UU Arsitek Disahkan! Isinya Lebih Baik dari Negara Lain, Benarkah?

Ada kabar bahagia untuk para arsitek di Indonesia. Pasalnya, Pemerintah mengesahkan UU Arsitek pada 11 Juli 2017 dan salah satu isinya mengatur kerja sama antara arsitek lokal dengan arsitek asing. Bukan hanya itu, disebutkan pula bahwa UU Arsitek Indonesia ternyata lebih baik daripada negara lain. Berikut penjelasannya:

Lebih Maju dari Negara Lain

UU Arsitek ini ternyata merupakan inisiatif DPR yang kini dinilai bisa meningkatkan kompetensi para arsitek di Indonesia. Bukan hanya itu, di dalam UU-nya pun menjamin bahwa arsitek Indonesia bisa sejajar dengan arsitek dari negara lain.

Di dalamnya diatur bahwa arsitek asing yang bekerja di Indonesia memang tidak dibatasi, namun diwajibkan untuk bekerja sama dengan arsitek Indonesia. Dalam kerja sama tersebut pun penanggungjawabnya haruslah arsitek Indonesia.

Dijelaskan juga bahwa UU Arsitek yang isinya terdiri dari 11 Bab dan 45 Pasal ini lebih maju daripada Artchitect Act yang ada di negara lain. Ya, meskipun masih setingkat UU, yang dimiliki Indonesia ini dikatakan lebih maju dalam hal mempersiapkan arsitek untuk persaingan global.

“Tentu UU ini juga memberikan kepastian hukum kepada arsitek yang menyelenggarakan praktik arsitek secara mandiri maupun bersama-sama dengan arsitek lain, termasuk penguatan semangat kerja sama bagi arsitek antardaerah untuk meningkatkan kualitas layanan praktik arsitek,” tutur Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis seperti yang dikutip dari properti.bisnis.com.

Para arsitek tradisional pun turut dilindungi oleh UU yang baru disahkan ini. Sebagai buktinya, para arsitek tradisional yang tidak mengikuti pendidikan formal arsitek bisa memeroleh sertifikat melalui mekanisme pengakuan pembelajaran lampau.

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis