Sertifikat HGB Diubah Menjadi SHM, Begini Langkah yang Tepat

Sertifikat HGB, singkatan dari Hak Guna Bangunan, dapat ditingkatkan menjadi Sertifikast Hak Milik (SHM) dengan langkah yang tepat. Agar tak salah kaprah, ikuti cara berikut!

Sertifikat HGB adalah salah satu bukti kepemilikan lahan yang dimiliki seseorang untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain dalam kurun waktu tertentu.

Lahan dengan status HGB biasanya dikelola oleh developer seperti perumahan atau apartemen, bisa juga pada gedung perkantoran.

Perlu Anda ketahui Urbanites, bahwa jenis kepemilikan tersebut dipegang sepenuhnya oleh negara.

Setelah melewati batas waktu, pemegang sertifikat harus mengurus perpanjangan sertifikat HGB dan begitu seterusnya.

Baca: Untung dan Rugi Membeli Properti di Atas Tanah HGB

Faktanya, kepemilikan lahan dengan status sertifikat HGB dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik alias SHM.

Perubahan status kepemilikan dari HGB ke SHM bertujuan untuk memperjelas status hukum kepemilikan atas suatu lahan.

Tentu, hal in akani sangat bermanfaat bagi pemilik apabila dikemudian hari terjadi pindah tangan kepemilikan maupun terjadi sengketa.

Sertifikat HGB dan Langkah Mengubah Jadi SHM

sertifikat hgb

Status kepemilikan hak milik merupakan status kepemilikan paling kuat tanpa campur tangan atau kemungkinan dimiliki oleh pihak lain.

Kepengurusan perubahan sertifikat HGB menjadi SHM dilakukan pada kantor pertanahan di wilayah tempat lokasi lahan tersebut berada.

Agar tak salah kaprah, ikuti cara mengubah sertifikat HGB ke SHM sebagai berikut:

  1. Membeli dan Mengisi Formulir Permohonan

Awalnya, Anda harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat.

Surat ini sebaiknya sudah diproses sebelum Anda mengajukan pengubahan status sertifikat HGB menjadi SHM.

Ketika surat ini sudah ada, segera salin atau copy beberapa lembar dan lampirkan aslinya bersama dengan dokumen-dokumen yang telah disiapkan.

  1. Menyiapkan Dokumen

Untuk mengubah status sertifikat kepemilikan HGB menjadi SHM Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen-dokumen untuk melengkapi persyaratan, di antaranya:

– Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (HGB)

Siapkan sertifikat asli HGB yang statusnya hendak diubah, karena ini dokumen paling penting dalam kepengurusan.

Anda juga memerlukan beberapa copy sertifikat untuk cadangan.

– Copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dokumen IMB ini diperlukan sebagai bukti legalitas bahwa lahan dipergunakan untuk mendirikan suatu bangunan.

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menggunakan surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa lahan tersebut digunakan untuk mendirikan bangunan atau sebagai rumah.

– Identitas diri

Siapkan dokumen identitas diri pemohon seperti KTP dan KK, atau akta pendirian apabila dilakukan oleh badan hukum.

Apabila dikuasakan kepada orang lain, sertakan pula surat kuasa dan fotocopy kartu identitas penerima kuasa.

– SPPT PBB

Dokumen pajak diperlukan untuk melihat rekam jejak pembayaran pajak dan kondisi lahan, seperti luas tanah dan luas bangunan yang terkena pajak.

– Surat Pernyataan Kepemilikan Lahan

Pemohon harus menyertakan surat pernyataan tidak memiliki tanah lebih dari 5 bidang dengan luas keseluruhan tidak lebih dari 5.000 m2.

Kiat Membayar dan Mengurus Biaya Perkara

sertifikat hgb

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) turut menjadi biaya yang wajib anda bayarkan saat mengubah sertifikat HGB ke SHM.

Besar biaya tergantung biaya NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah.

Ada pun rumus menentukan biaya NJOP, yakni 2% x (NJOP Tanah – NJOPTKP Rp 60 juta).

Sebagai catatan, untuk tarif 2 persen dan  NJOP Tidak Kena Pajak (NJOPTKP), hal tersebut diatur oleh pemerintah daerah masing-masing.

Berdasarkan penggunaan, tarif tersebut bisa berbeda antardaerah karena pengolahan BPHTB diatur dalam Perda.

Biaya perkara yang dikeluarkan akan berbeda pada setiap daerah, mengingat ia mengacu pada peraturan pemerintah daerah dan luas lahan.

Apabila tak ingin repot mengurus, Anda bisa menggunakan jasa notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dengan biaya tambahan.

***

Cara di atas dapat Anda ikuti secara sama agar proses mengubah sertifikat HGB ke SHM jadi lebih mudah.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda, Urbanites!

Pantau terus artikel selanjutnya dari UrbanIndo.

Baca Juga: Jenis Sertifikat Kepemilikan Lahan yang Berlaku di Indonesia

Tulisan ini merupakan perbaruan dari artikel
Serba-Serbi Sertifikat Hak Guna Bangunan Bagian 2: Cara Merubah HGB Menjadi SHM
yang tayang pada 17 Mei 2013

Editor: Bobby Agung Prasetyo
Comments
Loading...