Tanah Nganggur Akan Kena Pajak Progresif. Ini Cara “Menghindarinya”!

Di usianya yang baru 27 tahun, Eko sudah mampu membeli sebidang tanah di dekat rumah orang tuanya. Ia pun menguras uang tabungannya habis-habisan sehingga dana untuk membangun rumah idamannya pun belum tersedia. Sambil menabung, tanah nganggur tersebut pun dibiarkan kosong oleh Eko.

Pada suatu hari, Eko pun mendapat kabar bahwa pemerintah akan menetapkan pajak progresif untuk tanah nganggur.

Bila ia harus membayar pajak progresif, bisa-bisa dirinya pun terhambat untuk menabung dan membangun rumah.

Urbanites, mungkin beberapa dari Anda pun mengalami hal yang sama dengan Eko.

Memang, wacana penerapan pajak progresif hingga tahun 2018 ini belum ditetapkan oleh pemerintah.

Skema hingga besaran pajaknya pun hingga kini masih belum diketahui.

Biarpun begitu, ada baiknya dari sekarang Anda bersiap agar aset tersebut tidak terkena pajak yang begitu besar.

Tanah Nganggur Itu Apa Sih?

Tanah nganggur dapat diartikan sebagai sebidang lahan yang tidak dimanfaatkan secara produktif baik itu dibangun menjadi tempat usaha, tempat tinggal, perkebunan, dan lainnya.

Umumnya, pembiaran ini pun telah berlangsung dalam jangka waktu cukup lama.

Munculnya wacana pengenaan pajak dengan jumlah yang lebih besar ini adalah karena banyaknya spekulan tanah yang berkeliaran di luar sana.

Baca Juga: Investasi Tanah Kosong? Waspada Bisa Kena Pajak Lebih Besar!

Para spekulan ini membeli lahan-lahan yang kosong, menahannya dalam jangka waktu tertentu, lalu menjualnya kembali ketika harga tengah tinggi.

Akibatnya, harga tanah pun jadi semakin mahal padahal masih banyak orang yang butuh tanah tersebut untuk membuat rumah dengan harga terjangkau.

Solusi Agar Tanah Nganggur Tak Terimbas Pajak Progresif

Bila Anda memiliki mimpi yang sama dengan Eko yaitu, membangun rumah impian di atas tanah nganggur tersebut, maka lakukanlah pembangunan di atasnya.

Lho, masalahnya ‘kan saat ini Eko atau Anda belum punya uang untuk membangun. Lalu apa solusinya?

Anda bisa mengajukan kredit bangun rumah (KRB)!

Serupa dengan kredit pemilikan rumah (KPR), KBR pun membantu Anda untuk bisa membangun rumah dengan cara mencicil kepada pihak pemberi pinjaman.

Cukup banyak bank-bank yang menyediakan produk layanan kredit bangun rumah.

Setelah mengumpulkan syarat-syarat yang dibutuhkan, Anda pun dapat melakukan pengajuan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Mengisi formulir permohonan KBR di bank yang telah dipercaya.
  2. Setelah berkas dan formulir diterima, bank akan melakukan pengolahan data. Bank pun akan mengirim petugas untuk mengecek lokasi keberadaan tanah.
  3. Pihak bank akan melakukan wawancara.
  4. Hasil dari wawancara tersebut akan diinformasikan pihak bank sekitar 1-2 minggu setelah proses wawancara dilakukan.
  5. Apabila permohonan diterima, Anda akan diminta mendatangi notaris yang ditunjuk bank untuk menandatangani perjanjian KBR.
  6. Setelah menandatangani, uang pinjaman pun akan ditransfer secara bertahap ke rekening milik Anda.

Sebagai catatan, bank umumnya akan memberikan dana sebesar 70% dari pengajuan dana KBR.

Selengkapnya Baca di -> Kredit Bangun Rumah, Solusi Tepat Bangun Rumah

Trik Lain Agar Tanah Nganggur Lebih Produktif

Di sela-sela waktu menabung, Eko maupun Anda juga bisa membuat lahan kosong yang tak digunakan tersebut menjadi lebih produktif dan menghasilkan.

Caranya adalah dengan menyewakan lahan tersebut baik untuk dijadikan kebun, lapangan olahraga, atau tempat parkir mobil warga sekitar.

Pemanfaatan lahan nganggur seperti ini tidak menuntut Anda untuk mengeluarkan uang yang terlalu banyak.

Selain itu, pembangunan yang dilakukan sebagai sarana dan prasarana pelengkap pun minim. Membuat jadi lebih untung bukan?

Semoga ulasan di atas tadi bermanfaat untuk Anda!