Blog UrbanIndo.com - Informasi Rumah dan Properti

Hanya Karena Menjual atau Menyewakan Rumah Bisa Dipadanakan?

Rumah adalah salah satu harta berharga yang cukup harganya mahal. Pergerakan kenaikan harganya pun relatif baik, sehingga menjanjikan bila disewakan serta dijual kembali. Lalu, jika Anda punya rumah yang berstatus subsidi, apakah bisa dijadikan investasi?

Sejatinya, rumah subsidi dibangun pemerintah untuk menaikkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Agar mudah dijangkau, harga dan skema pembayaran pun dibuat seringan mungkin. Hal ini pun tentunya menguntungkan masyarakat untuk akhirnya memiliki rumah layak huni.

Setelah rumah tersebut ditempati, pemilik umumnya beranggapan bahwa mereka punya hak penuh atas hunian tersebut. Ternyata, hal ini tidak berlaku jika Anda membeli rumah subsidi.

Baca Juga: Melanggar Aturan KPR Bersubsidi? Siap-Siap Ditindak Tegas!

Pemerintah telah membuat peraturan, termasuk izin menyewakan rumah subsidi atau menjualnya. Jika menyalahgunakannya tanpa izin pemerintah, Anda pun dapat dipidana dan kehilangan rumah. Mengapa begitu? Ini pembahasan lengkapnya.

Utamanya, Ditinggali Sendiri

Harga rumah yang diberikan pemerintah pada MBR tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan pasaran. Sesuai peraturan pemerintah, harga rumah tersebut tidak lebih dari Rp150 juta untuk beberapa kota. Murahnya rumah yang dapat dibeli tersebut adalah hasil dari subsidi yang diberikan pemerintah.

Agar program rumah murah ini tepat sasaran dan juga bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat, pemerintah pun mewajibkan pembeli untuk menempati rumah yang dibelinya. Setidaknya, Anda harus menempati rumah tersebut setahun setelah melakukan serah terima dengan developer.