Ternyata… Begini Perhitungan Biaya Sewa Rumah Susun

Pernahkah terpikir mengenai penentuan standar biaya sewa rumah susun (rusun) di suatu daerah?

Terkait hal ini, nyatanya ada aturan khususnya, lho!

Ternyata penerapan tarif sewa rusun tak bisa sembarangan.

Oleh karena itu, tarif rusun di suatu daerah bisa berbeda antara satu sama lain.

Nah, kali ini UrbanIndo akan membahas mengenai perhitungan biaya sewa rusun.

3 Perhitungan Tarif Sewa Rusun

Terkait bahasan kali ini, kita akan berpedoman pada:

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/PRT/M/2018 Tahun 2018 tentang Bantuan Pembangunan dan Pengelolaan Rumah Susun.

Sebelum membahasnya lebih jauh, tentu harus diketahui terlebih dahulu mengenai apa saja pertimbangan penentuan tarif sewa.

Di dalam Pasal 27 ayat (2) tertulis bahwa:

Tarif sewa Sarusun dihitung dan ditetapkan dengan memperhatikan:

  1. dasar perhitungan tarif;
  2. komponen perhitungan tarif; dan
  3. struktur perhitungan tarif.

Ketiga unsur inilah yang nantinya akan dipertimbangkan.

Berkaitan dengan UMP

Selanjutnya, dikutip dari hukumonline.com dijelaskan bahwa dalam Pasal 27 ayat (3), (4), dan (5) tertulis bahwa:

Perhitungan besaran tarif sewa Sarusun oleh pengelola tidak lebih besar 1/3 (satu per tiga) dari Upah Minimum Provinsi (UMP).

Hasil perhitungan tarif sewa Sarusun ditetapkan oleh pengguna barang milik negara atau pengelola barang milik daerah.

Dalam hal penetapan tarif tidak dapat dijangkau oleh penghuni sarusun, maka Pemerintah Pusat atau pemerintah daerah dapat memberikan subsidi tarif sewa Sarusun sesuai dengan kewenangannya.

Pada intinya, tarif sewa rusun terdiri dari tiga unsur yaitu biaya operasional, biaya perawatan, dan biaya pemeliharaan.

Penasaran dengan aturan-aturan seputar dunia properti lainnya?

Anda bisa temukan di Blog UrbanIndo hanya dengan klik di sini!