Blog UrbanIndo.com - Informasi Rumah dan Properti

Ebit: Baru Setahun Terjun di Dunia Properti, Kini Mulai Jadi Pengembang

“Alhamdulillah saya ada ‘jodohnya’ di bidang properti,” itulah yang dikatakan Ebit kepada tim UrbanIndo. Bagaimana tidak, pria asal Bandung, Jawa Barat ini baru setahun menjadi agen properti dan kini ia sudah melebarkan sayap dengan memiliki perusahaan sendiri. Begini kisah inspiratifnya:

Awalnya Iseng, Kini Jadi Fokus

Iseng-iseng berhadiah. Nampaknya itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan karier Ebit. Agen yang kini fokus berkecimpung di dunia properti sejak awal tahun 2016 ini ternyata meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai marketing mobil.

“Kebetulan saya keluar dari marketing mobil lalu merapat ke properti karena saya rasa penghasilan yang paling tinggi itu dari properti, istilahnya saya naikin grade aja. Setelah saya lihat progress-nya keren, saya fokus di properti,” kenang Ebit.

Diakui oleh Ebit, ia mengawali kariernya di bidang properti dengan cara mencari iklan yang dekat terlebih dahulu. Ketika ia sudah mulai paham dan mendapatkan banyak relasi, dirinya pun semakin dipercaya.

Tak dipungkiri, Ebit pun sempat mengalami kesulitan ketika baru belajar mendalami properti. “Pasti mengalami kesulitan, belajarnya tergantung jenis propertinya. Kebanyakan yang agak susah itu tanah apalagi yang luasnya di atas 10 hektare. Kesulitannya ini dari pemberkasan dan pembebasan,” tuturnya.

Merambah Jadi Pengembang

Keseriusan Ebit di bidang properti tidak bisa dianggap sepele. Buktinya saja kini ia sudah memiliki perusahaan sendiri. Menurut Ebit, hal ini juga tentunya tergantung dengan pengembangan diri dari masing-masing agen.

“Alhamdulillah selama setahun saya sudah bisa merambah jadi pengembang, kami punya properti sendiri. Awalnya kami ikut gathering gitu untuk jadi developer kecil-kecilan,” jelas agen asal Kota Kembang ini.

Dikatakan oleh Ebit, perusahaan yang diberi nama Rea Prabu Land ini terdiri dari lima belas anggota di lapangan. Selain itu, ada juga pihak lain yang khusus mengurus bagian legalisasi dan juga administrasi, termasuk untuk memasang iklan secara online.

Tak dapat dipungkiri bahwa Ebit juga sempat merasa kesulitan saat merintis membuat perusahaan. “Pas lagi merintis itu kaya cara ular makan ya, sekali makan harus cukup untuk satu bulan tapi untuk operasionalnya itu agak sulit. Ini juga sih yang bikin orang jarang bertahan lama jadi agen properti karena polanya begitu,” jelasnya.

Tak puas dengan pencapaiannya saat ini, Ebit juga memiliki target lain yaitu ingin mengambil proyek rumah bersubsidi. Di sisi lain, ia juga ingin mengembangkan perusahaannya ke arah konstruksi dengan bergabung bersama proyek pemerintah.

Jangan Pasang Iklan yang Rumit!

Seperti apa cara Anda memasang iklan? Nah, dalam kesempatan yang sama Ebit berbagi cara untuk memasang iklan yang bisa menarik perhatian para pencari properti. “Di deskripsi iklan saya buat seolah-olah bahwa saya itu owner biar calon pembeli tertarik dan gak sungkan untuk bertanya,” ungkap Ebit.

Banyaknya respons dan perjalanan karier Ebit pun tak bisa terpisahkan dengan UrbanIndo. Ia sendiri mengatakan bahwa dirinya mantap beriklan dengan UrbanIndo setelah dihubungi oleh salah satu tim UrbanIndo.

“UrbanIndo menghubungi saya setelah satu bulan menjadi agen dan kebetulan waktu itu memang lagi gencar-gencarnya pasang iklan. Begitu ditawari, saya langsung setuju karena perlu untuk merintis properti tanpa modal itu susah. Jadi ketika ada yang nawarin tentu adalah suatu keuntungan,” kenang Ebit.

Bukan hanya memudahkan, Ebit juga mengatakan bahwa ia semakin semangat beriklan karena pernah mendapatkan kartu nama dan banner dari UrbanIndo. Selama menjadi agen properti, Ebit juga selalu mendapatkan respons yang cepat untuk iklan properti yang harganya di atas Rp1 miliar.

Ingin mendapatkan banyak respons juga seperti Ebit? Segera iklankan properti Anda melalui UrbanIndo!