Cara Pintar Memilah dan Mengolah Sampah Berdasarkan Jenisnya

Masalah sampah di dunia ini seolah tidak ada habisnya. Alasannya simpel: karena semua masyarakat dunia setiap harinya memroduksi sampah. Bahkan di tiap menit! Kerap jadi masalah, solusi yang dilakukan pun banyak, salah satunya mengolah sampah.

Sampah memang menjadi hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita.

Misalnya saja, ketika kita selesai makan, pasti akan menghasilkan sampah.

Baik itu sisa bungkus makanan dan juga minuman.

Lalu siapa yang tidak pernah menghasilkan sampah?

Tentu jawabannya tidak ada.

Wah… kalau ditotal-total tentu sampah yang ada di bumi ini sangat banyak, ya!

Yang jadi masalah, sikap masyarakat di seluruh dunia yang tak disiplin saat membuang sampah menjadi penyebab bumi kita menjadi kotor.

Bahkan hal ini pun jadi mengancam kehidupan makhluk lain.

Tidak hanya itu!

Cara mengolah sampah yang tidak benar akan membuat bumi semakin tertutup kotoran.

Mungkin sebagian orang belum terlalu paham mengenai ancaman yang disebabkan sampah pada bumi, jenis, hingga cara mengolah sampah. K

alau kamu salah satunya, tenang saja! 99.co akan membahasnya secara lengkap dan tuntas!

Baca artikel ini sampai selesai dan kamu akan:

  • Tahu sejauh mana sampah mengancam lingkungan.
  • Pandai mengelola sampah.
  • Lingkungan terjaga.
  • Menjadi pahlawan bagi bumi.

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, simak artikel ini baik-baik dan tentunya kita aplikasikan bersama-sama!

Kamu Harus Tahu, Faktanya Sampah Ada di Mana-Mana!

Ya! Sampah ada di mana-mana.

Di rumah, jalanan, taman, area wisata, bahkan di lembah gunung dan tengah laut.

Di dunia ini ternyata ada tujuh negara penghasil sampah terbanyak di dunia.

Mereka adalah:

  • Italia

Negara Tango, Italia memroduksi sekitar 29,7 juta ton sampah per tahunnya.

Jumlah sampah itu sebagaian besar disumbangkan oleh daerah Napoli.

Pihak pengelola sampah di kota itu saja sudah lepas tangan karena bingung harus di kemanakan sampah-sampah tersebut.

  • Meksiko

Walau luas wilayah Meksiko lebih kecil dari Inggris, Jerman, dan Jepang namun sampah yang dihasilkan tidak lebih banyak dari negara-negara tersebut.

Meksiko memiliki produksi limbah tahunan sekitar 32,2 juta ton.

  • Inggris

Lebih dari 34 juta ton sampah tiap tahunnya yang dihasilkan penduduk Inggris Raya.

Penduduk Inggris sendiri diperkirakan mencapai 60 juta jiwa. Hmm.. cukup banyak, ya?

  • Jepang

Ternyata negara maju kayak Jepang tak luput dari masalah sampah.

Terbukti, Negeri Sakura ini menghasilkan limbah sampah sekitar 52,4 juta ton per tahun.

  • Rusia

WOW! Rusia ternyata memroduksi 207,4 juta ton limbah per tahun.

Itu perkiraan terakhir pada tahun 2000.

Sementara itu di tahun 2015, jumlah sampah meningkat drastis karena pertumbuhan masyarakat menengah ke atas.

  • Amerika Serikat

Pada tahun 2007 tercatat bahwa jumlah sampah yang diproduksi masyarakat Amerika Serikat pertahunnya mencapai 254 juta ton.

Sebanyak 26,8 juta ton sampah di antaranya bersumber dari sampah-sampah makanan.

Lalu gimana dengan Indonesia?

Walaupun tidak masuk dalam tujuh besar negara penghasil sampah di dunia, tapi Indonesia juga harus sudah semakin memprihatinkan.

Pasti kalian pernah deh melihat sampah di area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sudah sampai menggunung!

Mungkin jika sampah-sampah tersebut diratakan, mungkin akan terbentuk sebuah daratan baru yang cukup luas.

Contohnya saja di sini:

  • Bantar Gebang, Bekasi
  • Leuwi Gajah, Cimahi
  • TPA Putri Cempo, Surakarta, Jawa Tengah
  • TPA Benowo, Surabaya, Jawa Timur
  • TPA Bulusan, Banyuwangi, Jawa Timur

Terus, kok bisa ya sampai ke gunung dan laut?

Tentu saja bisa!

Pasalnya, orang-orang yang tengah berwisata ke gunung ataupun laut bisa saja lupa, atau terlalu malas membawa sisa-sisa sampah mereka kembali ke rumah.

Hal ini nih yang membuat bumi kita semakin tercemar dan malah bisa sampai merusak ekosistem.

Seseram itu?

Beneran! Kalian pasti sering melihat atau membaca, saat ini makin banyak hewan-hewan yang mati akibat sampah.

Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

  • Hewan-hewan mengira sampah plastik yang bertebaran di sekitar tempat tinggalnya adalah makanan. Mereka kemudian memakannya, lalu karena sampah plastik itu tidak bisa terurai dalam usus, akhirnya mereka terkena infeksi kemudian mati.
  • Sampah-sampah itu menjerat badan mereka sehingga hewan-hewan tersebut kekurangan oksigen. Karena tak ada yang menolong, mereka pun mati.

Nah, sudah tahu kan segawat apa kondisi sampah di dunia, khususnya di negara kita ini?

Biar tahu dan tepat mengolah sampah, kita kenali dulu apa sih jenis-jenis sampah itu.

3 Jenis Sampah yang Perlu Kamu Ketahui

Kalian tentu sudah tak asing kan dengan jenis-jenis sampah? Ya, benar!

Ada sampah organik dan anorganik. Lalu apa sih bedanya?

  • Jenis Sampah Organik

Sampah ini terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis.

Contoh dari jenis sampah ini, yaitu sisa makanan dan daun.

Sampah organik juga biasa disebut sebagai sampah basah.

  • Jenis Sampah Anorganik

Sampah ini terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis dan proses penghancurannya membutuhkan penanganan di tempat khusus.

Contoh dari sampah anorganik, misalnya plastik, kaleng, dan styrofoam.

Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.

Ternyata ada satu jenis sampah lagi. Apakah itu?

Namanya adalah sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

  • Jenis Sampah B3

Sampah jenis ini merupakan limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun, misalnya limbah rumah sakit, limbah pabrik, dan lain-lain.

Nah ini nih yang sangat berbahaya dibadingkan dengan jenis sampah rumah tangga berjenis organik dan anorganik.

Sudah Tahu Jenisnya, Mengolahnya Harus Mulai Dari Mana?

Tenang, kalian tidak perlu kok pergi ke gunung atau berenang ke laut lepas untuk memungut sampah-sampah tersebut.

Gak perlu pergi juga ke TPA terdekat dari rumah kalian untuk ikut membantu para pekerja di sana untuk memilah sampah.

Apa yang bisa kalian lakukan dan mulai dari mana?

Jawabannya…

Mulailah dari rumah masing-masing dengan cara mengolah sampah sesuai jenisnya.

Cara Mengolah Sampah Sesuai Jenisnya

Kamu tentu sudah tahu kan jenis sampah organik dan anorganik?

Nah, apa saja ya pembagiannya di rumah?

Ini jawabannya:

2 jenis sampah anorganik di rumah dan cara mengolahnya:

  1. Sampah yang didaur ulang sendiri

Contohnya, kemasan pewangi pakaian atau pewangi lantai, botol plastik, gelas plastik, dan lainnya.

Sampah ini bisa didaur ulang menjadi:

  • Hiasan bunga
  • Tas
  • Tempat laptop
  1. Sampah yang dapat diberikan kepada orang lain

Biasanya diberikan kepada pemulung dan sampahnya masih bisa didaur ulang atau bisa dijual kembali.

Misalnya, koran, majalah, karton, kardus, kantong plastik, styrofoam.

Terakhir…

Apabila sampah tidak bisa didaur ulang dan tak layak untuk diberikan, sebaiknya buang saja ke bak sampah.

Tapi ingat, dibuang di tempat khusus limbah-limbah anorganik ya!.

2 jenis sampah organik di rumah:

  1. Sampah organik hijau

Berasal dari sampah rumah tangga yang dapat diproses kembali menjadi pupuk kompos.

Contohnya, daun atau tangkai dari sayuran hijau, nasi, kulit sayuran dan buah-buahan, ampas kelapa, dan lainnya.

  1. Sampah organik hewani

Sama halnya dengan sampah organik hijau, sampah organik hewani juga dapat diolah kembali untuk dijadikan pupuk.

Contohnya, tulang ayam, duri ikan, kulit udang, dan lainnya.

Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos

Membuat pupuk kompos sendiri di rumah tidak sulit, lho.

Kamu juga bisa memanfaatkan sampah organik yang ada di rumah.

Ini yang harus kamu siapkan:

  1. Ember plastik yang sudah dilubangi.
  2. Dua buah bantalan yang terbuat dari sabut kelapa yang dibungkus kasa nyamuk.
  3. 5-6 kilogram kompos yang terbuat dari tumbuhan.
  4. Alat pengaduk

Begini cara membuatnya:

  1. Letakan satu bantalan di bagian atas ember plastik. Bantalan ini akan berfungsi sebagai penghangat ketika proses pembuatan kompos.
  2. Tuang kompos yang siap pakai.
  3. Masukkan sampah organik hijau yang sudah dipotong kecil ke dalam kardus.
  4. Aduk semuanya hingga rata.
  5. Lakukan tahapan tersebut hingga ember terisi penuh.
  6. Tutup ember menggunakan bantalan yang satu lagi.
  7. Letakan di tempat yang tidak terkena air dan terik matahari.
  8. Buka kardus setiap 3 hari dan aduk isinya.

Lakukan langkah tersebut sampai sampah menjadi hitam dan hancur (prosesnya kurang lebih 1 bulan). Sampah pun akan siap digunakan.

Ada cara lain untuk mengolah sampah organik!Mau tahu?

Buat lubang biopori di rumah!

Lubang biopori berbentuk silindris yang digali vertikal ke dalam tanah ini sebenarnya berfungsi sebagai jalur serapan air hujan.

Biopori yang ditemukan salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dibuat agar tidak ada genangan air yang berujung pada timbulnya banjir di sekitar rumah (waterlogging).

Lalu apa hubungannya sama sampah organik di rumah?

Si lubang-lubang biopori yang telah dibuat di halaman rumah ini bisa menjadi wadah atau tempat membuat sampah-sampah yang mudah terurai alias si sampah organik.

Nantinya, sampah-sampah organik yang telah dimasukkan dan dibiarkan di lubang tersebut lama-lama bisa menjadi…

Kompos.

Tidak hanya menyuburkan tanah di area pekarangan rumah, kompos tersebut pun bisa kamu ambil untuk digunakan sebagai pupuk tanaman-tanaman yang lain.

Udah tahu cara buat lubang biopori? gini nih..

Sejak dikenalnya metode ini, pemerintah Indonesia pun mencanangkannya sebagai gerakan massal yang dapat dilakukan perorangan di rumah, sampai instansi-instansi perusahaan.

Tujuannya…

Membuat Indonesia bebas banjir.

Oleh sebab itu, kamu tidak usah mahal-mahal membeli bor atau alat khusus pembuat biopori kok. Alat itu bisa dipinjam dari RW atau RT tempat kamu tinggal.

Sudah pinjam… lalu…

  • Tentukan lahan atau area rumah yang akan dibuat lubang biopori.
  • Ambil alat khusus pembuat biopori, tancapkan ujungnya ke permukaan tanah yang telah dibasahi dengan air, putar hingga alat tersebut masuk ke dalam tanah.
  • Putar terus alat tersebut hingga tanah terkeruk, lalu angkat dan sisihkan tanah dari dalam lubang.
  • Lakukan proses itu hingga lubang memiliki kedalaman sekitar 100 senti meter.
  • Ulangi lagi tahapan di atas untuk membuat lubang-lubang lainnya.

Nah, kalau sudah jadi, lubang-lubang tersebut pun siap menampung sampah-sampah organik dari rumah seperti:

Sisa makanan, daun-daun yang berguguran, dan sampah produk pulp (kertas dan kardus).

Prinsip 4R dalam Mengolah Sampah di Rumah

Intinya, sampah-sampah di rumah itu semua dapat dikelola. Caranya…

Terapkan prinsip 4R untuk mengelola sampah:

Dalam mengelola sampah dengan baik, kamu bisa melakukan 4R. Apa sih 4R itu?

4R adalah singkatan dari:

  1. Replace (mengganti).
  2. Reduce (mengurangi).
  3. Re-use (memakai).
  4. Recycle (daur ulang).

Masih bingung? Tenang saja!

Berikut penjelasan dari masing-masing poin:

1. Replace (mengganti)

Ganti dengan barang ramah lingkungan.

Usahakan untuk menggunakan barang yang bisa digunakan lebih dari sekali pemakaian.

Misalnya:

– Ganti kantong keresek dengan tas belanja.

– Hindari penggunaan styrofoam.

2. Reduce (mengurangi)

Kurangi produksi sampah yang dihasilkan oleh diri sendiri.

Cara melakukannya:

– Bawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik.

– Membawa botol minuman daripada membeli minuman dalam kemasan.

3. Re-use (memakai)

Menggunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai.

Caranya:

– Gunakan plastik bekas belanja untuk pembungkus di kemudian hari.

– Kaleng bekas dijadikan sebagai pot tanaman.

– Pakaian bekas dijadikan sebagai lap, kerajinan tangan, dan lainnya.

4. Recycle (daur ulang)

Daur ulang sampah yang telah dihasilkan.

Cara yang satu ini memang tidak mudah karena membutuhkan teknologi dan penanganan yang khusus.

Namun, kamu bisa melakukan ini:

  • Kumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk didaur ulang.
  • Kumpulkan sisa kaleng atau botol untuk didaur ulang.
  • Gunakan produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.

Mengolah Sampah Rumah Tangga dengan Cara Praktis

Pengelolaan sampah di rumah ternyata cukup mudah. Kamu cukup ikuti langkah berikut:

  1. Pilah sampah sesuai jenisnya.
  2. Potong kecil/rajang sampah organik dan kumpulkan ke dalam peralatan reaktor komposter sederhana untuk dijadikan kompos.
  3. Pilah sampah anorganik. Sebagian kemasan kertas/plastik dapat didaur ulang menjadi bahan-bahan kerajinan. Sampah kering yang tidak dapat didaur ulang dapat dikumpulkan untuk dijual kembali.
  4. Kumpulkan sampah B3 dalam plastik putih dan tulis kode B3 menggunakan spidol merah. Gantung di TPS terdekat dan petugas kebersihan akan mengerti maksudnya.

Jangan bakar sampah sembarangan!

Mengapa?

Saat sampah dibakar, akan menimbulkan bahaya pada lingkungan sekitar karena terdiri dari bahan yang tidak aman.

Misalnya:

  • Kaleng aerosol dapat meledak jika terkena panas.
  • Plastik dan karet akan menghasilkan gas yang dapat memicu kanker jika dibakar.

Jika terpaksa harus membakar sampah?

  • Pastikan sampah yang dibakar adalah sampah organik
  • Sampah basah tidak terlalu banyak
  • Jauhkan pembakaran dari kerumunan atau benda yang mudah terbakar

Jika kamu merasa sampah-sampah itu tdak bisa diolah lagi, buang ke tempat sampah, ya.

Tapi harus diingat!

Buang sampah-sampah berjenis organik serta anorganik itu ke tempat yang berbeda.

Ga susah kok.

Kamu cukup menyediakan dua buah tempat sampah berlabelkan ORGANIK dan ANORGANIK.

Lalu…..

Tempatkan kedua tempat sampah itu di lahan khusus pembuangan sampah, baik di dalam rumah yaitu di dapur serta di luar rumah, dekat dengan gerbang luar.

Secara ga sadar, dengan membuang sampah organik dan anorganik ke tempat yang berbeda, kamu udah membantu membuat lingkungan rumah jadi lebih baik.

Gak cuma itu!

Kamu juga sudah membantu meringankan tugas tukang pengangkut sampah di rumah lho.

Nah, itu dia cara pintar memilah dan mengolah sampah berdasarkan jenisnya.

Mudah bukan?

Yuk, kita aplikasikan cara mengolah sampah di rumah tadi mulai dari sekarang!

Semoga bermanfaat.

Share kepada temanmu yang lain ya agar mereka juga dapat mengolah sampah dengan baik.

Comments
Loading...