Ternyata… Ini Sejarah Hingga Cara Merawat Tangga di Rumah

Pernah gak sih bertanya-tanya dari mana asal-muasal adanya sebuah tangga di rumah atau sebuah bangunan?

Nah… ternyata ada sejarahnya, lho!

Bukan hanya itu, ada juga beragam tipe tangga yang harus Anda tahu. Oh ya, seiring bejalannya waktu, dekorasi tangga pun terus berkembang.

Langsung saja, ini bahasannya untuk Anda:

#1 SEJARAH TANGGA YANG BELUM BANYAK DIKETAHUI

Seperti yang kita tahu, sebuah tangga tentu diperlukan di sebuah rumah atau bangunan lain yang terdiri dari 2 lantai atau lebih.

Keberadaan tangga ini menjadi sangat penting karena menghubungkan antara lantai yang satu dengan lantai lainnya (lantai atas dan bawah).

Sebenarnya, dari mana ya ide pembuatan tangga dalam sebuah bangunan, khususnya rumah?

Ternyata…

Hasil penelitian dari para sejarawan dan arkeolog menemukan ada sebuah tangga tertua di dunia yang ditemukan di Sicily, Italia.

Usia tangga tersebut diperkirakan 480 SM dan merupakan salah satu bagian dari candi yang ada dalam peradaban Yunani.

Wah, cukup tua juga, ya?

Lalu… kapan tangga untuk rumah dan bangunan mulai berkembang?

Dikutip dari berbagai sumber, diketahui bahwa penggunaan tangga di rumah mulai banyak diterapkan di rumah-rumah Eropa pada tahun 1800-an.

Bentuk yang paling populer pada masa itu adalah spiral dan counter-clockwise. Jenis tangga ini dianggap paling ideal sebagai pertahanan.

Uniknya, pada bagian pegangan tangga seebelah kanan disimpan besi atau pedang yang runcing.

Bahkan, ada seseorang yang bernama Peter Nicholson yang sampai membuat perhitungan matematis terkait pembangunan tangga. Tahukah Anda?

Metode perhitungannya masih digunakan sampai sekarang, lho!

Fitur Tangga Terdiri dari…

Pijakan dan anak tangga.

Kedua fitur ini tentunya sangat penting dan diperlukan untuk membuat sebuah tangga yang proporsional.

Perlu diketahui juga bahwa pijakan adalah bagian yang horizontal. Sesuai dengan namanya, bagian yang satu ini merupakan tempat untuk kita menginjakan kaki ketika naik-turun tangga.

Selanjutnya, anak tangga sendiri merupakan bagian vertikal yang fungsinya menghubungkan antara pijakan yang satu dengan yang lainnya.

Sebuah Tangga Terbuat dari Bahan…

Batu dan kayu

Ya, sebenarnya banyak sekali bahan yang bisa digunakan untuk membuat sebuah tangga.

Meski sebuah tangga terbuat dari batu dan kayu, biasanya ditopang juga dengan bahan logam untuk membuatnya jadi lebih kuat.

Perlu diingat!

Satu aspek yang terpenting dalam membuat sebuah tangga adalah ketahanan dan kekuatan dari tangga itu sendiri.  

Misalnya begini…

Ketika Anda memilih tangga yang terbuat dari kayu, maka pastikan bahwa bahannya adalah kayu maple, oak, atau cherry. Ketiga jenis kayu ini sudah terkenal dengan kekuatannya.

Bagaimana dengan tangga yang terbuat dari batuan?

Dalam hal ini, biasanya batu yag digunakan adalah marble dan granite.

#2 BERBAGAI TIPE TANGGA DAN YANG BANYAK DIGUNAKAN ADALAH…

Jika diperhatikan lagi, cukup banyak tipe tangga yang bisa kita pilih.

Tipe tangga sendiri terdiri dari:

  • Spiral;
  • Lurus;
  • Bentuk huruf L;
  • Bentuk huruf T.

Tipe mana yang sebaiknya digunakan di rumah?

Nah, kalau ini tentu perlu disesuaikan lagi dengan ukuran dan desain rumah Anda.

Bentuk-bentuk yang disebutkan pada poin di atas tentunya merupakan bentuk dasar, sehingga bisa divariasikan lagi.

Perlu diketahui oleh Anda bahwa bentuk lurus merupakan bentuk tangga yang paling sederhana. Selanjutnya, bentuk spiral lah yang paling banyak dipilih karena memiliki nilai estetis.

Memiliki bentuk yang estetis tentu membuat proses pembuatannya menjadi lebih rumit karena membutuhkan perhitungan yang kompleks.

Mau mengaplikasikan tangga spiral juga di rumah?

Kalau begitu, Anda harus tahu dulu apa saja ketentuan dari pembuatan dan pengaplikasian jenis tangga yang satu ini. Berikut bahasannya…

HAL INI HARUS DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT TANGGA SPIRAL!

Sebelum mengetahui hal apa saja yang harus dipersiapkan dalam membuat tangga spiral, ketahui terlebih dahulu bahwa tangga yang satu ini biasanya diaplikasikan pada rumah bergaya mediterania.

Kenapa? Coba saja perhatikan lagi!

Tangga spiral nyatanya memiliki nilai artistik yang mampu memberikan kesan mewah dan klasik.

Biasanya, anak tangga yang digunakan pun tersedia dalam jenis dan material yang beragam, namun yang umum digunakan adalah hardwood dan softwood.

Ini selengkapnya:

1. Anak Tangga yang Tepat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, yaitu anak tangga ini menggunakan hardwood dan softwood. Apa sih perbedaan dari keduanya?

Dimulai dari hardwood. Seperti namanya, ini merupakan kayu yang bertekstur keras, seperti mahoni, jati, atau oak.

Kebalikan dari hardwood, softwood adalah kayu bertekstur halus, yaitu pinus dan cedar.

Jika dibandingkan, hardwood memiliki kepadatan yang lebih tinggi, sehingga lebih awet, namun tentu harganya lebih mahal.

Meskipun demikian, keduanya memiliki level yang sama dari segi kelembapan, ukuran, hingga artistiknya.

2. Desain Melengkung

Berdasarkan bentuknya yang spiral, tentu semua anak tangga dihubungkan dengan desain melengkung.

Lebar anak tangga pun akan berbeda-beda. Misalnya begini, ukuran lebar anak tangga yang ada di ujung tentu akan berbeda dengan ukuran anak tangga yang ada di bagian tengah.

Sebagai informasi!

Bagian vertikal yang ada di antara anak tangga biasa disebut riser dan tingginya tidak lebih dari 9,5 inchi.

Lebar tangganya juga tidak boleh kurang dari 26 inchi.

Jika dihitung secara keseluruhan, diameter sebuah tangga spiral yaitu 5 kaki.

3. Perawatan Indoor dan Outdoor

Coba Anda perhatikan lagi, pasti pernah menemukan tangga spiral di bagian luar rumah (outdoor).

Tangga yang disimpan di luar seperti ini tentu membutuhkan perawatan yang jauh lebih rumit dan sering jika dibandingkan dengan tangga spiral indoor.

Pada tahap perawatan…

Langkah yang umum dilakukan adalah melakukan finishing untuk memberikan perlindungan pada bagian kayunya.

Gunakanlah finishing dengan clear film finishes dan water-repellent preservatives.

Khusus tangga spiral indoor

Tabahkan sanding rough pada pinggiran tangga, lakukan pengecekan dan perbaikan lubang, serta tambahkan zat pelapis.

Bagaimana? Tergolong mudah bukan?

Anda punya tangga yang terbuat dari kayu? Hmm… jangan diabaikan!

Anda juga harus merawat tangga kayu agar lebih awet. Yuk, kita bahas di bawah ini!

#4 TERNYATA BEGINI CARA MERAWAT TANGGA KAYU YANG BENAR

Ketika memiliki tangga di rumah, tentu harus dirawat agar tidak mudah rusak. Pasti akan sangat rumit dan membutuhkan banyak biaya jika harus memperbaiki dan membongkar tangga, bukan?

Perawatannya sendiri tentu harus dilakukan dengan rutin!

Khusus untuk Anda yang memiliki tangga kayu di rumah, lakukanlah perawatan ini:

1. Jangan Gunakan Terlalu Banyak Air

Anda tentu sudah tahu kalau kayu memiliki tingkat kelembapan yang cukup tinggi.

Inilah yang harus menjadi perhatian ketika merawat sebuah tangga di rumah.

Hal terpenting adalah jangan menggunakan air yang terlalu banyak ketika membersihkan tangga. Ketika air yang digunakan terlalu banyak, tangga rumah Anda pun sangat berisiko terkena jamur dan mudah lapuk.

Saat membersihkannya menggunakan spons, pastikan bahwa Anda menggunakan spons yang mudah menyerap air.

Jika tangga sudah dibersihkan, pastikan juga untuk mengelapnya dengan handuk kering.

2. Gunakan Bahan Anti Jamur

Cara paling efektif dalam melakukan perawatan terhadap tangga kayu di dalam rumah adalah dengan menggunakan bahan pelapis anti jamur.

Tidak perlu terlalu sering karena Anda hanya butuh menggunakan bahan pelapis anti jamur ini minimal setahun sekali.

Jika tidak digunakan, besar kemungkinan bahwa tangga di rumah Anda akan lebih mudah berjamur dan keropos.

3. Poles Seminggu Sekali

Langkah perawatan selanjutnya yang tidak boleh dilupakan adalah memoles tangga kayu. Hal yang satu ini sangat disarankan untuk dilakukan setiap satu minggu sekali.

Pilihlah pemoles kayu yang memiliki komposisi palm wax Brasil dan lilin carnauba. Kedua komposisi ini merupakan bahan pemoles kayu terbaik karena terbuat dari bahan alami.

Perlu Anda ketahui bahwa lilin carnauba sendiri mampu memberikan kesan mengilap dan mewah.

Bahan alami ini bisa menjadi alternatif:

Kesulitan menemukan pemoles kayu tersebut? Anda juga bisa menggunakan pemoles kayu lainnya yang terbuat dari bahan alami.

Komposisi terpenting pada sebuah pemoles kayu adalah minyak.

Nah, minyak yang paling efektif dan juga terkenal adalah minyak jeruk.

Kenapa bisa disebut sangat efektif? Minyak ini mampu memberikan kelembutan, sehingga kayu yang dibersihkan bebas dari berbagai kontaminasi.

Bukan hanya itu…

Berbagai serangga atau semut pun jadi tidak akan berani mendekat ke permukaan kayu, sehingga Anda tidak perlu takut keropos.

Jangan gunakan pemoles berbahan ini:

Silikon!

Pemoles kayu yang berkomposisi silikon memang akan memberikan perlindungan yang kuat terhadap air dan lembap, namun bahan ini lama-kelamaan akan merusak tampilan dari tangga rumah Anda.

 

Kini sudah tahu kan bagaimana sejarah adanya tangga? Bahkan kita sudah membahas bersama mengenai tipe dan cara merawatnya.

Jangan lupa bagikan artikel ini di media sosial pribadi Anda, ya!

Selalu temukan artikel menarik lainnya hanya di Blog UrbanIndo!

Artikel Lainnya Artikel Lain dari Penulis