Menganiaya Hewan Peliharaan Dapat Diganjar Sanksi Penjara!

Beberapa waktu ke belakang ini, makin banyak ditemukan hewan peliharaan yang ditelantarkan begitu saja di jalanan. Tak jarang pula ditemukan kasus penganiayaan hewan peliharaan di rumah. Termasuk pelanggaran hukum, inilah sanksi bagi mereka yang menganiaya hewan peliharaan.

Seperti manusia, hewan peliharaan harus disayangi dan dirawat sebaik mungkin.

Itu sebabnya, saat memutuskan untuk mengadopsi/memiliki hewan peliharaan, seseorang harus tahu apa kewajiban mereka sebagai pemilik.

Jangan sampai menelantarkan hewan peliharaan kelak karena bosan atau tak sanggup merawat mereka lagi.

Terlebih lagi bila hewan tersebut mengalami penganiayaan karena “keisengan” belakan.

Sejatinya, saat seseorang telah mengadopsi peliharaan, mereka sudah tahu bahwa kehidupan dari hewan tersebut akan bergantung pada mereka.

Definisi hewan peliharaan pun telah diatur dalam UU 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undangn Nomor 18 Tahun 1009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang berbunyi:

Hewan peliharaan adalah hewan yang kehidupannya untuk sebagian atau seluruhnya bergantung pada manusia untuk maksud tertentu.

Cukup banyak tindakan penelantaran hewan peliharaan yang bisa Anda temukan, Urbanites!

Ada yang tak dirantai dan tak diberi tempat tidur layak, tidak diberi makan, dibuang begitu saja, bahkan dianiaya hingga terluka.

Mereka yang berani melakukan itu, harus siap dihadapkan dengan sanki hukum, sebab tindakan tersebut termasuk sebagai tindakan pidana.

Sanksi Menganiaya Hewan Peliharaan

Dikutip 99.co dari hukumonline.com, pemilik yang menganiaya hewan peliharaan kepunyaannya bisa diberikan sanksi denda hingga penjara.

Bukan hanya itu, orang di sekitarnya yang mengetahui terjadinya tindakan tersebut namun tak melaporkannya pada pihak berwajib pun dapat diberikan sanksi.

Dalam Pasal 66A UU 41/2014 disebutkan bahwa:

(1)  Setiap Orang dilarang menganiaya dan/atau menyalahgunakan Hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif.

(2)  Setiap Orang yang mengetahui adanya perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Sementara itu, hukuman terhadap pelaku dan orang yang melihatnya namun tak melaporkan diatur dalam Pasal 91B UU 41/2014 yang berbunyi:

(1)  Setiap Orang yang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan sehingga mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66A ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 6 (enam) bulan dan denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

(2)  Setiap Orang yang mengetahui adanya perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66A ayat (1) dan tidak melaporkan kepada pihak yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66A ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan dan denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).

Selain Pasal 91B UU 41/2014, hukuman terhadap pelaku penganiayaan hewan peliharaan pun diatur dalam Pasal 302 KUHP, yang berbunyi:

  1. Diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan.
    1. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya;
    2. Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya.
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.
  3. Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.
  4. Percobaan melakukan kejahatan tersebut tidak dipidana.

Semoga kita yang berniat untuk mengadopsi hewan peliharaan, dapat bertanggung jawab dengan baik sehingga mereka dapat hidup dengan layak.

Setuju tidak, Urbanites?

Comments
Loading...