Blog UrbanIndo.com - Informasi Rumah dan Properti

Ada yang Mengintip ke Dalam Rumah? Bisa Dituntut Pidana!

Pernahkah ada yang mengintip ke dalam rumah Anda? Kejadian seperti ini tentu akan membuat Anda takut dan panik, namun ternyata pelakunya bisa diancam dengan tuntutan pidana. Kok bisa? Yuk, kita bahas bersama!

Dibuktikan Dulu Saat Persidangan

Ketika ada seseorang yang mengintip ke dalam rumah dan Anda ingin menuntutnya, maka harus tahu terlebih dahulu siapa tersangkanya.

Dalam hal ini tentu akan sulit membutikan kesalahannya. Kenapa?

Saat seseorang mengintip, belum tentu ia memiliki niat untuk mencuri atau melakukan tindak kejahatan lainnya.

Oleh karena itu, perbuatan pelaku bisa dibuktikan lagi saat persidangan.

Apabila pelakunya memang terbukti memiliki biat untuk mencuri, maka tindakan ini termasuk ke dalam percobaan. Aturan mengenai hal ini pun tercantum dalam Pasal 53 Ayat (1) KUHP yang isinya:

“Percobaan untuk melakukan kejahatan terancam hukuman, bila maksud si pembuat sudah nyata dengan dimulainya perbuatan itudan perbuatan itu tidak jadi sampai selesai hanyalah lantaran hal yang tidak bergantung dari kemauannya sendiri”

Satu hal yang perlu diingat adalah jangan main hakim sendiri!

Apabila Anda memergoki si pengintip, maka janganlah dipukuli karena tindakan ini sama sekali tak dapat dibenarkan karena setiap orang dianggap tak bersalah hingga dibuktikan.

Penjelasan lebih lanjutnya terdapat dalam Penjelasan Umum butir ke 3 huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang tertulis:

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap.”

Apa Bentuk Hukumannya?

Setelah membaca penjelasan di atas, tentu Anda akan bertanya-tanya mengenai hukuman bagi seseorang yang mengintip ke dalam rumah.

Nah, terkait hal ini, jika seseorang yang melakukan hal tersebut masuk ke wilayah pekarangan tertutup, maka dapat diancam pidana.

Rincian dari aturan dan hukuman yang melandasinya pun ada di dalam Pasal 167 Ayat (1) KUHP. Berikut isi pasalnya:

“Barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Merasa dendanya terlalu kecil?

Seperti yang sudah sering UrbanIndo jelaskan, ada penyesuaian terkait nominal denda tidakan pidana.

Dendanya sendiri dilipatgandakan seribu kali sesuai dengan isi Pasal 3 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. Tertulis bahwa:

“Tiap jumlah maksimum hukuman denda yang diancamkan dalam KUHP kecuali pasal 303 ayat 1 dan ayat 2, 303 bis ayat 1 dan ayat 2, dilipatgandakan menjadi 1.000 (seribu) kali.”

Berkaitan dengan pihak yang mengintip ke dalam rumah, maka ia akan terkena denda paling banyak sebesar Rp450.000 atau diancam pidana paling lama sembilan bulan.

Nah, kini Anda juga harus lebih berhati-hati, ya. Jangan sampai Anda juga mengintip rumah orang sembarangan, ya!

Butuh referensi hukum properti lainnya? Temukan di Blog UrbanIndo!