Terkuak! Cerita Horor di Balik Pulau Tempat Trump Kim Summit Dilaksanakan

Sebuah peristiwa bersejarah terukir pada 12 Juni 2018. Bertempat di Hotel Capella, Pulau Sentosa Singapura, dilaksanakan Trump Kim Summit, pertemuan antara Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya. Hal ini pun menyedot perhatian masyarakat di seluruh dunia.

Sejatinya pertemuan di Singapura ini telah berlangsung beberapa waktu lalu.

Dikabarkan Donald Trump melakukan pembatalan sepihak, namun pada awal Juni 2018, ia menyambut Menteri Luar Negeri Korea Utara di White House, Washington.

Tak disangka dalam hitungan minggu, Trump Kim Summit pun akhirnya di gelar kembali di negara berlambang kepala singa tersebut.

Cerita Horor yang Tersimpan di Pulau Sentosa

Dilansir UrbanIndo dari situs qz.com, ternyata pemilihan Hotel Capella di Pulau Sentosa oleh pihak White House mengagetkan banyak orang.

Pasalnya, Hotel Shangri-La Singapura adalah tempat yang diprediksikan jadi tempat pertemuan Trump Kim Summit.

Pulau Sentosa dikenal sebagai tempat bersantainya para bajak laut yang berubah menjadi area bermain para miliuner dunia.

Trump Kim Summit

Sebelum bernama “Sentosa”, pulau ini sempat menyandang nama Pulau Panjang pada tahun 1830.

Baca Juga: 6 Properti Ini Pernah Dimiliki Bakal Calon Presiden AS Donald Trump

Di samping itu, Sentosa juga pernah disebut sebagai Pulau Blakang Mati.

Tepat di belakang pulau ini, terdapat sebuah bukit dengan nama yang sama, Blakang Mati.

Ternyata, nama Blakang Mati punya sejarah panjang dan cukup kelam.

Sebagian orang menilai cerita ini sebagai horor.

Menurut catatan dari Perpustakaan Nasional Singapura, selain jadi tempat bermukimnya para perompak, di pulau ini pun kerap terjadi pembunuhan keji.

Dari catatan lain, pulau ini pun dikenal sebagai surga dari arwah para pejuang.

Cerita lainnya menyebutkan, terjadi sebuah wabah misterius yang menewaskan hampir semua prajurit Inggris yang tengah berdiam di sana.

Tidak hanya itu masyarakat Melayu, China, dan Bugis yang merupakan para nelayan serta petani dari Sulawesi, Indonesia pun ikut terjangkit dan meninggal di pulau Ini.

Sementara itu pada masa Perang Dunia II tahun 1942, Jepang menjadikan Pulau Sentosa sebagai tempat eksekusi.

Kala itu, para prajurit Nipon membunuh sejumlah warga China dalam operasi “pembersihan.

Disebutkan, para prajurit mengumpulkan para lelaki berusia 18-50 tahun dan menanyai mereka satu per satu “apakah mereka anti Jepang atau tidak.”

Bila mereka menjawab “ya”, maka pistol yang sudah diarahkan pada tubuh mereka pun akan meletus dan langsung mematikan.

Di pulau ini pula para tentara Jepang menahan setidaknya 400 tentara sekutu dan para penembak.

Tempat Trump Kim Summit Tersebut Menjelma Jadi Pulau Para Orang Kaya

Pulau ini menyandang nama Sentosa sejak tahun 1970.

Sejak menyandang nama tersebut, secara perlahan pulau ini menjadi rumah bagi sejumlah hotel mewah, taman hiburan, dan juga kasino pertama yang dimiliki Singapura.

Pulau seluas 500 hektare ini sendiri dapat dijangkau dengan 15 menit berkendarai dari pulau utama Singapura.

Selain mobil, Pulau Sentosa hanya bisa dijangkau dengan menggunakan monorail, cable car, jalanan khusus pejalan, dan kendaraan bawah tanah.

Baca Juga: Dikenal Tertutup, Foto Rumah Kim Jong Un Terkuak Juga!

Aksesnya yang cukup terbatas inilah yang membuat Pulau Sentosa ideal menjadi tempat pertemuan penting bersejarah.

Selain itu, untuk mengamankan Trump Kim Summit, Kepolisian Singapura pun telah merekrut Pasukan Gurkhas Nepal yang dikenal menakutkan.

Hotel Capella, Resor Bintang Lima dengan Letaknya yang Terisolir

Di sisi lain, Hotel Capella disebut sebagai tempat yang indah untuk pertemuan ini.

Memiliki pemandangan Laut China Selatan, resor bintang lima ini memiliki letak yang cukup terisolasi dari pusat keramaian.

Saat dilaksanakannya Trump Kim Summit, keamanan di hotel ini pun diperketat.

Kamera drones hingga barang-barang yang mudah terbakar tidak diizinkan masuk ke dalam area ini.

Didesain oleeh arsitek Inggris bernama Norma Foster, hotel ini memiliki desain kolonial yang dominan.

Capella sendiri beroperasi pada tahun 2009 dan memiliki 112 kamar yang dapat disewa.

Per malam, tamu dapat menginap dengan membayar sekitar AS$450 untuk kamar standar hingga AS$7.500 untuk mansion tiga kamar.

Tercatat sejumlah artis dunia seperti Madonna dan Lady Gaga pun pernah menginap di hotel ini.

Sementara itu uniknya, Trump dan Kim tidak menginap di hotel ini.

Donald Trump dikabarkan tinggal di hotel Shangri-La sementara Kim Jong-un berada di hotel St. Regis.

Benar-benar peristiwa yang bersejarah ya, Urbanites!

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untukmu.

Comments
Loading...