Bolehkah Pelihara Hewan di Apartemen dan Bagaimana Aturannya?

Bagi sebagian besar orang, memiliki hewan peliharaan tentu akan sangat menyenangkan.

Umumnya, hewan-hewan kesayangan ini bisa menjadi teman di kala sepi.

Kebanyakan orang memelihara kucing atau anjing, namun bagaimana jika hewan-hewan lucu ini dipelihara di apartemen?

Kita bahas bersama, yuk!

Sebelum kita bahas lebih lanjut, perlu diperhatikan dulu bahwa kita akan menggunakan istilah rumah susun (rusun). Hal ini berkaitan dengan istilah yang digunakan dalam UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (UU Rusun).

Diatur Oleh PPPSRS

Pernah mendengar Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun (PPPSRS)?

Sesuai dengan namanya, PPPSRS adalah sebuah badan hukum yang anggotanya terdiri dari para pemilik atau penghuni Sarusun dan wajib dibentuk oleh pemilik Sarusun.

Baca juga: Tinggal di Rusun? Wajib Ada PPPSRS, Lho!

Sesuai dengan isi Pasal 45 Ayat (5) dan (6), dijelaskan bahwa penguasaan sarusun dengan cara sewa dilakukan dengan perjanjian tertulis yang dibuat di hadapan pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, perjanjian tertulis tersebut harus didaftarkan pada PPPSRS.

PPPSRS sendiri tentunya mementuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang tentu juga memuat tata tertib penghunian rusun.

Lihat Aturan yang Berlaku

Lalu, bagaimana dengan nasib hewan peliharaan Anda?

Mengenai hal ini, Anda harus melihat dengan detail aturan yang berlaku di apartemen atau rusun yang Abda tempati.

Jika memang ada aturan dilarang memelihara hewan, maka Anda wajib untuk mematuhinya.

Bagaimana jika aturan tersebut dilanggar?

PPPSRS ini berhak memberikan sanksi kepada Anda sebagai penghuni yang melanggar tata tertib.

Biasanya, pihak PPPSRS akan memberikan teguran secara tertulis dan apabila masih dilanggar, maka sanksi yang sudah tercantum di aturan rusun.

Dalam Pasal 7 ayat (1) dijelaskan bahwa barang siapa yang melanggar beberapa ketentuan yang ada dalam UU Rusun, maka akan diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

Solusinya?

Anda tentunya bisa mendiskusikan masalah ini aatu bernegosiasi dengan pihak pengelola apartemen yang Anda tempati.

Temukan juga bahasan yang berkaitan dengan hukum properti di Blog UrbanIndo!

Caranya? Klik di sini!

Comments
Loading...