Sekilas Tentang
Kota Yogyakarta

Anda pasti kenal dengan daerah bernama Malioboro, siapa yang tidak? Jantung kawasan wisata yang berada di Ibu Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tidak pernah sepi dari wisatawan. Bukan hanya domestik namun juga mancanegara. 

Berbicara soal Yogyakarta, mungkin orang-orang masih banyak yang belum paham bahwa nama tersebut merepresentasikan provinsi sekaligus ibu kotanya. Selain Kotamadya Yogyakarta, ada beberapa kabupaten yang termasuk dalam kawasan Provinsi DIY yaitu Bantul, Klaten, Kulon Progo, dan Sleman.

Di antara wilayah lainnya di penjuru Indonesia, Yogyakarta merupakan satu-satunya daerah yang masih diperbolehkan menganut sistem kepemerintahan berbentuk kesultanan. Itu sebabnya kata “istimewa” tidak pernah terlepas dari penyebutan daerah ini. Hingga saat ini Kota Yogyakarta yang juga kerap disebut sebagai Yogya atau Jogja dikenal sebagai Kota Sultan. Sebutan lain seperti Kota Gudeg juga sering digunakan untuk menyebut wilayah seluas 32,5 kilometer persegi ini.

Selain dikenal sebagai Kota Gudeg, Yogya juga kerap disebut sebagai Kota Pelajar. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh kehadiran 137 perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Yogyakarta dan UIN Sunan Kalijaga, namun juga karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar.

Mata pencaharian masyarakatnya pun beragam, namun karena wilayah Yogya merupakan salah satu daerah wisata yang terkenal, tidak sedikit dari mereka yang terjun ke bidang pariwisata. Sebagian masyarakat kota ini pun ada yang memiliki keahlian sebagai pengrajin barang-barang perak dan wayang.

 Mayoritas penduduk Yogyakarta sendiri ialah bersuku Jawa. Itu sebabnya Bahasa Jawa digunakan sebagai bahasa sehari-hari selain Bahasa Indonesia dengan logat medok yang khas. Selain Suku Jawa, beberapa suku lain seperti Sunda, Batak, dan Tionghoa pun bermukim di penjuru kota ini.

Yogyakarta kota, yang tidak pernah sepi dari kedatangan wisatawan. Keeksotisan berbagai bangunan candi peninggalan kerajaan Hindu Budha zaman dulu menjadi magnet tersendiri. Walau kebanyakan tidak berada di Yogyakarta, candi-candi tersebut dapat diakses dengan mudah dari pusat kota.  

Bukan hanya Prambanan dan Borobudur saja lho candi terkenal yang berada di dekat Kota Yogyakarta. Candi-candi lainnya pun cukup banyak di antaranya Ratu Boko di daerah Sleman, Simbisari, Plaosan, Barong, Lumbung, Klasan, dan Candi Sari.

Keindahan alam Yogyakarta pun tidak kalah menarik. Salah satu tempat wisata yang kini tengah disenangi wisatawan ialah Gua Pindul dan Gumuk Pasir Parangkusumo. Beberapa pantai di pesisir Gunung Kidul, 50 kilometer dari pusat Kota Yogya, yang digemari antara lain Indryanti, Glagah, Kalibiru, dan lainnya.

Film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang syuting di daerah Yogyakarta pun menaikkan pamor sejumlah tempat wisata. Jika Anda melakukan pencarian di internet, akan banyak ditemui ulasan mengenai spot wisata tersebut.

Bagi Anda yang senang dengan wisata belanja, wajib mendatangi kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo yang menjadi gudang pernak-pernik dan batik, Kota Gede sebagai pusat kerajinan perak, dan beberapa pusat perbelanjaan modern seperti Malioboro Mall, Plaza Ambarrukmo, dan Jogja City Mall.

Satu lagi! Tidak lengkap rasanya jika wisatawan belum mengunjungi keraton yang menjadi landmark kota ini, Kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di sekitar keraton pun terdapat alun-alun kota dan berbagai jajanan khas seperti bakpia.

Kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Provinsi DIY memiliki infrastruktur transportasi yang cukup memadai. Di kota ini terdapat terminal bus penghubung transportasi antar kota dan antar provinsi, stasiun kereta, hingga bandara.

Terminal Giwangan yang letaknya 4 kilometer tenggara Kota Yogya menjadi tempat mangkal-nya bus jurusan Bandung-Yogyakarta, Jakarta-Yogyakarta, Surabaya-Yogyakarta dan beberapa trayek lainnya. Sementara itu stasiun utama yang berada di pusat kota ialah Stasiun Tugu.

Di jalur udara, terdapat Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta yang letaknya 8 kilometer sebelah timur Kota Yogyakarta. Walau ukurannya relatif kecil, bandara ini pun melayani rute internasional seperti Yogyakarta-Singapura dan Yogyakarta-Malaysia.

 Sementara itu beberapa rute penerbangan domestik yang dilayani ialah Jakarta-Yogyakarta serta Denpasar-Yogyakarta dan sebaliknya. Beberapa penerbangan lainnya ialah menuju Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta sebaliknya.

Yogyakarta sering kali disebut-sebut sebagai kota idaman untuk dijadikan tempat tinggal. Kekayaan alam yang begitu menarik mata, berbagai macam tempat wisata yang eksotik, keramahan masyarakat, dan kondisi daerahnya yang tidak terlalu hiruk pikuk menjadi beberapa faktor disukainya daerah ini.

Berdasarkan data Analisis Wilayah UrbanIndo, hunian di Yogyakarta diminati orang luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan juga Bandung. Beberapa daerah yang menjadi most wanted ialah Umbulharjo dengan persentase 41,7%, Kotagede 13,19%, dan Mantrirejon sebesar 8,23%.

Jenis properti yang paling dicari sendiri ialah rumah yaitu sekitar 80,47% sementara tanah menyusul di posisi kedua dengan persentase 7,7%. Ketersediaan rumah di Yogyakarta sendiri ternyata ada 65,94% lalu tanah ada 18,88% dari total 2780 iklan properti di UrbanIndo.

Diolah dari berbagai sumber
Thanks for subscribing. Share your unique referral link to get points to win prizes..
Loading..