Fadma: Teori Garis Tangan Jadi Salah Satu Faktor Terjun di Dunia Properti

Apakah Anda pernah tes minat bakat? Atau mungkin tes garis tangan?

Nah, salah satu agen yang terdaftar di UrbanIndo yang bernama Fadma pernah melakukannya, lho!

Uniknya lagi, hasil tes garis tangan menjadi salah satu acuannya untuk menjadi agen properti setelah ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya.

Tak main-main, meski belum lama berkecimpung di dunia properti, Fadma pun kini sudah tergolong salah satu agen properti yang sukses.

Mau tahu kisahnya? Yuk, simak hasil wawancara UrbanIndo dengan Fadma!

Berawal dari Garis Tangan…

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita bahas dulu yuk pengalamannya menjadi seorang agen.

Seperti yang sudah dijelaskan sejak awal, Fadma sendiri pernah mengikuti tes teori garis tangan jauh sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia properti.

“Setelah saya tes, gak saya ikuti hasil teori garis tangan ini tapi setelah tiga tahun saya lihat lagi dan ternyata salah satu bidang saya itu di properti,” kenang Fadma.

Agen yang berdomisili di Depok ini memutuskan untuk menjadi seorang agen properti sejak Februari 2016.

Ia yang sebelumnya merupakan salah satu pekerja di sebuah pabrik ternama, akhirnya memutuskan untuk resign pada Januari 2016 dan menemukan peluang saat mencari pekerjaan melalui internet.

“Akhirnya ketemu profesi yang kerjaannya bisa dibawa ke rumah dan waktunya fleksibel. Saat itu, PT Galaxy Media Property (GMP) mengadakan rekrutmen agen properti, nah saya tahu ada infonya dari internet,” jelas Fadma.

Tak dipungkiri, Fadma pun awalnya mengaku mengalami kesulitan saat baru menjadi seorang agen properti. “Dulu ngiklan aja agak sulit, belum lagi handle buyer. Lama-lama malah enjoy sih,”tuturnya.

UrbanIndo Memosisikan Pembeli Sebagai Raja

Fadma yang ketika itu baru masuk ke GMP direkomendasikan oleh teman-temannya untuk mengguankan UrbanIndo sebagai media beriklan properti online.

“Pertama-tama beriklan langsung di UrbanIndo karena unlimited untuk yang gratisan dan sangat mudah beriklannya,” ujar Fadma.

Dikatakan Fadma, memang ada juga marketplace properti selain UrbanIndo yang menawarkan layanan gratis, namun jika iklannya agak mirip seringkali ditolak, sehingga ia pun merasa kesulitan.

Selain itu, Fadma juga mengatakan bahwa setiap beriklan di UrbanIndo, iklannya bisa langsung tayang saat itu juga.

Tak hanya itu, ia juga merasa mudah saat mengisi deskripsi iklan dan foto yang diunggah pun bisa sangat banyak, sehingga seolah-olah ia bisa memberikan brosur kepada calon pembeli.

Fadma yang sehari-harinya menggunakan UrbanIndo pun menyadari bahwa ada fitur baru yang bernama Call Back dan ia terbantu untuk bisa menghubungi pembeli.

“Sekarang ada fitur Call Back, ini jadi memosisikan pembeli sebagai raja jadi memudahkan agen juga untuk dapat kontak pembeli” ungkapnya.

Fokus Sebagai Seller

Berbeda dengan agen properti pada umumnya, Fadma tak mengalami kesulitan untuk membagi waktu.

Pasalnya, di GMP ia fokus beriklan dan tak banyak ke lapangan untuk mengantar calon pembeli.

“Kalau saya kebetulan lebih fokus di beriklan, jadi ada tim lagi yang mengantar calon pembeli, tapi kalau ada iklan milik pribadi tentu saya anter langsung,” jelas Fadma dengan ramah.

Meski demikian, agen yang saat ini fokus 95% di bidang properti ini tentu memiliki target sendiri.

Bukan berniat untuk memiliki perusahaan properti sendiri, Fadma akan tetap fokus dengan apa yang dilakukannya saat ini dan berencana memperbanyak investasi properti.

“Memperbesar penghasilan gak harus membuka ‘bendera’ baru, namun fokus terlebih dahulu dengan listing. Kalau saya pribadi sih tujuannya bukan buka perusahaan baru, tapi lebih ke memperbanyak investasi,” tutupnya.

Anda tertarik menjadi seorang agen properti? Yuk, iklankan properti Anda di UrbanIndo seperti agen Fadma!