Membatalkan Surat Wasiat yang Telah Dibuat, Apa Boleh? (Aturan & Cara)

Setelah bertahun-tahun lamanya, Pak Ryan memutuskan membatalkan surat wasiat yang dibuatnya di hadapan notaris. Awalnya, ia membuat surat ini karena takut ketika dirinya meninggal nanti terjadi perebutan harta yang ditinggalkannya. Lantas, apakah boleh seseorang melakukan hal ini?

Sebelum mengetahui mengenai pembatalan surat wasiat, terlebih dulu Anda perlu memahami mengenai surat ini sendiri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat wasiat diartikan sebagai surat yang berisi pesan, pernyataan, dan sebagainya seseorang untuk dilaksanakan sesudah ia meninggal.

Sementara itu dilansir dari situs finansialku.com, surat wasiat diartikan sebagai…

…Sebuah pernyataan tertulis yang sah berisikan informasi mengenai perpindah harta (aset dan kewajiban).

Surat tersebut dibuat oleh pemberi wasiat dengan mencalonkan beberapa orang untuk mengurus hartanya apabila ia meninggal dunia.

Pada praktiknya, surat wasiat dituangkan dalam bentuk akta otentik oleh notaris sehingga memiliki kekuatan hukum yang sah dengan bukti yang kuat.

Selanjutnya surat wasiat pun tersebut didaftarkan di Pusat Daftar Wasiat, Departemen Hukum dan HAM.

Membatalkan Surat Wasiat, Bisa Dilakukan?

Kembali pada kasus Pak Ryan yang berniat untuk membatalkan surat wasiat.

Apa yang diinginkannya ternyata dapat dilakukan dan diperbolehkan secara hukum.

Diterangkan oleh hukumonline.com, aturan mengenai pembatalan surat wasiat tertuang pada Pasal 875 KUHPerdata yang berbunyi:

“Surat wasiat atau testamen adalah sebuah akta berisi pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya terjadi setelah ia meninggal, yang dapat dicabut kembali olehnya.”

Baca Juga: Ibu Menjual Tanah Warisan, Haruskah Izin Kepada Anak?

Lebih lanjut diterangkan pula bahwa menurut Pasal 99 KUHPerdata, pencabutan wasiat dapat dilakukan dengan pembuatan wasiat baru atau dengan akta notaris khusus.

Akta notaris tersebut berisikan wasiat/pernyataan kehendak pencabutan wasiat secara menyeluruh atau sebagian.

Lebih lanjut diterangkan pula bahwa menurut Pasal 99 KUHPerdata, pencabutan wasiat dapat dilakukan dengan pembuatan wasiat baru atau dengan akta notaris khusus.

Akta notaris tersebut berisikan wasiat/pernyataan kehendak pencabutan wasiat secara menyeluruh atau sebagian.

Jadi dengan begitu, Pak Ryan pun bisa membatalkan surat wasiat yang telah dibuat untuk anak-anaknya sebagai ahli waris.

Baca Juga: Cara Membuat Sertifikat Tanah Warisan

Sementara itu dilansir dari legalakses.com, disebutkan bahwa membatalkan surat wasiat dapat ditempuh dalam dua cara yaitu, pencabutan secara tegas serta secaa diam-diam.

Pencabutan surat wasiat secara tegas berarti…

Pemeri waris mencabut surat wasiat terduhulu dan digantikan dengan surat baru mengenai pengurusan hartanya saat ia meninggal dunia nanti.

Pencabutan secara tegas yang dilakukan membuat surat wasiat terdahulu tak berlaku secara hukum.

Pencabutan surat wasiat secara diam-diam berarti pembuatan surat wasiat yang isinya bertentangan dengan surat terdahulu.

Biarpun tidak disebutkan secara tegas, legalitas dari surat wasiat terbaru ini sah di mata hukum menggantikan yang sebelumnya.

Cara Pembatalan Surat Wasiat

Bagaimana cara membatalkan surat wasiat?

Dilansir dari hukumonline.com, pemberi warisan dapat langsung mendatangi kantor notaris untuk membatalkan wasiat tersebut.

Notaris akan membuat akta yang menyebutkan informasi mengenai surat wasiat terdahulu termasuk tanggal pembuatan, nomor, dan juga domisili.

Setelah itu ada pula pernyataan bahwa sang pemberi waris melakukan pembatalan/pencabutan terhadap wasiatnya.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk Anda sekalian, Urbanites!

Comments
Loading...