NJOP Naik, Inilah Dua Dampak yang Akan Memberatkan Masyarakat

Nilai jual objek pajak (NJOP) bumi dan bangunan Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan. Bila dirata-ratakan, kenaikan kali ini mencapai 19,54% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dianggap makin memberatkan, ada dua dampak yang kira-kira harus ditanggun masyarakat karena hal ini.

Peraturan mengenai kenaikan NJOP tertuang dalam…

Peraturan Gubernur (Pergub) No. 24 tahun 2018 tentang Penetapan NJOP Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Peraturan ini sendiri telah diteken Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Maret 2018 lalu.

Dilansir dari properti.kompas.com, inilah kenaikan nilai jual objek pajak bumi dan bangunan di penjuru provinsi Jakarta:

Jakarta Pusat

  1. Tanah Abang: Rp4.723.000 (Jl. Gelora IX D) s/d Rp93.963.000 (Jl. Jenderal Sudirman)
  2. Gambir: Rp4.723.000 (Jl. Duri Barat) s/d Rp28.855.000 (Jl. Setia Kawan Raya; Jl. KH Hasyim Ashari)
  3. Palmerah: Rp11.523.000 (Jl. Palmerah Selatan) s/d Rp41.893.000 (Jl. Palmerah Utara)

Jakarta Utara

  1. Penjaringan: Rp916.000 (GG B 1) s/d Rp18.375.000 (East Coast 1-2/Street)
  2. Cilincing: Rp1.862.000 (Kalibaru Barat V) s/d Rp8.145.000 (Kalibaru Barat)
  3. Kepulauan Seribu Rp335.000 (Pulau Sebira) s/d Rp25.995.000 (JL. Pulau Tengah).

Jakarta Timur

  1. Pasar Rebo : Rp2.013.000 (Jl. Lapan V) s/d Rp3.100.000 (Jl. Lewa)
  2. Cakung : Rp2.508.000 (Jl. DR KRT Radjiman WD) s/d Rp7.455.000 (Jl. Pulo Lentut)

Jakarta Barat

  1. Kebon Jeruk: Rp2.508.000 (Jl. Pahlawan) s/d Rp11.305.000 (Jl. Pos Pengumben).
  2. Taman Sari: RP5.763.000 (Pinangsia III) s/d Rp29.223.000 (Mangga Besar IX)

Jakarta Selatan

  1. Tebet-Manggarai: Rp2.508.000 (Manggarai Utara II) s/d Rp 19.843.000 (Jl. Sahardjo)
  2. Ciputat: Rp3.843.000 (Gang Saemin) s/d Rp 13.363.000 (Ciputat Raya)
  3. Pondok Pinang: Rp4.263.000 (Jl. Pinang Kuningan) s/d Rp 23.623.000 (Jl. Pinang Emas XI)
  4. Lebak Bulus: Rp23.6623.000 (Jl. P. Lebak Lestari).

Naiknya NJOP Sebabkan Dampak Ini

Kenaikan nilai jual objek pajak di DKI Jakarta pun memberikan dua efek yang disebut-sebut cukup memberatkan masyarakatnya.

Dampak pertama akibat kenaikan ini ialah semakin mahalnya pajak bumi bangunan (PBB) yang harus dibayarkan.

Apalagi dengan fakta bahwa banyak masyarakat di perkotaan Jakarta yang tinggal di rumah warisan.

Rumah warisan ini pun umumnya memiliki luas tanah yang terbilang besar.

Baca Juga: Ingin Memahami Dunia Properti? Kenali Dulu Nilai Jual Objek Pajak

Efek kedua yang akan segera terasa ialah kenaikan harga rumah di Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan perwakilan developer Intiland sebagaimana UrbanIndo lansir dari cnbcindonesia.com.

Biarpun begitu, di tengah kondisi bisnis properti yang melemah, developer tidak akan sekaligus menaikkan harga produk rumah yang ditawarkan.

Di samping dua dampak tersebut, ternyata ada pula nilai positif kenaikan NJOP yang dapat dipetik.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, kenaikan ini juga dapat meminimalisir munculnya spekulan tanah.

Itu artinya, harga tanah di Jakarta yang kerap melonjak tinggi dapat ditekan dan lebih terkendali.

Wah, bagiamana dengan daerahmu, Urbanites. Apakah pemerintah daerahmu juga sudah menaikkan NJOP?

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk Anda!

Comments
Loading...