Merusak Rumah Sendiri Bisa Diganjar Hukuman Penjara Seumur Hidup!

Entah karena ingin dapat uang dari pihak tertentu ataupun karena diselimuti emosi yang memuncak, seseorang bisa tega merusak rumah sendiri. Biarpun rumah tersebut dibeli dan dimiliki sendiri, pihak lain boleh melaporkan hal tersebut pada polisi. Pelakunya pun dapat diganjar penjara seumur hidup.

Urbanites, mungkin Anda pernah mendengar beberapa kasus di luar sana mengenai orang yang sengaja merusak kediaman pribadinya.

Sebagai contoh, pada Maret 2017 lalu seperti dikutip dari suarahukum.com, Supardi, seorang warga Kalijudan Asri Surabaya kedapatan melakukan pengrusakan atas rumah miliknya.

Sebelumnya diketahui bahwa pembangunan apartemen yang digarap oleh PT WIKA tersebut sempat membuat beberapa bagian rumahnya rusak.

Supardi pun telah mendapat ganti rugi berupa uang untuk kerusakan tersebut.

Beberapa waktu kemudian, ia diketahui sengaja merusak beberapa bagian rumah dengan palu besar.

Hal ini pun dilakukan agar ia dan istri bisa mengelabui PT WIKA agar memberikan uang ganti rugi lagi.

Perbuatan tersebut ternyata terekam oleh CCTV sehingga Supardi pun diseret ke meja hijau dan mendapat hukuman penjara.

Baru-baru ini juga ada kasus mengenai seorang anak di Ponorogo yang tega membakar rumah orang tuanya karena tak kunjung dibelikan handphone.

Biarpun dimiliki oleh ayah ibunya, anak berinisial A yang baru berusia 16 tahun tersebut pun tinggal di rumah itu.

Akibatnya, rumah tersebut rata dengan tanah dan menimbulkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Perlakuan semacam ini bisa jadi dikategorikan sebagai tindakan merusak rumah sendiri.

Mereka pun dapat diganjar dengan hukuman penjara sesuai dengan kerusakan yang telah ditimbulkan.

Sanksi untuk Pelaku yang Merusak Rumah Sendiri dengan Sengaja

Dikutip UrbanIndo dari hukumonline.com, mereka yang merusak rumah sendiri secara sengaja dapat ditindak berdasarkan Pasal 200 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) angka 1 sampai 3.

Hukumannya sendiri mulai dari 12 tahun bahkan seumur hidup, tergantung dari kerugian yang ditimbulkannya.

Pasal 200 KUHP berbunyi:

“Barang siapa dengan sengaja menghancurkan atau merusak gedung atau bangunan diancam:

  1. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang;
  2. dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain;
  3. dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati.”

Sanksi Bagi yang Merusak Rumah Sendiri Tanpa Sengaja

Sementara itu bagi mereka yang merusak rumah sendiri akibat ketidaksengajaan juga belum tentu bisa lepas dari jerat hukum.

Keselahan tersebut dinilai sebagai delik culpa dan dapat dijatuhi sanksi yang telah diatur dalam pasal 201 KUHP.

Pasal 201 KUHP sendiri berbunyi:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan gedung atau bangunan dihancurkan atau dirusak, diancam:

  1. dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang;
  2. dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya bagi nyawa orang;
  3. dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana kurungan paling lama satu tahun jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

Ingat, perbuatan merusak rumah sendiri tidak pernah dibenarkan dalam hukum.

Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat bagi Anda semua, Urbanites!

Comments
Loading...