Rumah Disita Bank, Perabotan dan Isi Rumah Boleh Diambil atau Tidak?

Ibu Yuri menggadaikan rumahnya ke bank untuk mendapatkan pinjaman. Sayangnya, ia mengalami gagal bayar sehingga rumah yang menjadi hak tanggungan pun disita pihak bank. Setelah mendapatkan informasi rumah disita bank, Ibu Yuri bingung, apakah isi rumah juga berpindah hak atau tidak.

Mungkin kegalauan serupa pun pernah atau sedang Anda alami, Urbanites.

Agar dapat memahami mengenai aspek mana saja dari rumah yang menjadi hak tanggungan dan dapat disita bank, Anda tentu perlu memahami pengertian mengenai hak tanggungan.

Pada artikel Rumah yang Dijaminkan Hancur, Tetap Kena Eksekusi atau Dapat Pengecualian? yang tayang pekan lalu, UrbanIndo telah membahas sedikit mengenai hak tanggungan.

Lebih lanjut, sebagaimana UrbanIndo lansir dari situs hukumonline.com, pengertian hak tanggungan diterangkan dalam Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang No.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan.

Pasal 1 Angka 1 UU Hak Tanggungan tersebut berbunyi:

“Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah, yang selanjutnya disebut Hak Tanggungan, adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain.”

Diterangkan dengan jelas bahwa hak tanggungan berupa tanah yang dapat dijadikan pelunasan utang dapat diserta pula dengan benda-benda lain yang menjadi kesatuan dengannya atau pun tidak.

Rumah Disita Bank, Isinya Hak Siapa?

Lebih lanjut lagi pada Pasal 4 ayat 4 UU Hak Tanggungan disebutkan bahwa:

“Hak tanggungan dapat juga dibebankan pada hak atas tanah berikut bangunan, tanaman, dan hasil karya yang telah ada atau akan ada yang merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut asalkan pembebanannya dengan tegas dinyatakan di dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan yang bersangkutan.”

Pasal tersebut menekankan bahwa selain rumah, pembebanan benda-benda yang melekat pada tanah sebagai hak tanggungan perlu diperjanjikan dengan tegas.

Jadi, bila Anda menemukan kasus rumah disita bank seperti contoh di atas, tidak perlu merasa risau!

Cukup memeriksa kembali perjanjian hak tanggungan yang Anda miliki, karena semua aspek yang menjadi hak tanggungan akan tertuang pada perjanjian tersebut.

Semoga ulasan mengenai permasalahan rumah disita bank di atas dapat bermanfaat untuk Anda, Urbanites!

Comments
Loading...