Blog UrbanIndo.com - Informasi Rumah dan Properti

Tinggal Satu Atap, Kok Istri Harus Bayar Sewa pada Suami?

Pasangan yang baru saja menikah umumnya memiliki impian untuk punya rumah sendiri. Ketika rumah sudah terbeli, nama yang tertera pada sertifikat rumah pun tidak terlalu dipersoalkan. Persepsinya, rumah tersebut toh digunakan bersama selamanya.

Ternyata, hal tersebut bisa saja menjadi hal yang diperdebatkan di masa depan jika terjadi sesuatu pada mahligai rumah tangga. Bisa saja, pihak yang namanya ditulis pada sertifikat merasa bahwa rumah itu adalah miliknya sehingga ia merasa hak atas kegunaan rumah sepenuhnya dapat ia atur. Apakah hal tersebut sah untuk dilakukan? Mari simak penjelasan lengkapnya pada ulasan di bawah ini.

Awal Masalah

Suatu ketika, ada pasangan suami istri yang tinggal di rumah selama 10 tahun lamanya. Rumah itu dibeli sang suami dari hasil menabung selama pernikahan berlangsung. Selain dijadikan tempat tinggal, mereka sepakat untuk menggunakan rumah sebagai tempat keduanya berbisnis.

Suatu ketika, prahara rumah tangga melanda mereka. Walau dalam kondisi tidak harmonis, mereka tetap tinggal bersama. Sang suami sebagai pembeli dan pihak yang namanya tertulis pada sertifikat, merasa rumah tersebut ialah miliknya sepenuhnya. Oleh karena itu, ia pun meminta sang istri yang tinggal dan membuka usaha di rumah tersebut untuk membayar sewa.

Sang istri merasa bahwa ia tidak memiliki tanggung jawab untuk membayar sewa rumah. Rumah tersebut sendiri ia rasa sebagai harta bersama karena dibeli ketika mereka menikah. Jika suami tetap memaksa, apa hal yang harus diperbuat sang istri?