NOR House, Rumah Mungil yang Lega dan Bermandikan Cahaya di Dalam Gang

NOR House secepat kilat menjadi buah bibir di kalangan arsitek dan juga beberapa masyarakat kota Bandung. Pasalnya, rumah compact nan mungil ini punya desain yang begitu unik. Hal lain yang lebih menakjubkan, hunian hasil kolaborasi beberapa pihak ini terletak di gang sempit Kota Bandung.

Pemukiman yang berada di dalam gang umumnya identik dengan rumah sempit dan menempel satu sama lain.

Kondisi yang serba terbatas ini membuat penghuninya bisa merasa tak nyaman dan juga aman.

Didasarkan oleh hal ini, Aaksen Studio bekerjasama dengan Asep Development (AsepDev) dan beberapa perusahaan lain pun membuat satu gebrakan.

Mereka membangun rumah yang lega dan nyaman ditinggali walau memiliki lahan serta akses terbatas.

 

NOR House Rumah Mungil yang Bercahaya

Saat diawawancara UrbanIndo beberapa waktu lalu, Principal Architectur Aaksen Studio Yanuar Pratama menjelaskan makna dari nama NOR House yang dipilih.

Ia mengatakan “NOR” diambil dari penggalan nama pemilik rumah ini yaitu pasangan Ovian dan Sisca.

Lebih dari itu, NOR atau “Nur” dalam bahasa Arab memiliki arti “cahaya”.

Inilah salah satu hal yang dijadikan sebagai konsep filosofis dari rumah ini yaitu, cahaya.

“Mengapa cahaya? Cahaya alam memiliki hubungan keterikatan dengan tubuh manusia. Kami sadar tubuh manusia itu di-set untuk mengikuti jam cahaya. Kami mengharapkan bahwa pemilik rumah ini bisa memiliki keterikatan dengan alam sekitarnya,” jelas Yanuar.

Lebih jauh ia menyebutkan bahwa rumah ini didesain dengan konsep desain tropis kontemporer.

Inspirasi bentuknya sendiri mengadaptasi hunian compact di negara maju seperti Jepang.

Namun begitu, pemilihan desain merupakan bentuk respons atas cuaca Indonesia yang panas.

Layaknya rumah bergaya tropis, NOR House dibuat dengan ceiling tinggi, teras yang besar, dan juga melibatkan permainan cahaya.

Spesifikasi NOR House

 

Rumah dua lantai seluas 104 m²  ini dibangun di atas lahan sebesar 137 m².

Lantai satu rumah seluas 57 m² diisi dengan:

  • Area keluarga
  • Dapur dan ruang makan
  • Kamar mandi
  • Serta sebuah musala di bagian luar lengkap dengan skylight bertuliskan “Allah” dalam aksara Arab.

Area ini ditata dengan sangat apik sehingga tampak dan terasa lega.

Ada akses dengan bukaan yang cukup besar menuju musala dan taman berupa pintu geser bermaterial kaca.

Di sampingnya di pasang pula jendela mati yang lebar sehingga memungkinkan cahaya masuk dalam jumlah banyak.

Sementara itu lantai dua rumah seluas 48 m² difokuskan menjadi area kamar tidur para penghuni rumah.

 

Terdapat satu ruangan master bedroom serta dua kamar tidur anak yang letaknya bersebelahan.

Pada lantai ini, terdapat pula sebuah kamar mandi mungil yang dilengkapi dengan bathtub.

Menurut Founder AsepDev, Agusti Salman Farizi, secara garis besar rumah ini dibalut dengan warna putih untuk bagian dalam luar hingga dalam.

Namun begitu jangan terkecoh, ternyata warna putih yang digunakan memiliki tone yang berbeda.

Ia menjelaskan, bagian luar bangunan rumah dibalut dengan material zinc coated galvalum berwarna putih.

NOR House

Inilah salah satu hal yang membuat NOR House tampak berbeda dengan rumah-rumah lain yang letaknya sama-sama berada di dalam gang.

“Orang kalau sekilas melihat material ini seperti seng. Nah, ibaratnya kalau seng itu mobil Carry kalau zinc coated ini mobil Mercy. Secara kualitas sangat berbeda karena bisa mereduksi panas dan dari warna pun akan terlihat sangat putih di area ini. Material ini luar biasa bagus dan dapat merespons bentuk dan warna dari arsitekturnya,” terang Agusti.

Berkolaborasi dengan Banyak Pihak

NOR House dibangun dalam waktu enam bulan dengan melibatkan 15 orang tukang bangunan serta tujuh tim workshop furnitur.

Selain Yanuar, arsitek Gea Sentanu dari Aaksen Studio juga terlibat dalam pembuatan NOR House.

Sementara itu dari AsepDev selain Agusti, ada pula Gun Gun Yuliansya dan Arid Rahmansyah.

Yanuar meyebutkan, NOR House dibangun dengan kolaborasi banyak pihak.

Bukan hanya hal-hal yang berhubungan dengan pembangunan rumah, ada pula perusahaan manufaktur hingga desain serta fotografi yang join dalam proyek ini.

Seluruh perusahaan ini telah terlibat di dalam proyek-proyek lain yang juga tak kalah menarik. Selengkapnya, klik tautan-tautan di bawah ini:

Arsitek: Aaksen Studi (@aaksenstudio)

Kontraktor: Asep Development asepdevelopment.com

Kaligrafi & Desain Grafis: Monoponik @monoponik

Fotografi: KIE (@kiearch)

Fotografi Udara: @alanmakareem

Urbanites, semoga ulasan di atas dapat menginspirasi Anda semua ya! Simak hasil liputan UrbanIndo berbentuk video pada tayangan di bawah ini.

 

Comments
Loading...