Blog UrbanIndo.com - Informasi Rumah dan Properti

Terganggu Kursus Mengemudi di Komplek Perumahan, Harus Lakukan Apa?

Kursus mengemudi nampaknya bukanlah hal yang asing lagi. Sayangnya, banyak tempat kursus yang tidak memiliki lahan latihan, sehingga memanfaatkan jalan raya maupun jalan di lingkungan komplek perumahan.

Belum lancarnya seseorang saat mengemudi tentu seringkali membuat orang di sekitarnya jadi merasa kagok. Meskipun belajar mengemudinya di jalanan komplek perumahan yang sepi, tak menutup kemungkinan bahwa penghuni di sekitarnya merasa terganggu.

Nah, apakah Anda pernah menemukan seseorang yang sedang latihan mobil di komplek perumahan? Jika memang merasa terganggu, Anda bisa perhatikan beberapa hal dan lakukan ini:

Penyelenggara Harus Dapat Rekomendasi

Perlu Anda ketahui bahwa setiap penyelenggara kursus mengemudi harus mendapatkan rekomendasi dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Perhubungan dan Kepala Kesatuan Kewilayahan Kepolisian Negara Republik Indonesia setempat.

Terkait lokasi untuk melakukan praktik mengemudi tercantum dalam rekomendasi Kepala Kantor Wilayah Departemen Perhubungan yang ditulis dalam Pasal 8 Ayat (1) Keputusan Menteri Perhubungan Tahun 1994 tentang Pendidikan Mengemudi Kendaraan Bermotor (KM. 36 Tahun 1994)

Dikutip dari hukumonline.com, sebuah penyelenggara kursus mengemudi harus memiliki kurikulum teori dan praktik. Selanjutnya, salah satu kurikulum praktiknya yaitu mengemudikan kendaraan bermotor dalam berlalu lintas di jalan.

Dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tertulis bahwa:

“Jalan adalah seluruh bagian Jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi Lalu Lintas umum, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel.”

Berdasarkan isi pasal di atas, penyelenggara kursus mengemudi berhak menggunakan jalanan komplek perumahan apabila jalan tersebut memang diguakan untuk lalu lintas umum.

Selain itu, perlu dilihat juga apakah penyelenggara kursus mengemudi tersebut sudah memiliki izin untuk menggunakan rute komplek rumah Anda atau belum.

Kalau Merasa Terganggu, Lakukan Ini…

Apabila Anda merasa terganggu dengan kegiatan kursus mengemudi di lingkungan perumahan, tentunya bisa melakukan beberapa hal.

Pertama, Anda bisa mengajukan keberatan kepada ketua lingkungan setempat, seperti Ketua RT dan Ketua RW. Selanjutnya, keluhan Anda tersebut akan ditindaklanjuti secara kekeluargaan.

Perlu diingat bahwa jika tidak ada kerugian nyata yang Anda alami, maka tidak ada dasar apapun yang bisa digunakan untuk menuntut secara hukum.

Lalu, bagaimana jika nyataya merugikan Anda?

Kalau begitu, Anda bisa saja mengajukan gugatan kepada penyelenggara atas dasar Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Terkait gugatan atas dasar PMH, terdapat dalam Pasal 1365 KUHP yang tertulis:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Sekali lagi, jangan pernah asal menggugat!

Jika ditelaah lagi, isi pasal di atas juga mengatakan bahwa gugatan baru bisa dilayangkan apabila pelaku yang dalam hal ini adalah penyelenggara kursus mengemudi menimbulkan kerugian.

Pada intinya, Anda harus mengetahui juga apakah sudah ada izin atau belum. Selanjutnya, Anda bisa memusyawarahkannya terlebih dahulu dengan pengurus lingkungan setempat.

Jika tidak menemukan jalan keluar? Anda bisa mengajukan gugatan atas dasar PMH.

Kini sudah jelas bukan? Penasaran dengan bahasan hukum lainnya? Temukan di Blog UrbanIndo, ya!