Tetangga yang Sakiti Anak Orang Lain Bisa Diganjar Denda Hingga Penjara!

Perkelahian antar anak sebaya akibat permainan adalah yang kerap terjadi. Ada orang tua yang menganggap hal ini lumrah dan bagian dari proses pendewasaan anak, namun ada juga yang tak terima. Akibatnya kasus tetangga yang sakiti anak sebelah rumah pun kerap terjadi.

Tindakan tetangga yang sakiti anak orang lain ini biasanya dipicu oleh masalah kecil, Urbanites.

Ada yang karena tak terima anaknya diganggu oleh anak tetangga.

Hal lain bisa juga disebabkan anak tetangga tersebut memang dikenal “nakal” dan kerap membuat onar.

Ya, yang namanya bertetangga dan hidup berdekatan, seharusnya masalah antar anak tidak perlu diselesaikan dengan kekerasan fisik maupun verbal.

Betul bukan, Urbanites?

Mungkin akan lebih baik bila para orang tua saling berkomunikasi agar dapat…

…Mendisiplinkan serta membuat anak-anak menjadi akur dan bersikap baik.

Di sisi lain, apabila perlakukan tetangga yang sakiti anak orang lain sudah keterlaluan, orang tua sang anak bisa melaporkan hal tersebut ke pihak polisi.

Sanksi yang bisa didapatkan pun tak main-main lho yaitu denda dan juga hukuman penjara.

Contoh Kasus Tetangga yang Sakiti Anak dan Diganjar Penjara

Kasus seorang tetangga yang menyakiti anak kecil terjadi di tahun 2010.

Dilansir UrbanIndo dari hukumonline.com, disebutkan bahwa seorang bernama Trimurti Rundu Padang menyakiti seorang anak tetangga bernama Winarto.

Trimurti mencubit dada, pipi, dan kedua tangan Winarto. Tidak hanya itu, perempuan ini juga memukul bagian belakang tubuh serta menendang alat kelamin anak tersebut.

Perlakukan tersebut Trimurti lakukan karena Winarto membuat anaknya yang bernama Erik menangis setelah berkelahi.

Akibat dari tindakannya tersebut, Trimurti dikenakanakan hukuma pidana percobaan selama 1 tahun 10 bulan dengan dan membayar biara perkara sebesar Rp2000.

Sanksi untuk Tetangga yang Sakiti Anak Orang Lain

Aturan mengenai penganiayaan dan juga kekerasan terhadap anak sendiri tertuang pada:

  • Pasal pidana penganiayaan ringan yaitu Pasal 351 jo. 352 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP); dan
  • Pasal 80 ayat (1) jo. Serta Pasal 76C UU No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pasal 76C UU No. 35/2014 berbunyi:

Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap anak.

Sementara itu sanksi untuk mereka yang melakukan kekerasan pada anak tertuang pada Pasal 80 ayat (1) UU No.35/2014 yang berbunyi:

Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

Hukum di atas dapat digunakan sebagai rujukan dalam melaporkan tetangga yang sakiti anak orang lain.

Semoga ulasan Rabu Hukum UrbanIndo pekan ini dapat bermanfaat bagi Anda, Urbanites!

Comments
Loading...