Blog UrbanIndo.com - Informasi Rumah dan Properti

Haeruman: Resign dari Pekerjaan Utama, Usaha Properti Malah Meningkat

Usaha di bidang jual properti kerap dijadikan pekerjaan sampingan oleh beberapa orang. Menjalankan keduanya bukanlah masalah, namun saat lebih fokus mengerjakan salah satu bisa saja keuntungan yang didapat jauh lebih besar. Contohnya agen Haeruman Birru yang resign dari pekerjaan utamanya.

Setelah memutuskan berhenti menjadi karyawan di perusahaan percetakan koran, Haeruman mengaku malah semakin banjir klien.

Ia merasa, setelah resign jadi bisa lebih fokus menggarap properti untuk dijual. Lalu, apakah semuanya berjalan dengan lancar? Tentu tidak!

“Awal bilang sama orang tua tentang keputusan keluar dari perusahaan, mereka menentang, tapi ya bagaimana. Di kantor saya sistem shift, masuk malam, pulang pagi. Capai banget! Untungnya istri saya mendukung 100% dan saya pun jadi makin semangat menekuni bidang ini,” ungkap Haeruman pada UrbanIndo saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Saat berbincang dengan UrbanIndo beberapa waktu lalu, pria dengan latar belakang pendidikan teknik mesin ini mengaku telah menekuni jual-beli properti sejak tahun 2006. Saat itu, ia terinspirasi dari rekan kantor yang belakangan pun mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja.

Menurut Haeruman, dari berbisnis properti ia bisa mengantongi pendapatan yang relatif lebih besar. Waktu kerjanya pun fleksibel dan dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan utamanya saat itu.

Dulu, ia pun masih sempat memasukkan iklan propertinya saat di kantor. Sementara itu, di akhir pekan ia kebagian untuk menemani klien survei properti.

“Sekarang jadi pekerjaan utama nih propertinya. Baru mulai pas Februari 2017. Peningkatannya setelah fokus justru makin baik,” akunya.

Menurutnya, semua ini sudah menjadi suratan Tuhan. Hal yang penting adalah dan menjadi pedomannya adalah “ilmu kudu”.

Kudu dalam Bahasa Betawi berarti harus, “harus rajin, harus benar, dan harus sabar”. Itulah yang membuatnya terus kuat menjalani pekerjaan sebagai agen properti setelah resign.

Tidak hanya itu, kekuatan rezeki pun bersumber dari diri sendiri. “Saya percaya kalau kita memberi sodaqoh para orang, rezeki itu akan terus mengalir deras,” imbuhnya.

Malas Baca Buku, Tapi Banyak Ilmu Properti

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Haeruman merupakan lulusan dari bidang teknik mesin. Saat bekerja di perusahaan percetakan dulu, ia merupakan seorang desainer grafis.

Dirinya mengakui, semua ilmu desain dipelajarinya secara otodidak. Sama halnya dengan bidang properti yang dijalani saat ini.

“Saya malas sekali baca buku. Saat jadi desainer dulu ya belajar sendiri saja, lihat sana-sini. Sekarang juga begitu sih. Umumnya ilmu marketing dan sales properti yang saya punya sekarang dipelajari dari pengalaman yang sudah-sudah saja. Diskusi dengan sesama agen pun banyak menambah wawasan,” sebutnya.

Ia tidak ingin berhenti di jenjang agen properti saja. Haeruman bercita-cita, kelak ingin menjadi seorang developer seperti sang temannya yang jadi inspirasinya dulu. Selain modal ilmu properti, Haeruman pun masih mempersiapkan diri, menjalin relasi dan juga mengumpulkan uang.

Spesialis Daerah Jagakarsa

Lebih lanjut Haeruman menceritakan bahwa kini ia lebih concern menjual properti daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Rumah serta tanah di daerah ini harganya memang mahal, namun peminatnya sangat tinggi. Ia mengibaratkan, daerah ini ibarat seorang gadis muda yang banyak ditaksir pria.

Rumah banyak yang cari, umumya dibeli dengan cara KPR. Sementara itu tanah-tanah di sana, pengincarnya dari investor. Harganya sudah mencapai miliaran rupiah tapi banyak sekali yang mengincar. Belum ada niat untuk memasarkan properti di wilayah lain sih, di sini saja dulu,” jelasnya.

Soal iklan properti, kini ia pun sudah banyak dititipi oleh kenalan dan relasi developer.

Saat ada proyek, merekalah yang kerap memberikan informasi secara langsung pada Haeruman. Ia pun tidak perlu repot-repot lagi turun ke lapangan.

UrbanIndo Gratis dan Banyak Respons

Soal beriklan, Haeruman memercayakan beberapa situs untuk memasarkan propertinya. Salah satu situs yang digunakannya ialah UrbanIndo.

Sejak awal berbisnis di bidang properti, ia mengaku telah menggunakannya. Respons yang didatangkan pun saat itu begitu banyak.

“Sebelum resign dulu, saya sering browsing lalu menemukan UrbanIndo. Saya tertarik sekali karena sama sekali tidak dipungut biaya untuk beriklan di sana. Responsnya pun cukup baik,” pungkas Haeruman.

Ingin menjadi agen properti dan mendapatkan manfaat dari UrbanIndo? Ayo, daftarkan diri Anda di sini.