nah, perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa dokumen yang wajib disiapkan ketika akan menjual tanah warisan. Simak penjelasan dari UrbanIndo berikut ini!

Dua Dokumen Wajib

Ketika seseorang sudah dinyatakan meninggal dunia, maka ada dua dokumen yang harus ada. Kedua dokumen tersebut terdiri dari:

  • Surat kematian yang ditindaklanjuti dengan akta kematian; dan
  • Surat keterangan waris (atau penetapan pengadilan agama tentang siapa saja ahli warisnya) karena surat tersebut sebagai sumber utama dan pertama untuk menentukan mengenai siapa saja yang berhak menjadi ahli warisnya.

Apabila waarisannya berbentuk tanah dan pihak ahli waris ingin menjualnya, proses jual-beli dapat langsung dilakukan tanpa harus melakukan balik nama sertifikat. Meskipun demikian, ketika di Kantor Pertanahan, prosesnya akan didahului dengan proses balik nama ahli waris. Dalam hal ini, ahli waris wajib membayarkan terlebih dahulu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) warisnya.

Kemudian untuk proses jual-beli tanah sendiri hanya perlu dilakukan seperti biasa. Nah, dalam hal ini ada beberapa dokumen yang wajib disiapkan. Apa saja?

Berkas Ahli Waris dan Prosesnya

Ketika tanah yang akan dijual sudah diwariskan dan pasangan dari pemilik tersebut sudah meninggal, maka proses jual beli memang hanya akan bisa dilakukan oleh ahli waris. Dalam hal ini, diperlukan dokumen yang berupa:

  • Surat keterangan waris, yang dibagi berdasarkan:

– Khusus pribumi/WNI: surat keterangan waris yang disaksikan dan dibenarkan oleh Lurah dan diperkuat oleh Camat;

– Khusus WNI keturunan: surat keterangan waris dari notaris;

  • Fotokopi KTP seluruh ahli waris;
  • Fotokopi kartu keluarga
  • Fotokopi akta nikah; dan
  • Bukti pembayaran BPHTB Waris (Pajak Ahli Waris).

Satu hal yang perlu diingat dan dilakukan, yaitu semua ahli waris harus hadir untuk menandatangani Akta Jual Beli (AJB). Apabila berhalangan hadir, maka sang ahli waris wajib memberikan kuasa tertulis kepada ahli waris lainnya.

Seperti apa bentuk kuasa tertulisnya? Dalam hal ini, bentuknya bisa berupa akta notaris atau kuasa di bawah tangan yang dilengkapi dengan materai dan dilegalkan oleh notaris.

Kini jual-beli tanah warisan tidak perlu bingung lagi. Cukup siapkan semua dokumen yang ada dalam artikel ini!

Nantikan informasi penting lainnya dari Blog UrbanIndo, ya!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis