Rumah Mungil 80 M² yang Lega, Asri, dan Nyaman Ala Damarisa Devita

Kenyamanan merupakan salah satu aspek yang umumnya paling dicari seseorang ketika mencari rumah. Berbagai cara mereka lakukan untuk mewujudkannya, termasuk membangun dan mendesain rumah impian sesuai keinginan. Nyatanya, hal tersebut tidak selalu mudah diwujudkan.

Hal demikian pun dialami oleh Damarisa Devita dan suami ketika mencari kediaman masa depan mereka.

Terganjal beberapa hal, akhirnya mereka berdua urung membangun rumah dan memilih untuk membeli dari developer.

Pilihan mereka jatuh pada sebuah rumah mungil dengan luas bangunan 80 m² dan luas tanah 105 m² di daerah Depok.

Bila Urbanites menengok akun Instagram milik Damarisa (@damaricha), biarpun tergolong mungil rumah dua lantai ini benar-benar tampak lega dan juga nyaman.

Pasti ingin tahu dong rahasianya? Yuk, kita cari tahu bersama.

Halaman Terbuka di Dalam Rumah

Rumah Mungil 80 meter persegi

Desain rumah pilihan Damarisa Devita dan suami tergolong unik sebab terdapat halaman cukup besar di dalam area hunian yang tertutup.

Menurutnya, kehadiran inner court ini sangat penting dalam menciptakan kenyamanan serta meningkatkan mood para penghuni rumah.

Halaman dalam rumah berukuran sekitar 3 x 3 meter ini ia maksimalkan tampilannya dengan penambahan berbagai tanaman hijau.

Kesan alami dan segar pun sangat terpancar sehingga membuat rumah mungil tersebut tampak begitu asri.

Inner court ini memberikan bukaan ke dalam rumah. Dipadu warna hijau alami dari rumput, halaman ini sangat membantu meningkatkan mood kami sebagai penghuni. Saya juga menambahkan tanaman di dalam pot dan tanaman rambat agar lebih banyak oksigen yang dihasilkan. Udara pun jadi lebih segar,” terang Damarisa Devita pada UrbanIndo.

Baca Juga: Gunakan Beragam Dekorasi Tropical, Rumah Mungil Ini Tampak Makin Segar!

Renovasi dengan Menambah Bukaan

Damarisa menambahkan, kehadiran inner court sangat ia manfaatkan untuk menciptakan kenyamanan pada area dalam rumah.

Ia dan suami kemudian melakukan renovasi untuk memperbanyak bukaan ke arah taman.

Saat dibeli sekitar satu tahun lalu, rumah tersebut minim bukaan. Area ruang keluarga di lantai satu pun terkesan tertutup.

Agar ruangan tidak terkesan sempit dan sumpek, mereka mengganti jendela berkaca fixed yang menjadi fitur bawaan rumah menjadi pintu lipat berkaca lebar.

Baca Juga: Inspirasi Pemanfaatan Lahan Sempit Menjadi Laundry Room

Desain bukaan yang lebar serta jumlahnya yang banyak, memungkinkan udara dan cahaya tersirkulasi ke dalam ruangan dengan lebih baik.

Mereka berdua pun merenovasi lahan terbuka di sayap kiri rumah menjadi dapur, ruang makan, service area, serta laundry room.

Desain area tersebut juga dibuat terbuka dan langsung menghadap ke inner court.

Selain itu, ada pula penambahan area selasar atau koridor lengkap dengan kanopi bermaterial go green di sekitar rumah.

Koridor tersebut menjadi jalur yang menghubungkan pintu luar, akses dari ruang keluarga, inner court¸ dan juga area dapur.

“Intinya kami membuat agar ruangan ruangan tersebut dapat terhubung langsung secara visual dan optimal. Ruangan rumah yang kecil pun jadi lega dan taman dapat dinikmati secara langsung,” terangnya.

Berkat desain seperti ini, kediaman yang ditinggali oleh Damarisa bersama sang suami dan buah hatinya ini pun jadi lebih terang.

Ia mengaku, penggunaan lampu di beberapa ruangan saat siang hari sama sekali tidak diperlukan.

Trik Mengatasi Tampias

Memiliki rumah dengan konsep terbuka dan menghadap langsung ke taman berpotensi terkena cipratan air hujan atau tampias.

Menyiasati hal tersebut, Damarisa pun membuat kanopi yang menutupi koridor dengan ukuran yang lebih panjang. Sementara itu pada area dapur, ia menambahkan tirai kayu gulung.

Damarisa menambahkan, kondisi angin di wilayah tempat tinggalnya lumayan kencang sehingga tampias pun kerap mengenai rumah.

Tipsnya, ketika hal tersebut terjadi segeralah bersihkan lantai dan dinding agar tidak licin.

Dapur Warung Bergaya Industrial

Selain memiliki penampakan memanjakan mata, rumah mungil ini juga memiliki daya tarik lain yang membuat orang penasaran.

Hal tersebut ialah dapur mungil bergaya industrial yang Damarisa namai “Dapoer Waroeng”.

Ibu satu anak ini menjelaskan, dapur ini dibuat dengan memanfaatkan lahan yang minim.

Luasnya sendiri kurang-lebih sekitar 7 m² sementara desainnya dibuat minimalis, efisien, dan tanpa sekat.

Seperti yang sudah disebutkan, dapur merangkap area makan ini menghadap langsung ke area inner court sehingga terkesan lebih lega.

Ia sengaja memilih material bernuansa monokrom yang polos sehingga memunculkan kesan industrial.

Damarisa menilai, konsep ini sangat cocok untuk menciptakan kontras pada ruang dapur, ruang makan, dan area taman.

Kesan industrial nampak dari unsur kayu yang tertuang pada perabotan di dalamnya.

Sementara itu dinding serta lantai yang digunakan berkonsep beton ekspos.

Kehadiran wire mesh sebagai pembatas dapur dengan laundry room pun makin memperkental nuansa tersebut.

Supaya dapur mungil yang dimilikinya tetap rapi, Damarisa menempatkan seluruh peralatan dapur ke dalam cabinet kitchen set dan rak terbuka pada area makan.

Sisanya ia sengaja menggantungkannya pada wire mesh. Panci dan alat masak yang bergantungan tersebut pun ia sebut berfungsi sebagai dekorasi.

Idaman banget enggak sih rumah milik Damarisa Devita ini, Urbanites.

Biarpun mungil dan compact, kesan nyaman dan tenang begitu terpancar di seluruh penjuru rumah. Semoga dapat menginspirasimu ya!

Sumber Gambar: Damarisa Devita